• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenalan dengan Zigot dalam Terjadinya Kehamilan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenalan dengan Zigot dalam Terjadinya Kehamilan

Kenalan dengan Zigot dalam Terjadinya Kehamilan

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 03 Oktober 2022

“Zigot bisa dikatakan sebagai awal mula bayi pada kehamilan. Ini merupakan gabungan dari sperma dan sel telur yang memiliki semua informasi genetik yang dibutuhkan untuk menjadi seorang bayi.”

Kenalan dengan Zigot dalam Terjadinya KehamilanKenalan dengan Zigot dalam Terjadinya Kehamilan

Halodoc, Jakarta – Kehamilan merupakan proses yang rumit tapi menakjubkan untuk diketahui. Jauh sebelum seorang bayi dengan berbagai organ tubuhnya terbentuk di dalam kandungan ibu hamil, terdapat sel telur yang sudah dibuahi yang disebut zigot.

Zigot merupakan gabungan sperma dengan sel telur. Sel tersebut berisi semua informasi genetik (DNA) yang dibutuhkan untuk menjadi seorang bayi. Sebagian DNA berasal dari sel telur dan sebagiannya lagi berasal dari sperma ayah. Yuk, simak proses perkembangan kehamilan yang dimulai dari zigot di sini.

Apa Itu Zigot?

Kehamilan dimulai ketika sperma memasuki vagina selama hubungan seksual. Sperma terkuat akan melakukan perjalanan melalui leher rahim dan masuk ke saluran tuba. Sebuah sperma tunggal dan sel telur ibu bertemu di tuba falopi. Ketika sperma tunggal memasuki sel telur, pembuahan terjadi. Gabungan sperma dan sel telur itulah yang disebut zigot.

Zigot awalnya berupa sel tunggal, tapi kemudian ia membelah dengan cepat pada hari-hari setelah pembuahan. Sel tunggal zigot mengandung semua 46 kromosom yang diperlukan untuk menjadi seorang bayi, yang terdiri dari 23 dari sperma dan 23 dari sel telur.

Fase zigot berlangsung singkat, hanya berlangsung sekitar empat hari. Sekitar hari kelima, massa sel berkembang menjadi blastokista, yang kemudian akan menjadi embrio.

Memahami Proses Zigot Menjadi Embrio

Zigot membelah melalui proses yang dikenal sebagai mitosis, di mana setiap sel berlipat ganda (satu sel menjadi dua, dua menjadi empat, dan seterusnya). Tahap yang berlangsung selama dua minggu ini dikenal sebagai periode perkembangan germinal, dan mencakup waktu pembuahan (atau disebut juga konsepsi) hingga implantasi blastokista di dalam rahim.

Sel sperma mengandung informasi genetik ayah, sedangkan sel telur berisi informasi genetik ibu. Karena setiap sel mengandung setengah dari materi genetik, setiap sel dikenal sebagai sel haploid. Ketika dua sel haploid ini bergabung, mereka membentuk sel diploid tunggal yang mengandung semua kromosom yang diperlukan.

Zigot kemudian berjalan menuruni tuba falopi menuju rahim. Saat bergerak, sel-selnya membelah dengan cepat dan menjadi blastokista. Begitu berada di dalam rahim, blastokista harus tertanam di lapisan untuk mendapatkan makanan yang dibutuhkan untuk tumbuh dan bertahan hidup.

Periode perkembangan embrio berlangsung dari dua minggu setelah pembuahan sampai minggu kedelapan. Selama waktu tersebut, organisme dikenal sebagai embrio. Pada minggu kesembilan pasca pembuahan, periode janin dimulai. Dari titik ini sampai lahir, organisme ini dikenal sebagai janin.

Selain dengan cara alami, pembuahan juga bisa dibantu secara medis. Inseminasi intrauterin (IUI) dan fertilisasi in vitro (IVF) adalah dua teknik reproduksi dengan bantuan medis yang sering digunakan.

Selama IUI, air mani dimasukkan ke dalam rahim menggunakan kateter dengan pembuahan yang terjadi di dalam tubuh. Sementara IVF, telur dikeluarkan dari ovarium dan dibuahi di laboratorium. Blastokista kemudian ditanamkan di dalam rahim.

Zigot dalam Kehamilan Kembar

Pada kasus kehamilan kembar identik, sel telur yang dibuahi disebut monozigot. Dengan kembar monozigot, satu telur dibuahi dan satu zigot terbentuk. Namun, pada fase blastokista, ia membelah untuk membentuk dua embrio. Kembar monozigot memiliki materi genetik yang sama.

Tantangan yang Dialami Zigot

Tidak semua zigot berhasil mencapai tahap perkembangan pranatal berikutnya. Para peneliti memperkirakan bahwa 30 hingga 70 persen dari semua konsepsi yang terjadi secara alami gagal, baik sebelum atau pada saat implantasi. Para peneliti menduga hal itu terkait dengan kelainan. Dalam kasus keguguran berulang, anomali kromosom orang tua sering kali disalahkan.

Pembuahan melalui IUI dan IVF juga bisa gagal. Tingkat keberhasilan untuk IUI berkisar dari 7 hingga 20 persen. Penelitian sudah menghubungkan parameter semen yang buruk dengan kegagalan IUI. 

Kualitas telur yang buruk dan kekurangan hormon adalah alasan lain yang diketahui untuk kegagalan IUI.

Itulah penjelasan mengenai zigot selama kehamilan. Bila ibu ingin bertanya sesuatu atau mengalami keluhan selama kehamilan, hubungi saja dokter melalui aplikasi Halodoc

Melalui Video/Voice Call dan Chat, ibu bisa tanya dokter  dan minta saran kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Referensi:
Verywell Family. Diakses pada 2022. What Is a Zygote?.
Medline Plus. Diakses pada 2022. Fetal development