• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali 3 Penyebab Alergi Udara pada Anak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali 3 Penyebab Alergi Udara pada Anak

Kenali 3 Penyebab Alergi Udara pada Anak

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 16 September 2022

“Ada beberapa faktor lainnya yang dapat menjadi penyebab alergi udara pada anak. Salah satunya adalah sistem kekebalan anak yang belum optimal.”

Kenali 3 Penyebab Alergi Udara pada AnakKenali 3 Penyebab Alergi Udara pada Anak

Halodoc, Jakarta – Baru-baru ini, salah satu artis tanah air membagikan kabar kalau anak semata wayangnya mengalami alergi udara kotor. Anak dari artis tersebut mengalami alergi tersebut pasca pulang dari Los Angeles, Amerika Serikat. Anaknya mengalami batuk-batuk tak lama setelah diajak jalan-jalan di sekitar rumahnya, beberapa hari setelah tinggal di Jakarta. Namun, apa penyebab alergi udara pada anak? Yuk, ketahui informasinya di sini! 

Penyebab Alergi Udara pada Anak 

Nyatanya, ada beberapa faktor lainnya yang dapat menjadi penyebab alergi udara pada anak, seperti: 

1. Sistem kekebalan anak yang belum optimal 

Mengutip dari salah satu media daring nasional, dokter spesialis anak Lucia Nauli Simbolon dari Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita, menjelaskan kejadian alergi bayi pada anak memang cukup sering terjadi. Menurutnya alergi udara pada bayi juga dapat disebabkan oleh sistem kekebalan bayi yang belum optimal. Itulah sebabnya, meski mungkin orang tuanya tidak memiliki riwayat alergi tertentu, anak masih kemungkinan alami alergi.

“Keturunan itu hanya faktor risiko. Jadi orang tua yang punya bakat alergi, anaknya berisiko lebih besar untuk terjadinya alergi. Tapi anak dengan orang tua yang tidak punya bakat alergi, pasti beradaptasi juga. Kaya kita lagi travelling ke luar negeri yang lebih dingin pasti hidungnya agak mampet, itu juga bisa sebetulnya,” jelas dokter Lucia pada Rabu (14/9/2022).

Alergi juga tidak bisa dikatakan sembuh atau pun tidak, tetapi, kekambuhannya dapat dicegah. Selain itu, lanjut dokter Lucia, kekebalan tubuh anak juga akan semakin membaik seiring usianya bertambah.

“Bukan bisa sembuh, kita harus lakukan tes alergen untuk tahu kita sebetulnya alergi apa. Tapi seiring bertambahnya waktu, kalau bisa menghindari alergen, itu bisa berkurang karena sistem imun lebih matang. Semakin besar, sistem imun akan semakin matang,” ujarnya.

2. Alergen dari hewan

Alergen yang berasal dari hewan peliharaan seperti kucing dan anjing juga dapat menjadi pemicu alergi udara. Sebab, protein yang ada pada serpihan kulit, air liur, dan urine hewan peliharaan dapat memicu gejala alergi. Hal ini dapat terjadi meski seseorang tidak memiliki hewan peliharaan di rumah mereka. Masalah alergi ini terjadi ketika mengunjungi rumah orang lain yang memiliki hewan peliharaan, atau lingkungan yang sering dikunjungi hewan peliharaan. 

Selain itu, hewan peliharaan juga cenderung mengumpulkan alergen luar ruangan seperti serbuk sari pada bulunya. Di mana alergen ini dapat menyebabkan reaksi alergi karena menyebar melalui udara. 

3. Alergi udara dingin

Alergi terhadap udara dingin umumnya disebut sebagai kondisi cold urticaria. Kondisi ini ditandai dengan reaksi kulit terhadap udara dingin yang muncul dalam beberapa menit setelah paparan. Seseorang yang mengalami alergi dingin biasanya akan merasakan gatal-gatal. 

Bahkan, pada kasus yang parah, seseorang yang memiliki alergi ini juga dapat mengalami tekanan darah rendah, hingga pingsan, apabila berenang di air dingin. Kendati demikian, urtikaria dingin umumnya terjadi pada orang dewasa, dan jarang terjadi pada anak-anak. 

Itulah beberapa penyebab alergi udara pada anak. Mulai dari sistem kekebalan anak yang belum optimal, alergen yang berasal dari hewan, hingga alergi terhadap udara dingin. Hingga saat ini, belum ada obat yang secara efektif dapat menyembuhkan alergi. 

Meski begitu, gejalanya dapat diredakan dengan obat tertentu. Selain itu, alergi juga dapat dicegah kekambuhannya dengan cara menghindari kontak atau paparan dengan alergen. Karena itu, penting untuk melakukan tes alergen pada anak sedari dini, guna mengetahui kemungkinan alergi yang dimilikinya.

Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar alergi, atau memiliki keluhan kesehatan, segeralah hubungi dokter. Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa tanya dokter tepercaya untuk mendapatkan informasi atau saran medis yang tepat. Tentunya melalui fitur chat/video call secara langsung. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi: 
Suara. Diakses pada 2022. Alergi Udara Kotor Seperti Anak Nikita Willy, Bisakah Disembuhkan? Dokter Anak: Harus Tes Dulu. 
Very well Health. Diakses pada 2022. An Overview of Airborne Allergies. 
WebMD. Diakses pada 2022.How Weather Affects Allergies. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Cold urticaria.