• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali 4 Fakta Cacar Monyet yang Muncul di Inggris
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali 4 Fakta Cacar Monyet yang Muncul di Inggris

Kenali 4 Fakta Cacar Monyet yang Muncul di Inggris

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 11 Mei 2022

“Cacar monyet merupakan infeksi virus langka yang ditularkan dari hewan liar ke manusia. Penyakit ini menimbulkan gejala yang mirip cacar, hanya saja tidak terlalu parah dan bisa sembuh dengan sendirinya.”

Kenali 4 Fakta Cacar Monyet yang Muncul di Inggris

Halodoc, Jakarta – Baru-baru ini Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mengkonfirmasi kasus cacar monyet pada seseorang yang baru saja melakukan perjalanan dari Nigeria. Cacar monyet sendiri merupakan infeksi virus langka yang masih terkait dengan cacar. 

Kabar baiknya sampai saat ini cacar monyet belum ditemukan di Indonesia. Namun, hal itu bukan berarti kita tidak perlu mewaspadai penyakit tersebut. Yuk, ketahui beberapa fakta mengenai cacar monyet yang muncul di Inggris di sini. 

Fakta Cacar Monyet

Cacar monyet atau monkeypox adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui binatang (zoonosis). Penyakit tersebut pertama kali ditemukan pada tahun 1958 di Denmark, di mana terdapat dua kasus yang mirip cacar muncul pada koloni kera yang dipelihara untuk penelitian. Itulah mengapa cacar ini dinamakan cacar monyet atau monkeypox

Namun, tidak hanya dari kera saja, di Afrika, monkeypox juga ditemukan pada banyak spesies hewan. Seperti tikus Gambia dan tupai. Inang utama dari virus ini adalah rodent (tikus). 

Berikut beberapa fakta mengenai cacar monyet yang perlu kamu ketahui:

1. Bisa Menular Melalui Berbagai Cara

Karena tergolong penyakit zoonosis, virus cacar monyet biasanya ditularkan ke manusia dari hewan liar, seperti hewan pengerat dan primata. Penularan tersebut bisa terjadi melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh atau lesi kulit hewan yang terkontaminasi (gigitan atau cakaran), atau mengonsumsi daging hewan liar yang terkontaminasi. 

Meskipun jarang terjadi, cacar monyet juga bisa menular dari satu orang ke orang lain. Penularan antar manusia bisa terjadi bila melakukan kontak dengan luka, cairan tubuh, tetesan pernapasan atau barang yang terkontaminasi dengan orang yang terinfeksi, seperti tempat tidur.

2. Gejalanya Mirip Cacar

Gejala cacar monyet biasanya baru muncul 6-16 hari kemudian setelah terinfeksi virus, tapi masa inkubasinya bisa berkisar dari 5-21 hari. Penyakit yang ditularkan oleh hewan tersebut bisa menimbulkan gejala awal yang mirip smallpox, hanya saja tidak terlalu parah. Gejala awal cacar monyet antara lain demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot dan lemas. 

Nah, perbedaan monkeypox dengan smallpox terletak pada gejala limfadenopati. Pada monkeypox ada gejala limfadenopati, sedangkan pada smallpox tidak ada. Limfadenopati bisa dirasakan di leher, ketiak atau selangkangan. 

Dalam 1-3 hari setelah gejala awal tersebut, pengidap akan memasuki fase erupsi berupa munculnya ruam atau lesi pada kulit.  Ruam ini biasanya dimulai dari wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya secara bertahap. 

Ruam atau lesi pada kulit ini berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras atau keropeng lalu rontok. Biasanya diperlukan waktu hingga 3 minggu sampai periode lesi tersebut menghilang dan rontok.

3. Bisa Sembuh Sendiri Tanpa Pengobatan

Cacar monyet biasanya bisa sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung 2-3 minggu. Tidak ada pengobatan spesifik untuk cacar monyet, jadi perawatan yang diberikan hanya bertujuan untuk meredakan gejalanya saja. Namun, pengidap cacar monyet biasanya perlu dirawat di ruang isolasi untuk mencegah penularan terutama pada fase erupsi.

4. Bisa Dicegah dengan Berbagai Cara

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah cacar monyet, antara lain:

  • Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan dengan air dan sabun, atau menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.
  • Hindari kontak langsung dengan tikus atau primata dan batasi pajanan langsung dengan darah atau daging yang tidak dimasak dengan baik.
  • Jangan melakukan kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau barang-barang yang terkontaminasi, seperti tempat tidur atau pakaian yang sudah dipakai pengidap.
  • Hindari kontak dengan hewan liar atau mengkonsumsi daging yg diburu dari hewan liar (bush meat).

Bila kamu baru kembali dari perjalanan keluar negeri dan mengalami gejala-gejala demam tinggi yang mendadak, pembesaran kelenjar getah bening dan ruam kulit, dalam waktu kurang dari 3 minggu setelah kepulangan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Kamu juga bisa  tanya dokter mengenai gejala kesehatan yang kamu alami dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Itulah fakta cacar monyet yang perlu diketahui. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Referensi:
Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2022. Frequently Asked Question (FAQ) Monkeypox.
World Health Organization. Diakses pada 2022. Monkeypox.