• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali 10 Faktor risiko Terjadinya Kanker Lambung
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali 10 Faktor risiko Terjadinya Kanker Lambung

Kenali 10 Faktor risiko Terjadinya Kanker Lambung

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 03 Desember 2021
Kenali 10 Faktor risiko Terjadinya Kanker Lambung

“Sel-sel abnormal yang tumbuh di lapisan lambung menjadi asal muasal kanker lambung. Penyakit tersebut dipicu oleh banyak kondisi akibat pola hidup tidak sehat yang dijalani, termasuk makan sembarangan. Lantas, apa saja faktor pemicu kanker lambung yang perlu dihindari?”

Halodoc, Jakarta - Kanker lambung merupakan kondisi ketika adanya pertumbuhan sel-sel abnormal dan tidak terkendali pada lambung. Di awal kemunculannya, kanker lambung tidak menunjukkan gejala yang berarti. Gejala baru akan muncul setelah penyakit mulai memasuki stadium akhir.

Pertanyaannya, apa saja faktor pemicu kanker lambung?

Dari Pola Makan yang Salah Sampai Obesitas

Seperti pada ulasan sebelumnya, kanker lambung terjadi akibat sel-sel pada bagian tertentu di lambung berkembang secara tidak terkendali. Sebenarnya hingga saat ini penyebab pertumbuhan sel abnormal tersebut belum diketahui secara persis. Namun, ada dugaan terdapat beberapa faktor yang bisa memicu kanker lambung, antara lain:

1. Usia

Kanker perut paling sering terjadi seseorang yang berusia di atas 55 tahun. Kebanyakan dari pengidap berusia 60-70 tahun.

2. Jenis Kelamin

Dari penelitian yang dilakukan di Massachusetts Institute of Technology, pria dua kali berisiko terkena kanker lambung dibandingkan dengan wanita. Pasalnya, hormon estrogen pada wanita mampu melindungi organ lambung dari peradangan, yang berujung pada kanker.

3. Bakteri

Helicobacter pylori atau yang bisa juga disebut dengan H. pylori menjadi salah satu jenis bakteri yang memicu peradangan lambung dan bisul. Keduanya menjadi salah satu penyebab utama kanker lambung. Jika terbukti bakteri ini adalah penyebabnya, infeksi dapat diatasi dengan penggunaan antibiotik.

4. Riwayat Kesehatan Keluarga

Jika seseorang memiliki orang tua, anak, atau saudara kandung yang mengidap kanker perut, ia berisiko tinggi mengalaminya. Selain itu, kelainan genetik bawaan lahir, seperti sindrom Lynch, kanker payudara dan ovarium herediter meningkatkan risiko kanker lambung.

5. Ras atau Etnis Tertentu

Dilansir dari Dana Farber Cancer Institute, kanker lambung memiliki tingkat kematian lebih tinggi pada orang Afrika Amerika, ketimbang was kulit putih Amerika.

6. Pola Makan yang Salah

Sering mengonsumsi makanan tinggi garam, makanan yang diawetkan, dan diolah dengan pengasapan meningkatkan risiko kanker lambung. Untuk menurunkan risikonya, kamu bisa lebih rajin dalam mengonsumsi berbagai sayur dan buah-buahan.

7. Prosedur Operasi atau Kondisi Kesehatan Sebelumnya

Seseorang yang pernah menjalani operasi perut untuk mengatasi anemia pernisiosa atau aklorhidria memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker perut. Anemia pernisiosa sendiri adalah kondisi yang terjadi ketika perut tidak mampu menyerap vitamin B12 dari makanan yang dikonsumsi.

Hal tersebut menyebabkan penurunan sel darah merah secara drastis. Sedangkan aklorhidria sendiri merupakan kondisi saat tidak ada asam klorida dalam cairan lambung yang dapat membantu mencerna makanan.

8. Paparan Zat Tertentu

Paparan debu dan asap tertentu dapat meningkatkan risiko terkena kanker lambung.

9. Tembakau dan Alkohol

Penggunaan tembakau atau alkohol secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terkena kanker lambung.

10. Kegemukan

Kelebihan berat badan atau obesitas berarti tubuh memiliki lebih banyak lemak ketimbang jaringan lain, seperti otot dan tulang. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko jenis kanker tertentu, termasuk kanker lambung. 

Nah, bagi kamu yang memiliki faktor-faktor risiko di atas, tidak ada salahnya untuk bertanya langsung dengan dokter lewat aplikasi Halodoc agar terhindar dari ancaman kanker lambung. Selain itu, mulai sekarang terapkan pola hidup sehat secara rutin, ya!

Amati Gejala-Gejala Kanker Lambung

Membicarakan gejala kanker lambung, sama halnya dengan membicarakan berbagai keluhan. Meski begitu, beberapa pengidap tidak mengalami gejala di awal kemunculan kanker. Gejala parah baru akan muncul setelah kanker berada dalam stadium akhir.

Pada beberapa pengidap lainnya, mereka mengalami beragam keluhan di tahap awal kemunculan kanker, seperti:

  • Sering bersendawa.
  • Perut sering terasa kembung.
  • Cepat merasa kenyang saat makan.
  • Nyeri pada tulang dada.
  • Tinja berwarna hitam atau terdapat darah pada tinja.
  • Mual dan muntah, hingga muntah darah.
  • Kekuningan pada kulit atau bagian putih mata.
  • Perut terasa mulas atau nyeri.
  • Kesulitan menelan makanan.
  • Gangguan pencernaan yang sering kumat.
  • Hilangnya nafsu makan.
  • Anemia atau kekurangan sel darah merah.
  • Pembengkakan pada perut karena penumpukan cairan.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Merasa kelelahan.

Itulah faktor risiko dan gejala kanker lambung yang perlu diwaspadai. Jika kamu sering mengalami beberapa gejala di atas, lebih baik segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui diagnosis penyakit. Jangan sepelekan dan atasi dengan langkah yang tepat, ya! Untuk informasi kesehatan lainnya, segera download Halodoc sekarang!


Referensi:
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2021. Stomach cancer
Massachusetts Institute of Technology. Diakses pada 2021. Study explains why men are at higher risk for stomach cancer.
Cancer.Net. Diakses pada 2021. Body Weight and Cancer Risk.
Dana Farber Cancer Institute. Diakses pada 2021. Stomach Cancer in the African American Community: Information to Know.