Kenali Cara Diagnosis Tinea Barbae

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
kenali-cara-diagnosis-tinea-barbae-halodoc

Halodoc, Jakarta – Para pria dewasa diharapkan untuk berhati-hati terhadap infeksi jamur bernama tinea barbae. Pasalnya, tinea barbae hanya dialami oleh pria dewasa. Infeksi jamur ini paling sering menyerang kulit di area wajah dan leher yang berambut. Selain dengan mengamati gejalanya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis tinea barbae. Yuk, ketahui di sini.

Baca juga: Selain Tinea Pedis, Kenali 3 Jenis Tinea Lainnya

Penyebab Tinea Barbae

Penyebab tinea barbae adalah jamur bernama Trichophyton verrucosum yang berasal dari hewan ternak, atau Trichophyton mentagrophytes var equinum yang berasal dari kuda. Itulah mengapa peternak lebih berisiko untuk terkena tinea barbae, karena sering melakukan kontak langsung dengan hewan ternak. Selain kedua jenis Trichophyton tersebut, Trichophyton rubrum dan Trichophyton violaceum juga bisa menyebabkan tinea barbae.  

Meskipun spora jamur bisa menyebar dari hewan tersebut ke orang yang sering berkontak langsung dengan mereka, tetapi penularan tinea barbae sangat jarang terjadi dari orang ke orang.

Gejala Tinea Barbae

Tinea barbae bisa menyebabkan peradangan parah pada area janggut dan kumis, yang ditandai dengan gejala-gejala berupa muncul benjolan merah, bengkak, serta bernanah dan berkerak di wajah. Meski demikian, benjolan tersebut tidak terasa gatal maupun sakit. Namun, rambut-rambut pada area yang terinfeksi akan mudah rontok.

Baca juga: Enggak Cuma Rambut, Alopecia Areata Bikin Kumis dan Alis Rontok

Cara Diagnosis Tinea Barbae

Untuk mendiagnosis tinea barbae, dokter bisa mengambil sampel kulit dengan cara kerokan kulit dan kemudian memeriksanya di bawah mikroskop. Pemeriksaan di bawah mikroskop tersebut dilakukan dengan menggunakan larutan kalium hidroksida. Cairan tersebut bisa memperlihatkan keberadaan jamur pada sampel.

Selain pemeriksaan melalui mikroskop, dokter juga bisa melakukan pemeriksaan kultur dari sampel bagian tubuh yang terinfeksi sebagai cara diagnosis tinea barbae. Pemeriksaan ini menggunakan media agar-agar untuk melihat pertumbuhan jamur. Proses pemeriksaan kultur memakan waktu sekitar 3 minggu untuk membuahkan hasil. Jadi, ada dua pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk diagnosis tinea barbae, yaitu dengan pemeriksaan melalui mikroskop atau kultur sampel yang terinfeksi. Namun, kadang-kadang diperlukan juga pemeriksaan tambahan.

Pemeriksaan tambahan yang bisa direkomendasikan dokter adalah biopsi kulit dengan mengamati perubahan yang terjadi pada kulit di bawah mikroskop. Pemeriksaan tersebut perlu dilakukan karena kadang-kadang elemen jamur sulit terlihat.

Pengobatan untuk Tinea Barbae

Walaupun sangat mengganggu penampilan, tinea barbae sebenarnya cukup mudah antijamur topikal, seperti krim, losion, atau sampo antijamur. Selama pengobatan, janggut dan kumis perlu dibersihkan terlebih dahulu dan dikompres secara teratur. Kompres bertujuan untuk melembabkan area agar obat-obatan yang digunakan bisa terserap lebih maksimal dan berfungsi mengangkat kerak yang terbentuk di sekitar rambut. 

Namun, bila peradangan yang terjadi sudah parah, pengidap perlu mengonsumsi obat-obatan tablet. Salah satunya adalah griseofulvin yang perlu diminum selama 2–3 minggu. Obat ini berfungsi untuk menghambat perkembangan sel jamur. Selain griseofulvin, terbinafine dan itraconazole juga bisa dikonsumsi untuk mengatasi tinea barbae.

Tinea barbae bisa sembuh bila diobati dengan tepat. Lesi yang bengkak biasanya akan mereda dalam waktu beberapa bulan. Namun, bila penyakit kulit ini dibiarkan saja dan tidak diobati, maka pengidap berisiko mengalami kebotakan dengan luka parut.

Baca juga: Inilah Pengobatan Ampuh untuk Menangani Tinea Capitis

Untuk membeli obat-obatan yang kamu perlukan, gunakan saja aplikasi Halodoc. Enggak usah repot-repot keluar rumah, tinggal order melalui aplikasi dan obat pesanan kamu akan diantarkan dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
MSD Manuals. Diakses pada 2019. Tinea Barbae - Dermatologic Disorders.
Medscape. Diakses pada 2019. Tinea Barbae Treatment & Management.