• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali 4 Manfaat Keratin dan Risikonya bagi Rambut
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali 4 Manfaat Keratin dan Risikonya bagi Rambut

Kenali 4 Manfaat Keratin dan Risikonya bagi Rambut

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 05 Agustus 2022

“Perawatan keratin diklaim memberikan segudang manfaat untuk kesehatan rambut. Namun, kamu juga perlu waspada terhadap risiko efek sampingnya.”

Kenali 4 Manfaat Keratin dan Risikonya bagi RambutKenali 4 Manfaat Keratin dan Risikonya bagi Rambut

Halodoc, Jakarta – Keratin adalah sejenis protein yang terkandung dalam kulit, rambut, organ dan kelenjar. Elemen ini terbentuk secara alami di sel-sel tubuh manusia, tetapi bisa juga diperoleh dari bulu dan tanduk hewan.

Protein tersebut sering dimanfaatkan untuk perawatan rambut karena sifatnya yang tidak mudah robek. Perawatan keratin umumnya bertujuan untuk membuat rambut lebih lurus, berkilau, tidak mudah rontok, serta:

1. Menghaluskan rambut

Keratin bekerja dengan memperhalus sel-sel di tempat tumbuhnya rambut (folikel) supaya tidak mudah kusut. Ujung rambut yang bercabang juga bisa diperbaiki melalui perawatan ini. Meski begitu, manfaatnya hanya bertahan 2-6 bulan. 

2. Menjaga kelembapan kulit kepala

Kamu tidak disarankan untuk keramas terlalu sering setelah menjalani perawatan. Sering melakukannya justru bisa menurunkan minyak alami sehingga menurunkan kelembapan kulit kepala. Keramasi rambut 2-3 kali seminggu saja sudah cukup.

3. Rambut lebih mudah diatur

Sifatnya yang melembutkan membuat rambut lebih mudah diatur. Manfaat tersebut akan sangat terasa pada rambut yang keriting dan tebal. 

4. Mengeringkan rambut lebih cepat

Setelah keramas, seseorang seringkali ingin cepat-cepat mengeringkan rambut. Nah, keratin punya keunggulan ini sehingga kamu tak perlu menggunakan hair dryer.

5. Mendukung pertumbuhan rambut

Keratin mampu meminimalisir kerontokan, sehingga rambut bisa tumbuh rambut lebih cepat.

Efek Samping Perawatan Keratin

Walaupun perawatan ini menghasilkan dampak positif, tetap ada efek samping yang perlu kamu waspadai.

1. Mengandung formaldehida

Sebagian besar perawatan keratin mengandung formaldehida. Senyawa kimia itu bisa berbahaya ketika tidak sengaja terhirup. Hasil penyelidikan oleh Environmental Working Group, banyak perusahaan yang seolah menyembunyikan fakta ini untuk kepentingan produk keratin miliknya. 

2. Biayanya mahal

Satu kali perawatan di salon bisa mencapai jutaan rupiah. Walaupun bisa dilakukan di rumah, hasilnya tidak bertahan lama seperti di salon. 

3. Pemeliharaannya sulit

Maintaining perawatan keratin cenderung sulit karena kamu tidak dianjurkan sering keramas. Hal tersebut kerap menjadi persoalan sebagian orang, terutama perenang. Berenang di air yang diklorinasi atau air asin juga bisa mengurangi efek keratin. 

Pemakaian sampo dan kondisioner yang mengandung natrium klorida dan sulfat juga tidak dianjurkan. Sebab, keduanya mampu menghilangkan keratin. 

Paparan kimiawi dari perawatan ini berisiko membahayakan kesehatan ibu hamil dan menyusui. Itu sebabnya, mereka disarankan tidak melakukan perawatan ini.

Jenis Perawatan Keratin

1. Perawatan di salon

Krim yang mengandung formaldehida dioleskan ke rambut. Setelah di diamkan beberapa saat, rambut akan dikeringkan dan diluruskan. Setelah prosedurnya selesai, kamu disarankan tidak membasahi rambut selama beberapa hari. Perawatan di salon diklaim mampu bertahan selama 12 minggu.

2. Sampo dan kondisioner

Efek sampo dan kondisioner yang mengandung keratin tidak se-dahsyat perawatan salon. Namun, jenis perawatan ini tetap bisa mencegah kerusakan akibat pewarnaan rambut dan pemakaian catok serta hair dryer. 

3. Suplemen keratin

Manfaat keratin juga bisa kamu dapatkan melalui suplemen. Namun, kamu perlu berhati-hati terhadap efek sampingnya. Sebab, penggunaan suplemen secara berlebihan bisa memicu penumpukan protein di dalam tubuh.

Jika kamu mengalami masalah kesehatan, sebaiknya segera temui dokter. Kalau kamu berencana mengunjungi rumah sakit, buat janji rumah sakit melalui aplikasi Halodoc supaya lebih mudah dan praktis,. Jangan tunda untuk memeriksakan diri sebelum kondisinya semakin memburuk. Download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. Pros and Cons of Keratin Treatments.Healthline. Diakses pada 2022. What Is Keratin?.