• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali 6 Pilihan Penanganan untuk Mengatasi Kwashiorkor pada Anak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali 6 Pilihan Penanganan untuk Mengatasi Kwashiorkor pada Anak

Kenali 6 Pilihan Penanganan untuk Mengatasi Kwashiorkor pada Anak

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 06 Desember 2022

“Penanganan kwashiorkor pada anak tidak sesederhana memberikan mereka banyak makan, melainkan pemberian makan kembali perlu dilakukan secara perlahan dan bertahap. Selain itu, berbagai perawatan juga bisa dilakukan untuk mengatasi dampak kwashiorkor pada tubuh anak.”

Kenali 6 Pilihan Penanganan untuk Mengatasi Kwashiorkor pada AnakKenali 6 Pilihan Penanganan untuk Mengatasi Kwashiorkor pada Anak

Halodoc, Jakarta – Kwashiorkor adalah salah satu jenis busung lapar yang disebabkan oleh kekurangan asupan protein. Kondisi tersebut sering kali ditandai dengan perut yang terlihat kembung akibat retensi cairan.

Kwashiorkor paling sering terjadi pada anak-anak, terutama bila mereka tidak mendapatkan nutrisi yang cukup segera setelah mereka berhenti menyusui. Bila seorang anak mengalami jenis busung lapar ini, ia perlu mendapatkan perawatan medis segera. Simak pilihan penanganan yang bisa dilakukan untuk mengatasi kwashiorkor di sini.

Pahami Kwashiorkor dan Penyebabnya

Kwashiorkor adalah kondisi yang terjadi saat tubuh kekurangan protein yang parah. Protein merupakan nutrisi yang menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Bila jumlah nutrisi tersebut kurang, cairan bisa berpindah ke area tubuh yang tidak seharusnya dan menumpuk di jaringan. Ketidakseimbangan cairan di dinding kapiler bisa menyebabkan retensi cairan atau edema. 

Penyebab kwashiorkor belum diketahui secara pasti, tapi para ahli sudah mengaitkannya dengan pola makan yang sebagian besar terdiri dari jagung, singkong, atau beras. Kurangnya makanan dengan antioksidan juga bisa berkontribusi.

Kwashiorkor biasanya terjadi setelah anak berhenti menyusu, dan sebelum mereka mencapai usia empat tahun. Hal itu mungkin karena anak tidak lagi mendapatkan nutrisi dan protein yang sama dari makanannya. Kwashiorkor paling umum di daerah dengan persediaan makanan yang rendah dan tingkat kekurangan gizi yang tinggi.

Ada juga kasus kwashiorkor akibat gangguan makan, seperti anoreksia, dan pada orang dewasa yang lebih tua. Menurut University of Florida Health, banyak orang di panti jompo kekurangan protein dalam makanan mereka.

Waspadai Gejalanya

Anak-anak dengan kwashiorkor sering kali memiliki lemak tubuh yang sangat sedikit, tapi tidak selalu demikian. Edema (pembengkakan) bisa menutupi betapa kecilnya tubuh seorang anak. Jadi, anak yang mengidap kwashiorkor mungkin tampak montok, tapi penampilan tersebut sebenarnya pembengkakan karena cairan, bukan karena lemak atau otot.

Gejala umum kwashiorkor lainnya termasuk:

  • Perut yang membesar (buncit).
  • Hilangnya massa otot.
  • Mengalami infeksi biasa atau yang lebih serius yang sulit sembuh.
  • Bercak merah dan meradang pada kulit yang menggelap dan mengelupas atau pecah.
  • Rambut kering, rapuh yang mudah rontok dan mungkin kehilangan warnanya.
  • Kegagalan untuk tumbuh tinggi.
  • Kelelahan atau lekas marah.
  • Kuku bergerigi atau retak.

Kwashiorkor bisa berakibat fatal jika dibiarkan terlalu lama karena anak-anak menjadi sangat rentan terhadap infeksi.

Pilihan Penanganan Kwashiorkor

Meskipun kwashiorkor adalah kondisi yang terkait kekurangan nutrisi, tapi hanya memberi makan anak tidak akan mengatasi semua kekurangan dan efek dari kondisi tersebut.

Bila seorang anak sudah mengalami kekurangan protein dan nutrisi yang cukup lama, mereka akan kesulitan untuk makan. Oleh karena itu penting untuk memperkenalkan kembali makanan dengan hati-hati untuk menghindari sindrom refeeding.

Sindrom refeeding adalah perubahan cairan dan elektrolit yang berpotensi fatal, yang terjadi akibat pemberian makan ulang yang cepat pada seseorang yang kekurangan gizi.

Banyak anak dengan kwashiorkor juga akan mengalami intoleransi laktosa. Akibatnya, mereka mungkin perlu menghindari produk susu atau mengonsumsi enzim agar tubuhnya bisa menerima susu.

Berikut beberapa penanganan yang bisa dilakukan untuk mengatasi kwashiorkor:

1. Mengatasi atau mencegah glukosa darah rendah dengan memberikan asupan gula atau karbohidrat.

2. Menjaga tubuh anak tetap hangat dengan mengenakan pakaian yang cukup tebal atau menyelimutinya. Hal ini karena kwashiorkor bisa mempersulit produksi panas tubuh.

3. Mengobati dehidrasi dengan memberi anak larutan rehidrasi yang diformulasikan secara khusus.

4. Bila anak terkena infeksi, maka pemberian antibiotik bisa dilakukan. 

5. Mengobati kekurangan vitamin dan mineral dengan memberikan suplemen vitamin, yang biasanya disertakan dalam susu khusus atau dalam sejenis makanan terapi siap pakai (RUTF). Makanan ini biasanya terdiri dari selai kacang, susu skim kering, mineral dan vitamin. Makanan ini biasanya bisa dimakan langsung dari kemasannya dan memberikan nutrisi yang tepat untuk pemulihan.

6. Secara perlahan memperkenalkan makanan dalam jumlah kecil, kemudian secara bertahap meningkatkan jumlah makanannya. Pengenalan kembali makanan mungkin membutuhkan waktu seminggu atau lebih untuk mencapai kondisi stabil dan aman.

Bila anak mengalami kwashiorkor yang parah, ia mungkin perlu dirawat di rumah sakit. Pemberian makanan melalui selang atau infus kadang-kadang diperlukan bila ia tidak bisa menelan, atau tidak bisa makan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya. Selang plastik tipis bisa dilewatkan melalui hidung dan tenggorokan anak, hingga mencapai perut atau usus kecilnya.

Itulah beberapa penanganan untuk mengatasi kwashiorkor. Untuk Untuk cek obat dan vitamin yang dibutuhkan anak, gunakan saja aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play untuk mendapatkan solusi kesehatan terlengkap dengan mudah.

Referensi:
National Health Service. Diakses pada 2022. Kwashiorkor.
Medical News Today. Diakses pada 2022. Why does malnutrition cause stomach bloating?.
WebMD. Diakses pada 2022. What Is Kwashiorkor?