• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali 7 Tanda Orangtua Narsistik yang Sering Tidak Disadari

Kenali 7 Tanda Orangtua Narsistik yang Sering Tidak Disadari

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Kenali 7 Tanda Orangtua Narsistik yang Sering Tidak Disadari

Halodoc, Jakarta - Seberapa jauh kamu mengenal tentang gangguan kepribadian narsistik? Orangtua narsistik biasanya memandang kemandirian anak (termasuk anak yang telah dewasa) sebagai ancaman, hingga memaksa anak untuk ada dalam bayang-bayang orangtuanya. Mereka juga sering menaruh harapan yang tidak masuk akal pada anaknya. Seringnya, dalam pola asuh orangtua narsistik, anak jarang dicintai hanya karena mereka menjadi dirinya sendiri. 

Banyak orangtua yang ingin memamerkan anak-anak mereka, memiliki harapan yang tinggi, terkadang bersikap tegas, dan menginginkan anak membuat orangtuanya bangga. Orangtua narsistik menganggap bahwa keturunannya ada hanya untuk melayani kebutuhan pribadinya sendiri.

Baca juga: Jangan Salah Paham dengan Ekstrovert, Ini Faktanya

Tanda Orangtua Narsistik yang Perlu Disadari

Bagaimana kamu tahu bahwa ternyata kamu adalah seorang orangtua yang narsis atau memiliki orangtua yang narsis? Psychology Today mengungkapkan, beberapa orangtua mungkin menunjukkan beberapa sifat tertentu dan terkadang tidak menganggap hal tersebut menjadi masalah. Berikut tanda yang perlu diketahui:

  • Cenderung Mengatur Anak

Kebanyakan orangtua ingin anaknya berhasil. Namun, orangtua narsistik menaruh harapan bukan untuk kebaikan anak, tetapi untuk memenuhi keinginannya sendiri. Orangtua narsistik membesarkan anaknya hanya untuk menjadi perpanjangan dari keinginan pribadi orangtua. Mereka tidak mau mendengarkan keinginan atau harapan anaknya. Akhirnya, anak tidak bisa menjadi dirinya sendiri. 

  • Merasa Terancam karena Anak

Beberapa orangtua narsistik merasa terancam oleh potensi dan keberhasilan anak, karena dianggap menantang harga diri orangtua. Konsekuensinya, seorang ibu atau ayah narsistik dapat melakukan upaya bersama untuk menjatuhkan anak, sehingga tetap merasa superior.

Contohnya termasuk memberikan penilaian dan kritik yang tidak masuk akal, membanding-bandingkan anak, dan tidak membanggakan kesuksesan atau prestasi yang diperoleh anak. Orangtua narsistik juga cenderung menurunkan kepercayaan diri anak. 

Baca juga: Yuk, Tebak Kepribadian Berdasarkan Jenis Kopi

  • Bersikap Superior

Banyak orangtua narsistik yang membangun citra dirinya secara keliru, dengan perasaan sombong tentang siapa mereka dan apa yang mereka lakukan. Beberapa anak dari orangtua narsistik diobjektifikasi dengan cara yang sama, sementara beberapa anak lainnya diajarkan untuk memiliki superioritas palsu.

Misalnya saja dengan mengatakan, “Kami lebih baik daripada mereka.” Anak diajarkan untuk selalu merasa berhak didasarkan pada alasan yang dangkal, egois, dan material, yang didapatkan dengan mengorbankan kemanusiaan. Seseorang menjadi lebih “unggul” dengan menjadi kurang manusiawi.

  • Suka Pamer

Banyak orangtua narsistik yang suka menunjukkan kepada orang lain betapa “istimewanya” mereka. Mereka menikmati sikap pamer yang dianggap disposisi superior, baik itu harta benda, penampilan fisik, proyek dan prestasi, latar belakang, dan sebagainya. Mereka berusaha untuk mencari perhatian dan pujian yang meningkatkan ego. 

  • Tidak Fleksibel dan Sensitif

Orangtua narsistik tertentu sangat kaku dalam perilaku anak-anaknya. Mereka sangat mengatur anak dan bisa menjadi sangat marah ketika anak melakukan kesalahan, sekecil apa pun itu. Salah satu alasan orangtua narsistik bersikap demikian karena keinginan untuk mengendalikan anak.

Baca juga: Karakter yang Bikin Dijauhi Banyak Orang

  • Kurang Rasa Empati

Salah satu manifestasi paling umum dari ayah atau ibu narsis adalah tidak mampu untuk memberikan perhatian pada pikiran dan perasaan anaknya sendiri. Orangtua narsis hanya mementingkan apa yang menjadi keuntungannya sendiri.

Perlu ayah dan ibu ketahui, bahwa anak tidak akan tumbuh dengan mandiri dan kepercayaan diri apabila dibesarkan oleh orangtua yang narsistik. Anak justru cenderung mengalami masalah mental.

Sebaiknya, hindari menjadi orangtua narsistik demi kebaikan dan masa depan anak. Jika ayah dan ibu ingin tahu lebih banyak mengenai pola asuh anak yang baik, orangtua dapat berdiskusi dengan psikolog melalui aplikasi Halodoc. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2020. 10 Signs of a Narcissistic Parent
Prevention. Diakses pada 2020. The 5 Telltale Signs You Were Raised by a Narcissist