• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenal Lebih Jauh Nasal Endoskopi, Prosedur Pemeriksaan Polip Hidung

Kenal Lebih Jauh Nasal Endoskopi, Prosedur Pemeriksaan Polip Hidung

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Kenal Lebih Jauh Nasal Endoskopi, Prosedur Pemeriksaan Polip Hidung

Nasal endoskopi untuk pemeriksaan polip hidung dilakukan dengan cara memasukkan alat berupa tabung tipis yang terhubung dengan kamera optik. Setelah memasukkan alat ini, dokter bisa melihat dan memantau kondisi di dalam hidung. Anestesi dilakukan sebelum pelaksanaan tindakan medis.“


Halodoc, Jakarta – Polip hidung adalah pertumbuhan massa non-kanker pada lapisan saluran hidung atau sinus. Polip hidung biasanya terjadi karena peradangan kronis yang berhubungan dengan asma, infeksi berulang, alergi, sensitivitas obat atau gangguan kekebalan tertentu.

Polip hidung kecil mungkin tidak menimbulkan gejala. Pertumbuhan yang lebih besar atau kelompok polip hidung dapat menyumbat saluran hidung dan menyebabkan masalah pernapasan, kehilangan indra penciuman dan infeksi.

Baca juga: Berbahayakah Polip Hidung yang Tidak Diobati?

Polip hidung dapat menyerang siapa saja, namun lebih sering terjadi pada orang dewasa. Obat-obatan sering kali dapat mengecilkan atau menghilangkan polip hidung, tetapi pembedahan terkadang diperlukan untuk menghilangkannya. Bagaimana prosedur pemeriksaan polip hidung? 

Bagaimana Melakukan Nasal Endoskopi?

Sebelum polip hidung bisa berkembang dari selaput lendir di hidung atau sinus yang mengalami peradangan dan membengkak. Kondisi ini umumnya berkembang dalam jangka waktu yang cukup panjang. 

Polip yang tumbuh cukup besar pada permukaan lapisan saluran napas bisa sebabkan gangguan napas atau infeksi. Cara untuk mengetahui kondisi polip hidung, diperlukan beberapa prosedur pemeriksaan. 

Baca juga: Begini Pengobatan untuk Mengatasi Polip Hidung pada Anak

Salah satu prosedur pemeriksan yang bisa dilakukan adalah nasal endoskopi. Prosedur medis ini dilakukan oleh seorang otolaringologi atau ahli THT. Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan alat berupa tabung tipis dan kaku dengan serat kabel optik. Alat ini juga terhubung dengan kamera video dan sumber cahaya yang akan menampilkan gambar pada layar. 

Nasal endoskopi penting dilakukan untuk mendeteksi adanya gangguan kesehatan pada bagian telinga, hidung, maupun tenggorokan. Pemeriksaan ini juga penting dilakukan untuk mengatasi penyumbatan pada hidung, mimisan, rhinosinusitis, tumor pada hidung, atau kondisi saat seseorang kehilangan kemampuan untuk mencium. 

Melalui prosedur ini, dokter bisa mendapatkan perincian spesifik seperti area pembengkakan jaringan hidung atau terjadinya perdarahan. Adapun beberapa tahapannya, yaitu:

1. Pemberian Anestesi

Sebelum melakukan prosedur ini, pengidap polip hidung terlebih dulu diberikan anestesi. Atau bisa juga disemprotkan cairan dekongestan topikal pada bagian hidung. Setelahnya, dokter memasukkan alat endoskop melalui satu sisi hidung.

Saat alat masuk ke dalam lubang hidung, rasa tidak nyaman pasti dirasakan pengidapnya. Apabila hal ini terjadi, penting untuk memberitahukannya pada dokter. Dokter akan memberikan lebih banyak anestesi lokal atau ukuran alat endoskopi yang lebih kecil. 

2. Alat Dimasukkan

Alat akan didorong lebih dalam untuk melihat bagian rongga hidung dan sinus dan mengulangi pemeriksaan yang sama untuk lubang hidung lainnya. Jika diperlukan, dokter akan melakukan biopsi atau pengambilan sampel jaringan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Usai pemeriksaan ini, tidak jarang terjadi mimisan. Penting untuk memeriksakan kembali ke dokter jika mimisan tidak kunjung berhenti. Minta juga pada dokter untuk menjelaskan instruksi spesifik apa yang harus diikuti, termasuk apa yang harus dilakukan, dan hal yang harus dihindari saat beraktivitas sehari-hari.

Baca juga: Perawatan Setelah Tindakan Polip Hidung

3. Kemungkinan Mimisan dan Kondisi Lainnya

Nasal endoskopi umumnya aman dilakukan. Namun, tidak menutup kemungkinan terjadi komplikasi akibat prosedur ini. Beberapa komplikasi yang muncul adalah mimisan, pingsan, reaksi alergi, atau reaksi lain terkait anestesi atau dekongestan. Risiko perdarahan bisa jadi lebih besar apabila sebelum pemeriksaan, seseorang mengonsumsi obat pengencer darah atau memiliki riwayat kelainan darah.

Tidak hanya pengidap polip hidung saja yang disarankan melakukan pemeriksaan ini, terdapat beberapa kondisi lain yang perlu melakukan nasal endoskopi, yaitu: 

  • Mereka yang mengeluhkan hidung tersumbat atau terasa penuh.
  • Pengidap sinusitis (radang pada saluran sinus, ditandai dengan sering timbulnya nyeri pada daerah wajah).
  • Tumor hidung (benjolan abnormal pada rongga hidung).

Jika kamu ingin mendiskusikan lebih lanjut mengenai nasal endoskopi atau pengobatan lain untuk atasi polip hidung, kontak langsung Halodoc. Lewat aplikasi Halodoc kamu juga bisa buat janji pemeriksaan dokter di rumah sakit.



Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Nasal polyps.
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2021. Nasal Endoscopy.