Kena Serangan Jantung setelah Futsal, Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kena Serangan Jantung setelah Futsal, Ini Penyebabnya

Halodoc, Jakarta – Baru 2 bulan menikah, Airina harus mengikhlaskan kepergian suaminya yang begitu tiba-tiba. Amirul, sang suami, menghembuskan napas terakhirnya akibat serangan jantung, setelah bermain futsal bersama teman-temannya, pada 6 November lalu. Kisah ini menjadi viral setelah Airina membuat instagram story tentang mendiang suaminya, beberapa waktu lalu.

Airina dan Amirul diketahui menjalani hubungan jarak jauh karena pekerjaan. Hal itulah yang membuatnya tidak sempat menemani sang suami di saat-saat terakhirnya. Menurut berbagai pemberitaan, kronologi kejadian bermula saat Amirul bermain futsal bersama teman-temannya. Ia tampak sehat seperti biasanya, hingga akhirnya wajahnya terlihat pucat dan tiba-tiba kehilangan kesadaran. Teman-temannya segera membawa Amirul ke rumah sakit, sayangnya ia tak mampu bertahan lama dan meninggal dunia.

Baca juga: Serangan Jantung Lebih Sering Terjadi di Pagi Hari, Benarkah?

Serangan jantung usai bermain futsal bukan merupakan hal yang baru. Tragedi yang dialami Amirul ini pernah terjadi pada almarhum aktor asal Indonesia, Adjie Massaid, pada 2011 lalu. Kronologi kejadiannya pun mirip. Sama seperti Amirul, Adjie dilarikan ke rumah sakit karena tiba-tiba hilang kesadaran usai bermain futsal.  

Mengapa Orang Bisa Kena Serangan Jantung Usai Futsal?

Untuk bisa tetap bugar dan sehat, olahraga rutin perlu dilakukan. Sebagai salah satu jenis olahraga, futsal merupakan pilihan yang baik, karena dapat membuat tubuh banyak bergerak. Namun, mengapa ada kasus serangan jantung pada orang-orang yang sering melakukan olahraga ini?

Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah riwayat penyakit jantung atau masalah pada pembuluh darah jantung yang sudah ada sebelumnya, tetapi tidak disadari oleh pengidapnya. Ya, meski sangat mematikan, penyakit jantung kerap tidak menimbulkan gejala yang berarti pada tahap awal. Seseorang bisa saja terlihat sehat dan bugar, tanpa menyadari bahwa ada masalah pada jantungnya.

Baca juga: 3 Jenis Serangan Jantung yang Perlu Diwaspadai

Kemudian, ketika ia bermain futsal atau melakukan olahraga berintensitas tinggi, serangan jantung dapat sangat mungkin terjadi. Meski terkesan tiba-tiba, serangan jantung biasanya tidak serta merta terjadi. Ada beberapa proses yang terjadi sebagai pemicunya, seperti aterosklerosis atau pengerasan pembuluh darah, penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah. 

Ketika sumbatan terjadi pada pembuluh darah yang berhubungan dengan otot jantung, otot tersebut akan kekurangan oksigen. Hal terfatal yang dapat terjadi adalah kematian. Selain itu, ada pula beberapa faktor lain yang meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung setelah berolahraga, yaitu:

  • Kurang beraktivitas fisik.

  • Memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, dan diabetes.

  • Kebiasaan merokok.

  • Obesitas.

  • Kadar kolesterol tidak terkontrol.

  • Riwayat kelainan jantung kongenital.

Karena masalah pada jantung dapat tidak disadari, melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat penting untuk dilakukan. Terlebih jika kamu memiliki orangtua yang berpotensi menurunkan risiko penyakit jantung, seperti hipertensi dan diabetes. Nah, agar pemeriksaan kesehatan rutin kamu terasa lebih mudah, kamu bisa download aplikasi Halodoc dan manfaatkan fitur pemeriksaan laboratorium di rumah. Cukup pilih jenis pemeriksaan dan tentukan waktunya, petugas lab akan datang ke alamatmu.

Baca juga: Jangan Dikira Sama, Ini Bedanya Angin Duduk dan Serangan Jantung

Kenali Tanda Serangan Jantung Saat Berolahraga

Sebelum muncul, serangan jantung setelah futsal atau olahraga lainnya sebenarnya memberi sinyal pada sang pengidap beberapa saat sebelumnya. Namun, beberapa tanda tersebut mungkin diabaikan karena sedang asik bermain. Berikut beberapa tanda yang dimaksud:

  • Nyeri dada. Tanda umum yang terjadi ketika fungsi jantung mengalami gangguan adalah nyeri dada. Rasa nyeri dan tidak nyaman pada dada ini dapat muncul dengan intensitas ringan, lalu bertambah kuat ketika sedang berolahraga, dan dapat hilang-timbul.

  • Sesak napas. Tanda selanjutnya adalah napas terlalu pendek dan disertai kesulitan mengambil napas.

  • Aritmia. Aritmia atau gangguan irama jantung ditandai dengan sensasi detak jantung yang menurun, meningkat ataupun berhenti sesaat.

  • Keringat abnormal. Ditandai dengan keluarnya keringat dingin, yang juga dapat disertai dengan rasa mual.

  • Nyeri pada bagian tubuh lain. Rasa nyeri pada bagian tubuh seperti lengan atas, punggung, leher, rahang bawah, dan perut. Nyeri dapat berpindah dari satu bagian ke bagian tubuh lainnya. 

Jika kamu mengalami berbagai gejala tersebut saat sedang futsal atau olahraga lainnya, waspadalah dan segera hentikan aktivitas untuk beristirahat. Sebab tanda-tanda tersebut merupakan suatu peringatan bahwa jantung sedang mengalami gangguan.

Referensi:
The Science of Sport. Diakses pada 2019. Sudden death during exercise: What does it mean for YOU?
Healthline. Diakses pada 2019. Signs of Heart Problems During Exercise.