Kenali 8 Pengobatan Necrotizing Enterocolitis pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kenali 8 Pengobatan Necrotizing Enterocolitis pada Bayi

Halodoc, Jakarta – Pengobatan seperti apa yang bisa dilakukan jika bayi mengidap Necrotizing Enterocolitis? Jika usus belum berlubang dan hanya sebagian kecil dari usus yang terpengaruh, biasanya jenis perawatan medis bisa dilakukan sebelum akhirnya melakukan pengobatan bedah. 

Necrotizing Enterocolitis adalah penyakit gastrointestinal yang melibatkan infeksi dan peradangan, sehingga menyebabkan kerusakan dan kematian sel di beberapa atau semua usus. Untuk mengetahui jenis pengobatan terbaik yang dilakukan untuk kondisi Necrotizing Enterocolitis pada bayi, baca lebih lanjut di sini!

Baca juga: Bayi Lahir Prematur Berisiko Alami Gangguan Kesehatan Ini

Jenis Pengobatan Necrotizing Enterocolitis

Ada beberapa jenis pengobatan yang sejatinya bisa dilakukan sebelum akhirnya pilihan jatuh pada pembedahan, pengobatan tersebut, yaitu: 

  1. Menghentikan semua pemberian makan oral secara teratur. Jadinya bayi menerima nutrisi melalui kateter intravena (IV).

  2. Penempatan tabung nasogastrik memanjang dari hidung ke lambung. Tabung ini berguna untuk menyedot udara dan cairan dari perut dan usus bayi, sehingga menghilangkan pembengkakan dan ketidaknyamanan.

  3. Menerapkan terapi antibiotik.

  4. Melakukan pengecekan apakah terdapat darah pada kotoran.

  5. Melakukan pemeriksaan tes darah secara rutin untuk mendeteksi tanda-tanda awal infeksi dan ketidakseimbangan dalam kimia tubuh.

  6. Jika pembengkakan perut mengganggu pernapasan, berikan oksigen atau pernapasan yang dibantu secara mekanis.

  7. Pada kasus yang parah, transfusi trombosit dan sel darah merah mungkin diperlukan.

Jika seorang anak tidak menanggapi perawatan medis atau jika usus berlubang, maka pilihan operasi pun harus segera dilakukan. Seorang dokter bedah anak akan memeriksa kondisi usus serta mengangkat hanya bagian yang hancur.

Sebisa mungkin dokter akan mengupayakan bagian yang masih bisa bekerja maksimal untuk tidak diangkat. Ini dilakukan supaya bagian usus yang hanya sedikit mengalami kerusakan dapat kembali sesuai fungsinya. Dalam beberapa kasus, dokter akan menempatkan saluran drainase untuk mengeluarkan cairan yang terinfeksi.

  1. Ostomi sementara (pembukaan di dinding perut) dibuat untuk memungkinkan usus pulih dan sembuh. 

Diagnosis Necrotizing Enterocolitis

Bagaimana dokter mendiagnosis Necrotizing Enterocolitis? Caranya begini, dokter anak akan melihat pembengkakan dan nyeri di perut. Biasanya, pemeriksaan akan diketahui dengan melihat adanya benjolan ataupun rona kemerahan pada dinding perut. 

Baca juga: Pahami 5 Etika Menjenguk Bayi yang Baru Lahir

Untuk mengonfirmasi apakah memang kondisi pembengkakan tersebut adalah akibat dari Necrotizing Enterocolitis, dokter akan melakukan rontgen perut. X-ray dapat menunjukkan beberapa gelembung kecil di dinding usus (pneumatosis intestinalis). Adapun gelembung kecil tersebut merupakan indikasi udara yang  diproduksi oleh bakteri di dinding usus.

Kalau orang tua ingin tahu lebih dalam mengenai Necrotizing Enterocolitis serta perawatan yang terbaik seperti apa, bisa langsung tanyakan ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk ibu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor orang tua bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat

Necrotizing Enterocolitis kerap dikaitkan dengan bayi dengan kelahiran prematur. Padahal, bayi yang melewati proses persalinan sulit dengan kadar oksigen rendah juga bisa mengalami risiko kondisi ini. Bayi yang mengalami persalinan sulit dengan kadar oksigen rendah juga kerap mengalami Necrotizing Enterocolitis. Demikian juga dengan penyebaran infeksi pada kamar tempat bayi baru lahir tinggal. 

Setiap anak yang mengalami Necrotizing Enterocolitis bisa jadi mengalami gejala yang berbeda. Gejala biasanya muncul dalam dua minggu pertama kehidupan. Beberapa gejalanya termasuk: 

  1. Perut kembung atau bengkak;

  2. Makanan tidak berpindah ke usus;

  3. Terdapat cairan berwarna kehijauan di perut; dan

  4. Usus mengalami perdarahan.

Referensi:
UPMC Children’s Hospital of Pittsburgh. Diakses pada 2019. Necrotizing Enterocolitis
Stanford Children’s Health. Diakses pada 2019. Necrotizing Enterocolitis in the Newborn.
Seattle Children’s Hospital Research Foundation. Diakses pada 2019. Digestive and Gastrointestinal Conditions, Necrotizing Enterocolitis.