• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali 2 Jenis Disentri yang Miliki Penyebab Berbeda

Kenali 2 Jenis Disentri yang Miliki Penyebab Berbeda

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Tidak banyak orang yang tahu, bahwa disentri tidak hanya bisa terjadi karena bakteri. Nyatanya, ada hal lain yang bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan kesehatan yang satu ini. Disentri merupakan sebuah infeksi yang menyerang usus dan menyebabkan pengidapnya mengalami diare yang terkadang disertai juga dengan darah atau lendir. 

Umumnya, kondisi ini akan berlangsung selama 4 sampai 7 hari, tergantung pada penyebab dan kondisi tubuh pengidapnya. Disentri yang menyerang seseorang biasanya ditandai dengan kram perut, mual dan muntah, serta demam. 

Jika dilihat dari penyebabnya, disentri dibagi menjadi dua, yaitu disentri yang disebabkan oleh bakteri dan ameba. Biar lebih jelas, cari tahu perbedaannya di artikel ini!

Baca juga: Poop Anak Berdarah, Si Kecil Kena Disentri?

Beda Penyebab dan Gejala Disentri 

Disentri tergolong umum terjadi, terutama pada orang yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk. Pasalnya, kebersihan diri yang tidak terjaga, misalnya tidak mencuci tangan setelah dari toilet, atau sebelum makan dan beraktivitas bisa meningkatkan risiko terjadinya disentri. Jika dilihat dari penyebabnya, disentri dibedakan ke dalam dua jenis, yaitu: 

1.Disentri Bakteri 

Seperti namanya, jenis disentri yang satu ini disebabkan oleh infeksi bakteri. Gangguan kesehatan ini dimulai setelah bakteri masuk ke dalam tubuh atau asus lalu menginfeksi. Ada beragam jenis bakteri yang menjadi penyebab penyakit ini, di antaranya Campylobacter, E-coli, Salmonella, serta bakteri Shigella. 

2.Disentri Ameba 

Berbeda dengan disentri bakteri, disentri ameba disebabkan oleh Ameba, yaitu parasit bersel. Parasit ini juga bisa masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi. Jenis ameba yang menjadi penyebab disentri bernama Entamoeba histolytica. 

Meski beda penyebab, tetapi secara umum gejala yang muncul dari kedua jenis disentri ini tidak jauh berbeda. Disentri ditandai dengan gejala buang air besar terus alias diare, keluar darah atau nanah saat buang air besar, mual dan muntah, serta nyeri perut. Pada disentri bakteri, pengidapnya juga bisa mengalami kram perut dan demam. 

Gejala disentri bakteri biasanya muncul 1–7 hari setelah pengidapnya terinfeksi. Gejala yang muncul pada kondisi ini bisa berlangsung selama 3–7 hari. Sementara pada disentri yang disebabkan oleh ameba, gejala lain yang mungkin muncul adalah demam dan menggigil, kehilangan nafsu makan dan berat badan menurun, serta perdarahan pada dubur. 

Bedanya, gejala disentri biasanya baru akan muncul setelah 10 hari ameba menginfeksi tubuh. Selain itu, jenis disentri ini juga menyebabkan pengidapnya mengalami nyeri saat buang air besar. Hal itu bisa terjadi karena ameba merusak dinding usus besar yang menyebabkan luka serta perdarahan. Pada beberapa orang, ameba juga bisa masuk ke aliran darah. 

Ameba yang masuk ke aliran darah bisa menyebar ke organ tubuh lain, terutama organ hati. Jika dibiarkan, pada kondisi yang lebih parah hal ini bisa menyebabkan abses hati atau tumpukan nanah pada organ hati. Gejala disentri ameba bisa bertahan hingga beberapa minggu dan harus segera ditangani. Ameba yang sudah menginfeksi bisa hidup hingga bertahun-tahun di dalam usus. 

Cari tahu lebih lanjut seputar disentri dan apa saja jenisnya dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2020. Dysentery.
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Dysentery.
Healthline. Diakses pada 2020. What is Dysentery and How is it Treated?