02 October 2018

Kenali Gejala Amenore untuk Mengetahui Pengobatannya

Gejala Amenore,amenore

Halodoc, Jakarta – Amenore merupakan kondisi ketika seorang wanita tidak mengalami menstruasi sebagaimana mestinya. Hal ini normal terjadi pada wanita yang belum mengalami pubertas, kehamilan, menyusui, dan setelah menopause.

Normalnya, wanita mengalami siklus menstruasi yang melibatkan interaksi antara hipotalamus-hipofisis-aksis, indung telur, dan organ reproduksi yang sehat. Setiap wanita memiliki siklus menstruasi yang berbeda-beda. Walaupun begitu, rata-rata siklus menstruasi adalah 28 hari.

Ovarium menanggapi sinyal hormonal dari kelenjar pituitari yang terletak di dasar otak, yang juga dikendalikan oleh hormon yang diproduksi di hipotalamus otak. Gangguan yang memengaruhi setiap komponen siklus hormonal ini dapat menyebabkan amenore.

Penyebab terjadinya amenore pada wanita umumnya sering disalahpahami sebagai sebuah kehamilan yang tidak terdiagnosis. Secara klinis, seorang wanita berusia 13 tahun yang belum mengalami tanda-tanda pubertas seperti pertumbuhan payudara dan belum haid, dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter. Begitu pula dengan wanita yang sudah mengalami menstruasi, tetapi tidak mendapat haid dalam jangka waktu 90 hari sejak haid terakhir.

Gejala Amenore

Gejala utama amenore adalah tidak terjadinya menstruasi. Kondisi tersebut bisa saja terjadi baik dengan atau tanpa perkembangan seksual sekunder (perkembangan payudara dan perkembangan rambut pubis). Kondisi lain yang bisa dicurigai adalah kamu tidak mendapatkan menstruasi, padahal sebelumnya sudah pernah menstruasi.

Beberapa tanda dan gejala lainnya adalah:

  1. Keluarga cairan dari puting susu.
  2. Rambut rontok.
  3. Sakit kepala.
  4. Perubahan penglihatan.
  5. Nyeri pada panggul.
  6. Jerawat.

Penyebab Amenore

Kondisi tidak haid ini dapat disebabkan oleh beberapa penyebab seperti:

  1. Cacat lahir. Organ reproduksi yang tidak berkembang sempurna, termasuk penyempitan atau penyumbatan bagian leher rahim (serviks), tidak adanya uterus atau vagina, dan vagina yang terbagi menjadi 2 bagian (sekat vagina).
  2. Perubahan hormon alami. Amenore akan terjadi selama kehamilan, menyusui, dan menopause.
  3. Konsumsi obat. Obat-obatan dapat menyebabkan amenore. Obat tersebut termasuk kontrasepsi, antipsikotik, antidepresan, obat tekanan darah, obat kemoterapi kanker, dan beberapa obat alergi.
  4. Rendahnya berat badan. Berat badan yang 10 persen lebih rendah dari berat badan normal dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, sehingga dapat menghentikan ovulasi. Beberapa kondisi seperti bulimia dan anoreksia dapat menyebabkan ini terjadi.
  5. Stres. Stres dapat mengubah fungsi hipotalamus yang merupakan daerah yang mengontrol siklus menstruasi. Hal ini biasanya bersifat sementara dan siklus menstruasi akan kembali jika stres berkurang.
  6. Gangguan ketidakseimbangan hormon. Ini termasuk kondisi seperti sindrom ovarium polikistik, gangguan tiroid, tumor hipofisis, atau menopause dini. Penyebab kondisi ini bisa termasuk pada organ reproduksi atau kelenjar yang membantu mengatur kadar hormon. Pengobatan amenore bisa diobati oleh penyebab dasar itu sendiri.

Pengobatan Amenore

Pengobatan bisa dilakukan tergantung pada penyebab amenore. Beberapa metode pengobatan yang disarankan oleh dokter sesuai dengan penyebab amenore, di antaranya:

  1. Terapi sulih hormon estrogen atau estrogen replacement therapy (ERT) yang membantu menstabilkan hormon untuk memicu siklus haid, pada kondisi insufisiensi ovarium. ERT akan menggantikan estrogen yang tidak dihasilkan oleh ovarium untuk mengatur siklus menstruasi secara normal. Dokter juga akan memberikan progestin atau progesteron untuk mengurangi risiko kanker rahim.
  2. Pengobatan pada wanita yang memiliki sindrom ovarium polikistik (PCOS), penanganan akan berfokus untuk mengurangi kadar hormon androgen.
  3. Pemakaian pil kontrasepsi oleh faktor gaya hidup bisa ditangani dengan menjaga berat badan tetap ideal, mengontrol stres, serta menetapkan jadwal yang tepat dan teratur.
  4. Amenore yang disebabkan oleh faktor gaya hidup bisa ditangani dengan menjaga berat badan tetap ideal, mengontrol stres, serta menetapkan jadwal olahraga yang tepat dan teratur.

Infertilitas atau kemandulan adalah dampak negatif yang bisa dialami oleh wanita yang mengalami amenore. Selain itu, amenore juga menyebabkan osteopenia (penurunan kepadatan tulang) atau osteoporosis. Kondisi tersebut terjadi akibat kadar estrogen yang rendah, sehingga menjadi penyebab amenore yang berkepanjangan.

Agar gejala atau kondisi amenore dapat segera diatasi, sebaiknya kamu berdiskusi dengan dokter di Halodoc. Diskusi bisa kamu lakukan melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran hingga tindakan sesegera mungkin. Kamu tidak perlu menunggu waktu luang, karena melalui aplikasi Halodoc kamu bisa berdiskusi via Chat atau Voice/Video Call kapan pun dan di mana pun. Segeralah download aplikasi Halodoc demi kelancaran kesehatan kamu!

Baca juga: