• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Bahaya Terlalu Sering Menggunakan Sex Toy

Kenali Bahaya Terlalu Sering Menggunakan Sex Toy

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Kenali Bahaya Terlalu Sering Menggunakan Sex Toy

Halodoc, Jakarta - Di tengah pandemi COVID-19 ini, ternyata terjadi peningkatan penjualan dan pembelian mainan seks atau sex toy secara online. Kemungkinan disebabkan karena penggunaannya pun semakin meningkat selama pandemi. Hal ini terjadi di negara Perancis, Amerika Serikat, dan Italia. Dilansir dari laman Vice, Indonesia juga menjadi negara dengan peningkatan pembelian sex toy selama pandemi ini. 

Bagaimanapun, keamanan penggunaan sex toy harus menjadi prioritas utama. Terlebih industri mainan seks ini tidak diatur dalam pengawasan Food and Drug (FDA), yang artinya tidak ada yang dapat memastikan penggunaan sex toy itu aman untuk kesehatan. Ada baiknya, setiap pengguna mengetahui dan mengenali bahaya di balik terlalu sering menggunakan sex toy untuk melindungi kesehatan diri dan pasangan.

Baca Juga: Ini Pencegahan agar Tidak Terkena Penyakit Trikomoniasis

Bahaya Kesehatan Terlalu Sering Menggunakan Sex Toy

Perlu kamu ketahui bahwa, penyakit menular seksual masih dapat terjadi meskipun tidak melakukan hubungan seks secara langsung dengan pasangan. Sex toy bisa menjadi alat atau media penyebaran penyakit seksual yang mungkin tidak disadari. Jika kamu menggunakan sex toy yang tidak higienis, sembarangan, atau malah dipakai secara bergantian. 

Beberapa penyakit yang dapat terjadi disebabkan penggunaan sex toy, di antaranya:

  • Klamidia

Klamidia atau chlamydia adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Kondisi ini biasanya ditandai dengan rasa nyeri pada kelamin dan keluarnya cairan dari vagina atau penis. Namun, sering juga klamidia terjadi tanpa gejala, sehingga kamu mungkin tidak mengetahui bahwa sudah terjangkit penyakit ini.

Perlu diwaspadai juga bahwa penyakit klamidia ini dapat menginfeksi bagian serviks, anus, saluran kencing, mata, dan tenggorokan. Salah satu penyebaran virus penyebab klamidia yaitu lewat penggunaan sex toy yang tidak higienis. 

  • Sifilis

Sifilis adalah infeksi bakteri yang dapat menyebar melalui hubungan seksual. Penyakit ini pada awalnya adalah luka yang tidak sakit pada alat kelamin. Sifilis dapat menyebar dari orang ke orang melalui kulit atau kontak selaput lendir dengan luka. 

Penggunaan sex toy secara bergantian dan tidak higienis juga bisa menyebabkan seseorang terjangkit infeksi menular seksual ini. Jika penyakit ini tidak segera diobati, maka dapat merusak jantung, otak, atau organ lainnya, dan dapat mengancam jiwa. 

Baca Juga: Ketahui 5 Gejala Trikomoniasis pada Wanita

  • Herpes Genital

Ini merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV). Kontak seksual adalah cara utama penyebaran virus, baik kontak seksual secara langsung, ataupun melalui penggunaan sex toy yang tidak higienis.

Herpes genital dapat menyebabkan nyeri, gatal, dan luka di area genital. Tapi kamu mungkin tidak mengalami gejala sesama sekali. Jika terinfeksi, kamu dapat menularkan virus meski tidak ada luka yang terlihat. 

  • Trikomoniasis

Parasit penyebab trikomoniasis menyebar lewat hubungan intim tanpa kondom, saling berbagi mainan seks (seperti dildo), dan sering berganti pasangan seksual. Risiko penularan meningkat jika kamu pernah mengidap trikomoniasis atau infeksi menular seksual lain sebelumnya.

  • Bahaya Kesehatan dari Bahan Kimia Pembuatan Sex Toy

Sejumlah sex toy dibuat dengan bahan kimia yang disebut senyawa phthalates. Ini adalah senyawa kimia yang digunakan untuk bahan plastik. Jika digunakan sebagai benda-benda yang tidak tersentuh langsung dengan manusia, mungkin jarang menyebabkan bahaya. Namun, apabila digunakan sebagai bahan pembuat sex toy, maka dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Phthalates telah dihubungkan dengan beberapa risiko penyakit, di antaranya:

  • Asma;
  • Penyakit kelamin;
  • Gangguan motorik atau saraf perkembangan anak;
  • Kanker payudara;
  • Obesitas;
  • Diabetes tipe 2;
  • Gangguan perilaku (kesehatan mental);
  • Masalah reproduksi dan tingkat kesuburan pria menjadi rendah.

Baca Juga: Gejala Penyakit Trikomoniasis yang Harus Diketahui

Risiko penyebaran penyakit meningkat tinggi ketika sex toy digunakan secara bergantian tanpa dicuci bersih dan disterilkan lebih dulu setiap habis pakai. Ketika sex toy sudah dibersihkan, maka risiko pengendapan virus juga menurun. Bayangkan jika sex toy tidak dibersihkan dan dipakai secara bergantian, virus yang melekat dapat menular pada saat yang menggunakannya.

Selain itu, menjaga kebersihan dan mencegah bahaya sex toy yang terbuat dari senyawa kimia lebih penting. Jika hal ini diabaikan maka dapat membawa bibit-bibit penyakit seksual hingga muncul masalah kesuburan. Sebaiknya diskusikan pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai keamanan penggunaan sex toy sebelum membeli atau menggunakannya. 

Referensi:

NHS. Diakses pada 2020. Are sex toys safe?
Science Daily. Diakses pada 2020. Vibrator Use Common, Linked To Sexual Health
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Genital herpes
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Syphilis. 
Vice. Diakses pada 2020. Penjualan Mainan Seks Meningkat di Indonesia Selama Pandemi, Jadi Buruan Bea cukai