• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali 7 Gejala Kadar Trombosit Menurun

Kenali 7 Gejala Kadar Trombosit Menurun

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Kenali 7 Gejala Kadar Trombosit Menurun

Halodoc, Jakarta – Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan kadar trombosit alias jumlah keping darah menurun. Kondisi ini ditandai dengan angka pemeriksaan trombosit di bawah nilai normal. Selain itu, kadar trombosit rendah alias trombositopenia juga bisa dikenali melalui beberapa gejala yang muncul. Apa saja gejala yang bisa menjadi tanda penyakit ini?

Sebelumnya perlu diketahui, trombosit memiliki peran yang penting dalam menghentikan perdarahan, terutama saat terjadi luka atau kerusakan di pembuluh darah. Saat kadar trombosit menurun, darah akan sulit membeku, sehingga bisa terjadi perdarahan berkepanjangan. Maka dari itu, penting untuk menjaga dan memastikan jumlah keping darah selalu normal. 

Baca juga: Kadar Trombosit Normal dalam Tubuh

Gejala Trombosit Rendah

Kondisi di mana kadar trombosit menurun atau menjadi rendah disebut dengan istilah trombositopenia. Dalam kondisi normal, jumlah trombosit di dalam darah adalah sekitar 150.000–450.000 sel per mikroliter darah. Seseorang bisa dikatakan mengalami trombositopenia jika jumlah trombosit kurang dari 150.000. Hal ini bisa menyebabkan pengidapnya mudah mengalami perdarahan. 

Pada kondisi yang ringan, penurunan jumlah keping darah biasanya tidak menimbulkan gejala tertentu. Namun, kadar keping darah yang terus menurun semakin lama bisa memicu gejala utama berupa perdarahan, baik yang terlihat dari luar maupun perdarahan pada organ dalam tubuh. Perdarahan yang terjadi pada organ dalam lebih sulit dideteksi dan biasanya memicu gejala yang bervariasi. 

Ada beberapa gejala umum yang bisa menjadi tanda kondisi ini, di antaranya:

  1. Sering memar atau lebam.
  2. Mengalami perdarahan yang sulit berhenti.
  3. Mimisan.
  4. Gusi berdarah.
  5. Darah menstruasi yang keluar lebih banyak dari biasanya.
  6. BAB disertai darah.
  7. Hematuria.
  8. Muntah darah. 

Selain mengenal gejalanya, penting juga untuk mengetahui apa saja penyebab kadar trombosit menurun. Penurunan trombosit bisa terjadi secara berkepanjangan atau sementara Berikut beberapa penyebabnya!

Baca juga: Yang Terjadi Jika Trombosit Darah di Tubuh Rendah

Penyebab Trombosit Menurun Sementara

Penurunan kadar keping darah bisa berlangsung sementara, biasanya kondisi ini disebabkan oleh penyakit DBD, infeksi virus, preeklamsia, leukemia, serta efek samping dari konsumsi obat tertentu. Selain itu, kondisi ini juga bisa muncul sebagai efek samping dari radioterapi atau riwayat penyakit tertentu, seperti sindrom hemolitik uremik. 

Sementara trombositopenia yang berkepanjangan bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti mengidap penyakit liver, anemia aplastik, kelainan genetik, hingga Kebiasaan mengonsumsi dalam jangka panjang atau kecanduan. Jika mengalami kondisi ini, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat, terutama saat sudah muncul gejala parah. 

Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk mencari dan menemukan rumah sakit terdekat yang bisa dikunjungi. Download aplikasi Halodoc kemudian atur lokasi untuk mendapatkan daftar rumah sakit rekomendasi. Aplikasi Halodoc juga bisa digunakan untuk membuat janji temu dengan dokter, sehingga masalah kesehatan yang dialami bisa dengan cepat ditangani.

Penanganan yang Bisa Dilakukan

Penanganan medis perlu segera dilakukan jika perdarahan muncul tanpa didahului cedera. Jangan menunda pergi ke rumah sakit jika perdarahan mendadak yang muncul tidak kunjung berhenti sebab hal ini bisa menyebabkan terjadinya syok yang berakibat fatal. Gejala syok akibat perdarahan adalah pandangan berubah gelap, jantung berdebar, serta keringat dingin. 

Baca juga: Tingkatkan Jumlah Trombosit dengan 7 Makanan Ini

Bagi pengidap penyakit tertentu yang bisa memicu penurunan jumlah trombosit, seperti anemia aplastik, pastikan untuk selalu rutin melakukan pemeriksaan ke dokter. Dengan begitu, kondisi tubuh akan terpantau dengan baik dan risiko munculnya gejala yang berbahaya bisa dihindari. Jika tidak ditangani dengan tepat, ada risiko terjadi perdarahan pada otak yang ditandai dengan sakit kepala hebat atau gangguan saraf.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Thrombocytopenia (Low Platelet Count).
Healthline. Diakses pada 2021. Low Platelet Count (Thrombocytopenia).
Patient. Diakses pada 2021. Thrombocytopenia and Platelet Function Disorders.