• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenalan dengan Capsaicin, Senyawa Pedas yang Bermanfaat
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenalan dengan Capsaicin, Senyawa Pedas yang Bermanfaat

Kenalan dengan Capsaicin, Senyawa Pedas yang Bermanfaat

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 10 Agustus 2022

“Capsaicin, senyawa yang memberi rasa pedas pada cabai, dipercaya bisa memberikan sejumlah manfaat kesehatan. Mulai dari menjaga kesehatan jantung hingga melawan infeksi bakteri.”

Kenalan dengan Capsaicin, Senyawa Pedas yang BermanfaatKenalan dengan Capsaicin, Senyawa Pedas yang Bermanfaat

Halodoc, Jakarta – Ada kabar baik bagi kamu penikmat makanan pedas. Ternyata, mengonsumsi cabai bisa memberimu banyak manfaat kesehatan, lho. Hal itu berkat senyawa bernama capsaicin yang terkandung di dalamnya.

Capsaicin adalah senyawa yang bertanggung jawab untuk rasa pedas pada cabai. Tidak hanya bisa membuat makanan terasa semakin nikmat, kandungan dalam cabai ini juga memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. 

Studi menunjukkan bahwa capsaicin bisa menurunkan risiko kanker dan mengurangi rasa sakit. Bahkan, senyawa tersebut menjadi bahan utama dalam banyak salep, gel, dan koyo untuk meredakan rasa nyeri. Yuk, simak manfaat capsaicin lebih lengkap lagi di sini.

Manfaat Capsaicin dalam Cabai

Karena capsaicin merupakan senyawa, ia tidak memiliki kalori atau nutrisi apa pun, dan tidak memiliki pengaruh langsung pada pola makan. Sebaliknya, kandungan dalam cabai tersebut bekerja dengan cara mengikat TRPV1, saluran saraf perifer yang dibuat untuk mendeteksi sumber panas, baik internal maupun eksternal. 

Bila kamu sering terpapar sumber panas, seperti capsaicin, lama kelamaan kepekaan reseptor ini akan berkurang secara bertahap. Itulah mengapa bagi orang yang sudah sering mengonsumsi makanan pedas, ia sudah terbiasa dan semakin bisa menoleransi rasa pedas dari cabai.

Di balik rasa pedas atau panas yang diberikannya, capsaicin bisa memberi banyak manfaat kesehatan berikut:

1. Menjaga Kesehatan Jantung

Karena memiliki sifat antiinflamasi, capsaicin juga digunakan sebagai bahan dalam suplemen yang efektif untuk meningkatkan kesehatan jantung. Sebuah penelitian selama tiga bulan menemukan bahwa capsaicin mampu secara signifikan mengurangi faktor risiko penyakit jantung pada orang dewasa,  yang memiliki kadar kolesterol HDL (kolesterol baik) yang rendah.

2. Membantu Menurunkan Berat Badan

Studi juga sudah menunjukkan bahwa capsaicin bisa meningkatkan metabolisme, sehingga bisa membantu tubuh untuk lebih efektif menggunakan energi dan membakar simpanan lemak. Kandungan pemberi rasa pedas tersebut juga bisa menurunkan nafsu makan, sehingga membantumu untuk makan lebih sedikit dari biasanya.

3. Antidiabetes

Studi menunjukkan bahwa capsaicin memiliki beberapa tindakan yang memiliki efek antidiabetes. Hal itu termasuk mengurangi resistensi insulin, sehingga memudahkan glukosa darah masuk ke dalam sel dari aliran darah. Capsaicin juga membantu mencegah obesitas, yang merupakan faktor risiko penting untuk diabetes.

4. Pereda Rasa Nyeri

Capsaicin adalah bahan utama dalam berbagai obat pereda rasa nyeri. Obat tersebut biasanya hadir dalam bentuk krim, gel, atau koyo yang berfungsi sebagai terapeutik untuk meredakan rasa nyeri yang berkaitan dengan saraf atau otot.

5. Membantu Melawan Kanker

Sebuah studi tahun 2020 meninjau penelitian tentang efek capsaicin pada kanker. Secara keseluruhan, temuan menunjukkan bahwa capsaicin adalah anti-angiogenik. Artinya, senyawa tersebut membantu mencegah pertumbuhan pembuluh darah yang dibutuhkan kanker untuk bertumbuh. 

Para periset juga menyimpulkan bahwa kombinasi capsaicin dengan kemoterapi, memberikan dua keuntungan bagi pengidap kanker. Capsaicin disebut bisa membantu meredakan rasa nyeri dan mengoptimalkan kinerja obat melawan kanker. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan manfaat capsaicin yang satu ini.

6. Mengatasi Infeksi Bakteri yang Resisten Antibiotik

Salah satu hal yang menjadi tantangan dalam kesehatan global saat ini adalah munculnya infeksi bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Pada kasus infeksi ini, bakteri bermutasi sedemikian rupa, sehingga mereka tidak lagi bisa diatasi dengan pengobatan antibiotik.

Nah, sebuah studi tahun 2015 menguji efektivitas capsaicin terhadap bakteri penyebab infeksi yang resisten terhadap antibiotik eritromisin. Hasilnya, senyawa tersebut dapat membunuh strain bakteri resisten tersebut.

Nah, itulah manfaat kesehatan di balik capsaicin pada cabai. Bila kamu masih ingin bertanya lebih lanjut mengenai manfaat mengonsumsi cabai, tanya dokter saja dengan menggunakan aplikasi Halodoc

Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa menghubungi dokter untuk bertanya apa saja seputar kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2022. Health Benefits of Capsaicin.
Medical News Today. Diakses pada 2022. What are the health benefits of Capsicum?