Kenali 3 Pemicu Orang Jadi Kleptomania

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kenali 3 Pemicu Orang Jadi Kleptomania

Halodoc, Jakarta - Kleptomania merupakan ketidakmampuan berulang seseorang untuk menolak dorongan mencuri. Biasanya, barang yang dicuri tidak dibutuhkan dan memiliki nilai rendah. Kleptomania termasuk kelainan kesehatan mental yang jarang tapi serius. Kondisi ini dapat menyebabkan banyak rasa sakit emosional bagi orang yang mengalaminya jika tidak mendapatkan perawatan.

Kleptomania adalah jenis gangguan kontrol impuls, yang ditandai dengan masalah pengendalian diri emosional atau perilaku. Jika kamu memiliki gangguan kontrol impuls, biasanya akan mengalami kesulitan menahan godaan atau dorongan untuk melakukan tindakan yang berlebihan atau berbahaya bagi kamu atau orang lain.

Baca juga: Bisa Disembuhkan, Begini Cara Mengobati Kleptomania

Pemicu Gangguan Kleptomania

Kebanyakan orang yang mengalami kleptomania hidup dalam rasa malu dan dirahasiakan karena mereka takut mencari perawatan kesehatan mental. Meskipun tidak ada obat untuk kleptomania, perawatan dengan obat-obatan atau terapi bicara (psikoterapi) dapat membantu untuk mengakhiri siklus kompulsif. 

Jika kamu ingin tahu lebih lanjut mengenai gangguan ini, kini kamu bisa bertanya pada psikolog di Halodoc. Tanpa perlu repot, kamu bisa berdiskusi dengan psikolog kapan dan di mana saja melalui Chat atau Voice/Video Call.

Penyebab pasti kleptomania sebenarnya masih diselidiki, meskipun diduga bahwa pengaruh genetik dan lingkungan dapat berperan. Namun, perspektif psikologi menjelaskan:

1. Pendekatan Psikoanalisis

Penjelasan psikoanalitik untuk kleptomania telah mengonseptualisasikannya dengan berbagai cara. Beberapa pendapat mengatakan bahwa seseorang didorong untuk mendapatkan objek untuk secara simbolis mengkompensasi beberapa jenis kehilangan. Menurut pendekatan ini, pengobatan yang dapat dilakukan ditujukan pada motivasi yang mendasari perilaku tersebut. 

2. The Cognitive-Behavioral Approach

Penjelasan kognitif-behavioral menunjukkan bahwa gangguan dapat dimulai ketika seseorang secara positif yakin untuk mencuri sesuatu. Setelah pencurian pertama terjadi tanpa konsekuensi negatif, menjadi lebih mungkin bahwa perilaku tersebut akan terjadi lagi di kesempatan berikutnya. Akhirnya keinginan untuk melakukan tindakan mencuri menjadi sangat kuat, membuat seseorang mungkin akan melakukannya lagi. 

Ketika seseorang menemukan diri mereka dalam situasi hasrat lingkungan yang serupa hadir, mereka mungkin menemukan dorongan besar untuk mencuri dan tidak dapat ditahan. Bagai orang yang kleptomania, tindakan mencuri dapat mengurangi stres dan ketegangan yang dialami individu, perilaku tersebut juga dikaitkan dengan penghilang stres. 

3. Pendekatan Biologis

Menurut penjelasan biologis, perilaku dapat dikaitkan dengan daerah tertentu di otak dan kemungkinan disregulasi neurotransmitter tertentu. Beberapa penelitian mengaitkan munculnya kleptomania dengan disfungsi di lobus frontal otak. Dalam dua kasus yang dilaporkan, trauma tumpul ke lobus frontal mengakibatkan gejala fisik seperti pusing, gejala perilaku seperti agresi, dan gejala kognitif seperti kehilangan memori diikuti oleh kemunculan tiba-tiba hasrat terkait kleptomania. 

Baca juga: Orang dengan Kleptomania Sadar dengan Tindakannya?

Selain beberapa penyebab tersebut, terdapat berbagai faktor risiko yang berkontribusi terhadap kleptomania. Genetika dan biologi dapat menjelaskan sebagian penyebab dasar, yang meliputi:

  • Memiliki penyakit mental, termasuk gangguan bipolar, gangguan kecemasan, atau gangguan kepribadian.
  • Masalah dengan kadar serotonin yang rendah, menyebabkan peningkatan perilaku impulsif.
  • Hubungan dengan gangguan kecanduan, karena mencuri dapat melepaskan aliran dopamin yang menjadi kecanduan.
  • Ketidakseimbangan dalam sistem opioid otak, yang mengontrol desakan hasrat.
  • Riwayat keluarga kleptomania.
  • Memiliki jenis kelamin perempuan, karena dua pertiga dari orang yang didiagnosis kleptomania adalah perempuan.
  • Trauma kepala, seperti gegar otak.
  • Trauma psikologis, terutama trauma pada usia muda, juga dapat berkontribusi terhadap perkembangan kleptomania. Disfungsi keluarga juga dapat menyebabkan anak-anak mencuri yang dapat mendorong kecenderungan kleptomania ketika dikombinasikan dengan suasana hati atau gangguan kecanduan lainnya. 

Baca juga: Ketahui Perbedaan Pengidap Kleptomania dan Pencuri

Mungkinkah Dilakukan Perawatan?

Kleptomania sangat sulit diobati sendirian. Dibutuhkan pertolongan medis dan harus dijalani bagi sebagian besar yang mengalaminya. Perawatan biasanya melibatkan kombinasi psikoterapi dan obat-obatan yang dapat mengatasi pemicu dan penyebab. 

Terapi perilaku kognitif paling umum digunakan untuk mengobati kleptomania. Dengan jenis perawatan ini, ahli akan membantu kamu belajar untuk menghentikan perilaku yang merugikan ini dan mengatasi kognisi yang menyebabkannya. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Kleptomania.
Healthline. Diakses pada 2019. Stealing.