• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Aktualisasi Diri dan Penerapan yang Bisa Dilakukan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Aktualisasi Diri dan Penerapan yang Bisa Dilakukan

Kenali Aktualisasi Diri dan Penerapan yang Bisa Dilakukan

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 03 Oktober 2022

“Aktualisasi diri adalah tujuan baik yang perlu diusahakan. Namun, perlu dipahami aktualisasi diri bukan untuk menjadi sempurna dalam tujuan hidup.”

Kenali Aktualisasi Diri dan Penerapan yang Bisa DilakukanKenali Aktualisasi Diri dan Penerapan yang Bisa Dilakukan

Halodoc, Jakarta – Aktualisasi diri adalah realisasi (tindakan untuk mencapai sesuatu yang diharapkan) potensi diri seseorang. Seorang psikolog asal Amerika Serikat, Abraham Maslow, mengembangkan hierarki kebutuhan yang mewakili berbagai kebutuhan yang memotivasi manusia.  Nah, aktualisasi diri berada di puncak teratas kebutuhan. Sementara itu, kebutuhan dasar manusia berada di tingkat bawah. 

Maslow menyarankan bahwa ketika kebutuhan lain di dasar hierarki sudah terpenuhi, kamu dapat fokus pada kebutuhan puncak untuk mencapai potensi penuh diri atau aktualisasi diri. 

Meski begitu, penting untuk diingat bahwa aktualisasi diri bukanlah untuk menjadi sempurna, atau mencapai tujuan hidup yang sempurna. Sebaliknya, aktualisasi adalah keadaan pikiran yang memungkinkan orang untuk menghadapi masalah, hubungan, dan kebutuhan untuk menerima dan memahami. 

Penerapan Aktualisasi Diri yang Bisa Dilakukan

Aktualisasi diri adalah tujuan baik untuk diusahakan. Jika kamu menjalani hidup dengan tujuan, menjadi diri sendiri seutuhnya, serta menunjukkan kepedulian terhadap orang lain, maka kamu menuju ke jalur yang benar.

Kiat-kiat ini dapat dijadikan pedoman untuk bisa mengaktualisasikan diri:

Belajar menerima diri sendiri

Untuk dapat mengaktualisasi diri, kamu harus mampu menerima diri sendiri dan orang lain apa adanya. Jangan hambat diri kamu dalam menikmati hidup dan jauhkan diri dari rasa bersalah. 

Selain itu, kamu juga perlu belajar menerima orang lain apa adanya. Setiap orang sebaiknya harus diperlakukan sama, tanpa memandang latar belakang, status sosial, faktor ekonomi, atau budaya. 

Jalani hidup dengan fleksibel

Untuk hidup dengan fleksibel, cobalah menikmati setiap momen yang datang, tanpa mengkhawatirkan apa yang harus dilakukan. Menjalani hidup sesuai dengan apa yang kamu ketahui mungkin terasa mudah dan aman, tapi cobalah untuk melawan keinginan itu. 

Cobalah ambil kesehatan lain dan terbuka untuk mencoba hal-hal baru. Fleksibel bisa sesederhana mengambil rute pulang yang berbeda, atau mencoba makanan yang belum pernah kamu makan sebelumnya.

Nyaman dengan diri sendiri

Hubungan dengan teman, keluarga, dan pasangan memang berperan penting dalam hidupmu. Namun, hal itu sama pentingnya untuk memelihara hubunganmu dengan diri sendiri.  Misalnya dengan melakukan “me time”, karena sebagian besar orang mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut. 

Orang yang mengaktualisasikan diri biasanya merasa tenang dan damai dengan dirinya. Jadi, cobalah untuk terhubung dengan diri sampai kamu menikmati waktu sendirian, sama halnya dengan menikmati waktu bersama orang lain. 

Hargai hal kecil dalam hidup 

Mungkin terdengar klise, tapi ini adalah kunci untuk dapat mengaktualisasikan diri. Luangkan waktu untuk menghargai aspek kehidupan kamu sehari-hari yang sering diabaikan karena kesibukan. Hargai dan syukuri hal-hal seperti:

  • Makanan yang enak.
  • Cuaca yang baik.
  • Pekerjaan yang dinikmati.

Hidup secara otentik

Frasa ini mungkin terdengar familiar, tapi apa arti sebenarnya? Hidup secara otentik yaitu menghormati kebenaran dan menghindari hal-hal seperti ketidakjujuran, manipulasi, atau denial pada kebutuhanmu. Selain itu, ada baiknya mengurangi kekhawatiran tentang apa yang orang lain pikirkan tentang kamu. 

Dibanding menjalani hidup sesuai apa yang orang lain katakan atau ekspektasikan padamu, sebaiknya ikuti intuisi dari pengalaman pribadi dan hidup sesuai dengan tuntutan hati kamu. 

Jujur pada diri sendiri tentang kebutuhan dan keinginanmu, di sisi lain hormati hak dan kebutuhan orang lain. Namun, pastikan kamu bekerja untuk memaksimalkan potensi pribadi, bukan orang lain. 

Itulah yang perlu diketahui tentang aktualisasi diri dan penerapannya. Jika kamu merasa kesulitan bagaimana menerapkannya, tidak ada salahnya untuk mencari bantuan profesional. Kamu bisa bertanya pada psikolog di aplikasi Halodoc, Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. A (Realistic) Guide to Becoming Self-Actualized
Very Well Mind. Diakses pada 2022. 11 Characteristics of Self-Actualized People
Simply Psychology. Diakses pada 2022. Self-Actualization