09 May 2018

Kenali 5 Gejala Alergi Kondom Berikut Ini

Kenali 5 Gejala Alergi Kondom Berikut Ini

Halodoc, Jakarta – Meskipun kondom adalah alat kontrasepsi paling populer karena kemudahannya, ternyata enggak semua orang punya kenyamanan yang sama dalam menggunakan kondom berbahan dasar lateks. Beberapa orang memiliki kulit yang sensitif terhadap lateks. Gejalanya mulai dari gatal hingga berisiko kematian. Cukup mengejutkan bukan?

Alergi kondom lateks ini terjadi karena sensitivitas kulit yang terlalu tinggi terhadap bahan protein dalam cairan yang diekstrak dari pohon karet. Mereka yang mempunyai kecenderungan alergi terhadap tomat, alpukat, pisang, melon, dan kiwi ternyata memiliki kesempatan lebih tinggi terhadap alergi kondom lateks. Yuk, kenali 5 gejala alergi kondom lateks berikut ini.

(Baca juga: Bahaya Menggunakan Kondom Kedaluwarsa)

  1. Ruam

Ruam bisa terjadi dalam waktu 8 jam setelah kulit kontak langsung dengan kondom berbahan lateks. Ruam akan disertai gatal dan warna kulit berubah menjadi kemerahan.

  1. Sensasi terbakar

Efek lain yang ditimbulkan kondom berbahan lateks adalah menyebabkan sensasi terbakar dalam Miss V, Mr. P atau kulit yang bersentuhan dengan kondom.

  1. Gatal

Gatal adalah gejala paling umum akibat alergi kondom lateks. Bisa yang ringan atau yang berat. Pada laki-laki, rasa gatal bisa terjadi pada sekitar batang Mr. P dan pangkal paha. Sedangkan pada perempuan rasa gatal terjadi di sekitar Miss V dan vulva.

Jika rasa gatal ini berkelanjutan, kamu bisa langsung tanyakan solusinya kepada dokter ahli di aplikasi Halodoc melalui Video/Voice Call atau Chat dan bisa langsung pesan obat tanpa harus keluar rumah. Pesananmu akan diantar dalam waktu satu jam.

  1. Melepuh

Terlalu lama melakukan kontak dengan kondom lateks juga bisa menyebabkan kulit melepuh. Air lepuhannya bisa jadi sangat menyakitkan. Meskipun begitu ini bisa jadi merupakan indikasi sistem kekebalan tubuh yang mencoba bertahan terhadap efek lateks dalam kondom.

  1. Anafilaksis

Dampak alergi terhadap kondom yang paling parah adalah anafilaksis. Alergi ini segera memerlukan bantuan medis karena menyebabkan gangguan pernapasan, pembengkakan di bibir, lidah, atau tenggorokan, serta nyeri dada atau detak jantung yang cepat. Penanganan anafilaksis yang terlambat bisa menyebabkan kematian akibat penyempitan saluran udara.

(Baca juga: 5 Mitos Penggunaan Kondom yang Keliru)

Orang yang alergi kondom lateks bisa memilih menggunakan kondom sintetis dari poliuretan atau memilih alat kontrasepsi lainnya kok. Enggak perlu khawatir. Kalau kamu penasaran apakah kamu alergi terhadap kondom lateks, kamu bisa cek laboratorium di Halodoc. Yuk, unduh Halodoc di ponsel kamu melalui Play Store dan App Store sekarang.