• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali 3 Fakta Mengenai Demam Lembah

Kenali 3 Fakta Mengenai Demam Lembah

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
undefined

Halodoc, Jakarta - Demam valley, atau yang bisa juga disebut dengan demam lembah merupakan infeksi jamur yang disebabkan oleh bakteri Coccidioides. Kondisi ini akan memicu munculnya sejumlah gejala, seperti demam, nyeri dada, batuk, dan lain-lain. Jamur penyebab demam valley biasanya ditemukan di dalam tanah, serta dapat bercampur dengan udara.

Dalam kasus demam valley yang ringan, sejumlah gejala yang muncul dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, jika gejala muncul dengan intensitas yang parah, penanganan dokter diperlukan untuk mengatasinya. Faktanya, demam valley memiliki beberapa jenis. Berikut ini fakta mengenai demam lembah dari masing-masing jenisnya.

Baca juga: Selain Virus Corona, Ini 12 Wabah Mematikan Lainnya dalam Sejarah

Fakta Mengenai Demam Lembah dari Masing-Masing Jenis

Demam lembah adalah bentuk awal dari infeksi Coccidioidomycosis. Penyakit ini dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih serius, seperti Coccidioidomycosis kronis dan menular. Berikut ini fakta mengenai demam lembah dari masing-masing jenisnya:

1.Coccidioidomycosis Akut atau Demam Lembah Akut

Gejala demam lembah akut biasanya muncul dalam intensitas ringan, bahkan sebagian pengidap tidak merasakan gejala apapun. Gejalanya sendiri muncul dalam 1–3 minggu setelah pengidap terinfeksi. Berikut ini sejumlah gejala yang dialami:

  • Demam;
  • Batuk;
  • Nyeri dada;
  • Panas dingin;
  • Berkeringat di malam hari;
  • Sakit kepala;
  • Kelelahan;
  • Nyeri sendi;
  • Ruam kulit.

Ruam murah pada kulit terkadang terasa sakit. Ruam bisa saja berubah menjadi kecoklatan, yang biasanya muncul di bagian bawah kaki, dada, lengan, dan punggung. 

Baca juga: Kenali Langkah-Langkah Mencegah Histoplasmosis

2.Coccidioidomycosis Kronis atau Demam Lembah Kronis

Jika seseorang terkena demam lembah kronis, kondisi ini harus diwaspadai. Pasalnya gejala yang muncul tidak dapat diatasi sepenuhnya. Gejala bisa saja berkembang menjadi pneumonia kronis. Komplikasi yang satu ini biasanya terjadi pada seorang dengan sistem kekebalan tubuh rendah. Gejala yang dirasakan akan berkembang dan semakin bertambah parah selama waktu pemulihan berlangsung. Berikut ini sejumlah gejalanya:

  • Demam ringan;
  • Penurunan berat badan;
  • Batuk;
  • Nyeri dada;
  • Nodul di paru-paru.
  1. Disseminated Coccidioidomycosis

Disseminated coccidioidomycosis merupakan jenis demam valley yang paling parah. Jika dialami, infeksi dapat menyebar dari paru-paru ke bagian tubuh yang lain, seperti kulit, tulang, hati, otak, jantung, serta selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Berikut ini sejumlah gejala yang perlu diwaspadai:

  • Nodul, bisul dan lesi kulit. Gejala ini lebih parah dari hanya ruam biasa.
  • Lesi yang menimbulkan rasa sakit hingga ke dalam tengkorak, tulang belakang atau tulang lain dalam tubuh.
  • Nyeri dan bengkak pada persendian, seperti sendi lutut atau pergelangan kaki.
  • Meningitis, yaitu infeksi selaput dan cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis menjadi salah satu komplikasi demam lembah yang membahayakan nyawa.

Baca juga: Gejalanya Mirip, Ini Bedanya Histoplasmosis dan Tuberkulosis

Itulah sejumlah fakta mengenai demam lembah dari masing-masing jenisnya. Seperti pada penjelasan sebelumnya, demam valley merupakan kondisi yang dapat sembuh dengan sendirinya jika gejala muncul dalam intensitas ringan. Namun, jika kondisi ini dialami oleh orang tua atau golongan orang yang memiliki kekebalan tubuh rendah, penanganan medis diperlukan guna mencegah berkembangnya penyakit semakin bertambah parah.

Oleh karena itu, menjaga daya tahan tubuh agar selalu prima dibutuhkan guna menangkal segala macam penyakit berbahaya. Jika kamu sedang mencari suplemen atau multivitamin penambah daya tahan tubuh, silahkan gunakan aplikasi Halodoc, ya. Caranya dengan mendownload aplikasi, dan gunakan fitur “beli obat” di dalamnya.

Referensi:
CDC. Diakses pada 2021. Valley Fever (Coccidioidomycosis).
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Valley fever.