Kenalan dengan Tipe-Tipe Buta Warna

Kenalan dengan Tipe-Tipe Buta Warna

Halodoc, Jakarta - Buta warna merupakan sebuah kondisi yang ditandai dengan berkurangnya kualitas penglihatan terhadap warna. Dalam kebanyakan kasus, kondisi ini diturunkan kepada anak dari orangtua sejak dilahirkan. Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, setiap 60 detik, setidaknya satu orang anak di seluruh dunia menjadi buta warna. Padahal, sebenarnya hal ini bisa dicegah melalui pemeriksaan dan tindakan segera. Oleh sebab itu, deteksi dini white pupil (pupil putih) menjadi hal yang sangat penting dalam pencegahan kebutaan pada anak.

Baca juga: 5 Cara Tes Buta Warna yang Akurat

Buta warna sendiri terdiri dari berbagai jenis. Misalnya, jenis buta warna total. Akan tetapi, jenis buta warna yang satu ini jarang ditemukan. Di samping itu, kebanyakan pengidap buta warna bisa beradaptasi dengan kondisi ini, sehingga tak selalu dianggap sebagai kondisi yang serius. Tapi yang perlu diingat, beberapa kasus penyakit buta warna juga dapat dialami pada fase hidup dewasa. Lalu, apalagi sih jenis buta warna yang perlu diketahui?

Jenis-Jenis Buta Warna

Seorang yang mengidap buta warna, bukan berarti dirinya hanya akan melihat dunia sebatas hitam putih saja. Sebab, beberapa orang mungkin saja hanya tidak bisa membedakan nuansa warna ungu dan biru atau melihat kuning tampak, seperti warna hijau. Sedangkan yang lainnya, mungkin akan kesulitan membedakan antara warna merah dan hitam.

Sebagian besar pengidap buta warna akan kesulitan membedakan gradasi warna merah, kuning, dan hijau, seperti warna jingga dan cokelat. Tipe buta warna ini disebut dengan buta warna merah hijau. Tipe ini akan membuat pengidapnya kesulitan untuk membedakan warna merah dengan warna hitam dan berbagai gradasi warna ungu. Dalam kebanyakan kasus, kaum adam lebih cenderung mengalami jenis buta warna merah-hijau ketimbang wanita.

Selain itu, ada pula jenis buta warna biru-kuning. Tipe ini paling jarang terjadi, pengidapnya enggak bisa membedakan warna biru, hijau, dan kuning. Kondisi ini disebabkan karena fotopigeon (tritan) tak berfungsi atau hanya berfungsi sebagian.

Terakhir adalah buta warna total. Jenis buta warna ini akan membuat pengidapnya sama sekali tidak bisa melihat warna, sehingga ketajaman penglihatan mereka juga dapat terpengaruh. Di mata pengidap buta warna total, dunia hanya berwarna hitam dan putih (monokromasi).

Seputar Buta Warna

Nah, kini timbul pertanyaan, bagaimana sih seseorang bisa mengalami buta warna? Kondisi ini, biasanya diwariskan secara genetik dan diyakini diturunkan dari garis ibu. Namun dalam beberapa kasus, buta warna juga bisa disebabkan karena kondisi kesehatan, seperti diabetes, multiple sclerosis (kondisi imun yang memengaruhi sel saraf otak dan tulang belakang), ataupun efek samping dari obat-obatan tertentu.

Baca juga: Mengapa Mata Mengalami Buta Warna?

Seseorang melihat warna melalui sel-sel saraf di mata yang disebut cones (kerucut). Cones ini terdiri dari tiga, yaitu yang menyerap cahaya merah, hijau, dan biru. Nah, satu set cone yang berfungsi sempurna akan memungkinkan kamu melihat spektrum warna secara penuh.

Namun, pada pengidap buta warna biasanya satu jenis cone mengalami kerusakan atau dalam kasus yang parah tak ada sama sekali. Contohnya, jika cone merah yang mengalami masalah, maka orang tersebut akan kesulitan untuk melihat warna yang mengandung warna merah dengan jelas. Alhasil, mereka akan kebingungan untuk membedakan warna biru dan ungu, sebab mereka tak dapat “melihat” komponen merah yang terdapat di dalam warna ungu.

Sayangnya, tak ada obat untuk mengobati buta warna yang disebabkan oleh genetik. Selain itu, banyak pula orang yang tak menyadari kalau mereka mengalami buta warna. Kok bisa? Pasalnya, mereka sudah dilahirkan dengan kondisi tersebut, sehingga tak menyadari kalau orang lain bisa melihat berbagai macam warna melalui matanya.

Nah, jika merasa dirimu mengalami buta warna, segeralah kunjungi dokter spesialis mata untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa lho bertanya langsung kepada dokter mengenai buta warna melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!