• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali 3 Gejala Kelainan Gastroschisis pada Bayi Baru Lahir
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali 3 Gejala Kelainan Gastroschisis pada Bayi Baru Lahir

Kenali 3 Gejala Kelainan Gastroschisis pada Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 31 Mei 2021
Kenali 3 Gejala Kelainan Gastroschisis pada Bayi Baru LahirKenali 3 Gejala Kelainan Gastroschisis pada Bayi Baru Lahir

Halodoc, Jakarta - Dari berbagai cacat lahir yang bisa terjadi pada bayi, gastroschisis merupakan salah satu yang mesti diwaspadai. Gastroschisis 

adalah cacat lahir pada dinding perut bayi, yang membuat usus bayi keluar melalui lubang di sisi pusar.

Dampak gastroschisis tidak main-main. Kelainan ini bisa membuat usus bayi mungkin tidak berfungsi secara normal. Bahkan, setelah organ tersebut dimasukkan kembali ke dalam rongga perut. Di samping itu, gastroschisis juga bisa menimbulkan masalah pernapasan. Tuh, seram kan?

Pertanyaannya, seperti apa gejala gastroschisis yang dialami oleh bayi yang baru lahir? 

Baca juga: Hamil di Usia Remaja Lebih Rentan Alami Gastroschisis

Kenali Gejala Gastroschisis

Pada dasarnya gejala gastroschisis sebenarnya mudah dikenali. Gejala gastroschisis bisa dikenali sejak masa kehamilan atau ketika bayi baru dilahirkan.

Menurut Johns Hopkins Medicine dan sumber lainnya, berikut ini gejala gastroschisis yang perlu diperhatikan:

  • Benjolan di perut.
  • Usus menempel melalui dinding perut di dekat tali pusat.
  • Masalah dengan pergerakan dan penyerapan di usus. Sebab, usus yang tidak terlindungi terkena cairan ketuban yang mengiritasi.

Sebenarnya, gejala gastroschisis buka hanya berkaitan dengan organ usus yang bisa keluar dari dalam tubuh bayi. Pada beberapa kasus organ lainnya seperti lambung, kantung empedu, atau hati juga bisa keluar dari perut.

Hal yang bikin khawatir, karena berada di luar tubuh tanpa pelindung apa pun, usus, atau organ lainnya yang keluar tersebut bisa mengalami iritasi. Nah, hal ini yang bisa menimbulkan masalah. Contohnya, gangguan penyerapan makanan bila usus yang keluar tersebut rusak. 

Bagi ibu yang mau tahu lebih jauh mengenai gejala gastroschisis, bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Baca juga: Bisakah Gastroschisis Dideteksi dari Dalam Kandungan?

Dari Hamil di Usia Muda Hingga Gizi Buruk

Gastroschisis tak begitu saja terjadi pada bayi yang baru lahir. Kelainan ini bisa berkembang saat bayi tumbuh di dalam rahim ibu. Selama perkembangan di dalam tubuh ibu, sebenarnya usus dan organ lain (hati, kandung kemih, perut, dan ovarium, atau testis) bayi pada awalnya berkembang di luar tubuh, dan biasanya kembali ke dalam. 

Akan tetapi, pada bayi dengan gastroschisis, usus (dan terkadang organ lainnya) tetap berada di luar dinding perut setelah lahir, tanpa selaput yang menutupi organ tersebut. 

Pertanyaannya, apa sih yang menyebabkan kelainan tersebut? Hingga kini penyebab dari gastroschisis belum diketahui secara pasti. Namun, menurut para ahli ada beberapa kondisi atau faktor risiko yang memicu terjadinya gastroschisis, antara lain:

  • Hamil di usia yang lebih muda.
  • Penggunaan aspirin, ibuprofen, acetaminophen.
  • Riwayat pengunaan tembakau, kokain, atau metamfetamin.
  • Penggunaan dekongestan yang memiliki bahan kimia pseudoephedrine atau phenylpropanolamine.
  • Paparan nitrosamin (bahan kimia yang ditemukan di beberapa makanan, kosmetik, rokok).
  • Gizi buruk selama kehamilan.

Baca juga8 Fakta Penting Tentang Gastroschisis

Ingat, gastroschisis bukan kelainan yang bisa dianggap enteng. Pasalnya, gastroschisis bisa menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya nekrosis kematian usus.

Kondisi ini terjadi ketika jaringan usus mati karena rendahnya aliran darah atau terjadinya infeksi. Namun, risiko terjadinya nekrosis mungkin akan berkurang pada bayi yang menerima ASI daripada susu formula.

Jika ingin memeriksakan Si Kecil ke rumah sakit, ibu dapat membawa mereka ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit.

Referensi:
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2021. Conditions and Diseases. Gastroschisis.
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2021. Gastroschisis
Healthline. Diakses pada 2021. What’s The Difference Between Gastroschisis and Omphalocele?