Kenali 5 Jenis Parasit yang Rentan Menyerang Anak

Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   27 September 2021
Kenali 5 Jenis Parasit yang Rentan Menyerang AnakKenali 5 Jenis Parasit yang Rentan Menyerang Anak

“Trigliserida yang tinggi dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan, salah satunya penyakit jantung. Beberapa faktor yang meningkatkan kadar trigliserida antara lain pola makan yang tidak sehat, jarang olahraga, malas bergerak, berat badan berlebih, merokok dan kebiasaan konsumsi alkohol.”

Halodoc, Jakarta – Mendengar soal trigliserida pasti tidak jauh kaitannya dengan penyakit kolesterol. Trigliserida adalah jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Jika kadarnya normal, trigliserida punya manfaat yang amat besar dalam pembentukan energi. Namun, saat kadarnya terlalu tinggi, pengidapnya berisiko mengidap masalah kesehatan, salah satunya sindrom metabolik. 

Sindrom metabolik adalah kombinasi dari tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, terlalu banyak lemak di sekitar pinggang, rendahnya kadar HDL dan tingginya kadar trigliserida. Sindrom metabolik pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Lantas, faktor apa saja yang bisa meningkatkan kadar trigliserida? Supaya kamu lebih waspada, simak penjelasan berikut.

Baca juga: Infeksi Cacing Kremi pada Anak, Ini 7 Tandanya

Waspadai Parasit pada Anak

Parasit pada anak tidak boleh disepelekan, sebab infeksi parasit bisa memicu gejala penyakit. Ada beberapa jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit pada anak, di antaranya: 

1. Giardiasis

Giardiasis terjadi karena infeksi parasit Giardia lamblia dan menyebabkan gangguan pencernaan pada anak. Parasit penyebab penyakit ini bisa masuk ke dalam tubuh saat anak mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi. Giardiasis juga bisa disebabkan oleh kontak langsung dengan orang yang sebelumnya sudah terinfeksi. Giardiasis tidak boleh disepelekan, sebab kondisi ini bisa menyebabkan anak mengalami diare hingga gangguan tumbuh kembang. 

2. Cacing Kremi

Anak-anak juga rentan mengalami infeksi cacing kremi. Parasit ini berukuran kecil dan menyerang usus besar manusia. Di dalam tubuh manusia, cacing kremi bisa berkembang biak, kemudian menimbulkan gejala seperti nyeri, gatal, hingga muncul ruam pada anus. Penularan parasit ini bisa terjadi akibat kontak langsung dengan orang yang sudah terinfeksi atau menggunakan barang yang terkontaminasi.

Baca juga: Menjaga Kebersihan Bisa Mencegah Giardiasis pada Anak

3. Kriptosporidiosis

Parasit pada anak yang juga harus diwaspadai adalah Cryptosporidium parvum. Parasit ini bisa memicu kriptosporidiosis penyebab diare berkepanjangan pada anak-anak. Parasit bisa masuk ke tubuh saat anak meminum air yang sudah terkontaminasi, misalnya air kolam atau air minum. 

4.Kutu Rambut 

Anak-anak rentan mengalami kutuan alias kutu rambut. Ternyata, kondisi ini juga disebabkan oleh parasit. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan istilah pediculosis capitis. Kutu rambut bisa menyebabkan anak mengalami kulit kepala gatal dan memberi rasa tidak nyaman. Penularan parasit pada anak terjadi melalui kontak dengan kepala orang lain yang memiliki kutu rambut. 

5. Toksoplasmosis 

Hewan peliharaan juga bisa menjadi pemicu ditemukannya parasit pada anak. Toksoplasmosis adalah infeksi pada manusia yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Parasit ini disebarkan oleh hewan peliharaan, biasanya melalui kotoran. Parasit penyebab toksoplasmosis juga sering ditemukan pada daging yang belum matang. Parasit ini menular dari hewan ke manusia, bukan dari manusia ke manusia. Namun, ibu hamil yang terinfeksi parasit penyebab toksoplasmosis bisa menularkannya pada bayi yang dilahirkan.

Bagaimana Mencegah Infeksi Parasit pada Anak?

Kebanyakan parasit pada anak menyerang ketika Si Kecil berada di luar rumah atau melakukan aktivitas di tempat umum. Maka dari itu, ayah dan ibu bisa menurunkan risiko terjadinya infeksi dengan selalu memastikan anak mengonsumsi air ataupun makanan yang bersih. Selain itu, selalu minta Si Kecil untuk rutin mencuci tangan, mandi, atau membersihkan tubuh setelah bermain di luar rumah.

Melansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), salah satu cara tepat mencegah penyakit parasit ini adalah dengan mengajari anak-anak pentingnya mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun dan air yang mengalir, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum makan.

Di banyak negara berkembang, penting juga untuk memastikan kotoran dibuang dengan benar, menghindari berjalan tanpa alas kaki di luar ruangan, tidur di bawah kelambu dan menghindari paparan air yang tercemar parasit.

Pemberian obat massal secara berkala untuk infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah, schistosomiasis, onchocerciasis, dan filariasis limfatik juga dapat sangat mengurangi infeksi parasit dan penyakit yang ditimbulkannya.

Baca juga: Toksoplasma di Awal Kehamilan Waspada Dampaknya

Selain menerapkan pencegahan di atas, vitamin juga amat penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh Si Kecil. Ibu tak perlu repot pergi ke apotek, melalui Halodoc vitamin yang dibutuhkan Si Kecil bisa dibeli di toko kesehatan. Tinggal klik, lalu pesanan akan diantar ke tempat tujuan. Yuk, download aplikasinya sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Parasitic Infections in Children.
Nabta Health. Diakses pada 2021. 5 Parasites That Infect Children.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Cryptosporidium Infection.
KidsHealth. Diakses pada 2021. Toxoplasmosis.
KidsHealth. Diakses pada 2021. Infections: Giardiasis.
Healthline. Diakses pada 2021. Giardiasis.

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan