• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Area Tubuh yang Dapat Terkena Distonia

Kenali Area Tubuh yang Dapat Terkena Distonia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kenali Area Tubuh yang Dapat Terkena Distonia

Halodoc, Jakarta – Sebaiknya waspada terhadap penyakit distonia. Penyakit ini merupakan kondisi di mana terdapat gangguan pada bagian saraf yang menyebabkan otot dapat bergerak dengan sendiri tanpa disadari. Gerakan yang terjadi pada otot dapat dialami oleh beberapa bagian tubuh atau bahkan terjadi pada seluruh tubuh. Meskipun belum diketahui penyebabnya dengan pasti, tetapi penyakit ini berkaitan dengan adanya kelainan genetik pada tubuh seseorang.

Baca juga: Harus Tahu, Ini Cara Diagnosis Distonia

Lalu, apa yang menjadi tanda distonia? Biasanya, pengidap distonia akan mengalami beberapa gejala yang bervariasi, salah satunya adalah kedipan mata yang tidak dapat dikendalikan. Tidak hanya dimata, ternyata masih ada beberapa bagian tubuh lain yang dapat mengalami kondisi distonia. Tidak ada salahnya kenali beberapa area tubuh yang dapat alami distonia agar kamu bisa lakukan penanganan dengan tepat. Yuk, simak ulasannya, di sini!

Inilah Area Tubuh yang Dapat Alami Distonia

Distonia menjadi salah satu penyakit yang dapat dialami oleh siapa saja di segala usia, termasuk anak-anak. Penyakit ini juga memiliki perkembangan yang cukup lambat. Biasanya, gejala juga akan dialami berbeda oleh tiap pengidapnya. Umumnya, gejala awal yang terbilang ringan hanya dialami oleh pengidap setelah beraktivitas saja, tetapi saat sudah memasuki tahap yang cukup parah, saat beristirahat pun gejala dapat dialami.

Lalu, di mana saja biasanya tubuh dapat mengalami distonia? Melansir dari National Institute of Neurological Disorders and Stroke, berikut ini bagian tubuh yang kerap alami distonia, seperti:

1.Otot Leher

Distonia pada otot leher dikenal sebagai cervical dystonia. Kondisi ini dapat memengaruhi posisi kepala yang menjadi lebih miring.

2.Area Mata

Distonia yang terjadi pada area mata biasa dikenal dengan blepharospasm. Kondisi ini menyebabkan mata akan berkedip lebih sering dibanding biasanya. Namun, kondisi ini tidak akan memengaruhi kualitas penglihatan.

3.Wajah dan Kepala

Kedua area ini dapat mengalami distonia yang dikenal sebagai Cranio-Facial Dystonia.

4.Rahang, Bibir, dan Lidah

Distonia pada bagian ini dikenal sebagai oromandibular dystonia. Kondisi ini dapat menyebabkan pengidap kesulitan menutup mulut, kesulitan berbicara, hingga kesulitan menelan.

5.Tangan

Distonia yang terjadi pada tangan dikenal dengan task specific dystonia

Baca juga: Gara-Gara Distonia, Postur Tubuh Bisa Terganggu?

Penyebab Distonia

Hingga saat ini penyebab pasti penyakit distonia belum diketahui. Namun, adanya kelainan genetik yang diturunkan dinilai menjadi pemicu kondisi ini. Selain itu, ada beberapa kondisi penyakit yang diduga menjadi pemicu distonia, seperti:

  1. Penyakit parkinson;
  2. Penyakit huntington;
  3. Stroke;
  4. Tumor otak;
  5. Kekurangan oksigen;
  6. Keracunan karbon monoksida;
  7. Infeksi;
  8. Keracunan logam berat.

Itulah beberapa pemicu distonia yang perlu kamu ketahui sehingga bisa kamu hindari. Jangan ragu untuk gunakan aplikasi Halodoc dan bertanya langsung pada dokter ketika mengalami kedutan, tremor, leher yang menjadi miring, hingga mata yang berkedip dengan tidak terkendali. Kondisi ini bisa menandakan penyakit distonia. 

Distonia dapat kamu deteksi dengan melakukan berbagai pemeriksaan pada rumah sakit terdekat, seperti tes darah, MRI, hingga tes genetik. Pengobatan distonia dilakukan untuk mengurangi gejala yang dialami pengidap. Penggunaan obat-obatan, suntikan botox, fisioterapi, hingga tindakan operasi bisa dilakukan untuk mengatasi distonia menjadi lebih baik.

Baca juga: Bagaimana Gangguan Otot Distonia Diobati?

Ada beberapa gangguan kesehatan yang dapat dialami ketika kondisi ini tidak diatasi dengan baik. Distonia dapat menyebabkan gangguan untuk beraktivitas sehari-hari akibat kesulitan berjalan, kesulitan berbicara, hingga menelan. Tidak jarang, kondisi ini juga dapat menyebabkan gangguan mental akibat rasa cemas dan depresi yang dialami pengidap terhadap kondisi kesehatannya.

Referensi:
National Institute of Neurological Disorders and Stroke. Diakses pada 2020. Dystonia Fact Sheet.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Dystonia.
National Health Service. Diakses pada 2020. Dystonia.
Web MD. Diakses pada 2020. Dystonia.