• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Gejala Awal Baby Blues Syndrome pada saat Nifas

Kenali Gejala Awal Baby Blues Syndrome pada saat Nifas

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kenali Gejala Awal Baby Blues Syndrome pada saat Nifas

Halodoc, Jakarta - Ibu yang baru melahirkan tentunya membutuhkan pendampingan dan dukungan dari keluarga terdekat. Hal tersebut dikarenakan, tubuh ibu masih dalam masa pemulihan. Selain itu, ibu yang baru melahirkan sangat rentan mengalami baby blues syndrome. Kondisi tersebut terjadi ketika ibu mengalami perubahan suasana hati yang begitu cepat.

Tandanya dapat dilihat saat ibu mengalami perasaan sedih, stres, gelisah, dan menangis tanpa alasan. Meskipun gejala awal yang muncul biasanya tidak begitu jelas, tetapi baby blues syndrome yang tidak segera diatasi akan berdampak buruk pada kesehatan mental ibu. Apa saja gejala awal baby blues syndrome yang perlu diwaspadai? Berikut pembahasannya!

Baca juga: Kelelahan Mengasuh Bayi Picu Baby Blues Syndrome, Ini Faktanya

Ini yang Menjadi Gejala Awal Baby Blues Syndrome 

Beberapa hari setelah proses persalinan menjadi masa-masa baru bagi seorang ibu. Biasanya, saat momen ini ibu dan bayi yang baru dilahirkan akan masuk dalam masa adaptasi. Ibu akan beradaptasi dengan bayi yang baru lahir, begitu juga dengan bayi yang masih beradaptasi dengan lingkungan baru yang saat ini ia miliki. Nah, pada momen ini lah banyak wanita yang mengalami baby blues syndrome.

Saat seorang ibu mengalami baby blues syndrome, mereka akan merasakan perubahan suasana hati yang begitu cepat. Perasaan tersebut bisa perasaan bahagia berubah menjadi sedih, begitu juga sebaliknya. Perubahan hormon yang terjadi secara tiba-tiba setelah proses melahirkan menjadi salah satu faktor pemicu mengapa ibu mengalami baby blues syndrome. Selain perubahan suasana hati yang begitu cepat, ini beberapa gejala awal baby blues syndrome lainnya:

  1. Menangis untuk alasan yang tidak jelas.
  2. Sering merasa tidak sabar.
  3. Lebih cepat marah.
  4. Merasa gelisah.
  5. Rasa lelah berkepanjangan.
  6. Tidak dapat tidur atau beristirahat.
  7. Rasa sedih terus-menerus. 
  8. Mengalami gangguan konsentrasi.

Jika mengalami sejumlah gejala awal baby blues syndrome, jangan ragu untuk bertanya langsung pada psikolog melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan jalan keluar dari masalah yang dihadapi. Baby blues syndrome yang tidak segera diatasi dapat memburuk. Kondisi tersebut dikenal dengan postpartum depression. Gejalanya sendiri hampir sama, tetapi durasinya lebih panjang dan dampaknya bisa berbahaya bagi kesehatan ibu.

Selain itu, postpartum depression dapat menyebabkan ibu kesulitan untuk berdekatan dengan bayi, kehilangan nafsu makan, ketakutan berlebih untuk tidak dapat menjadi ibu yang baik, merasa tidak berdaya, emosi yang meledak, gangguan panik, bahkan berpikir untuk melukai diri sendiri dan bayi.

Baca juga: Apakah Benar Ayah Juga Bisa Mengalami Baby Blues?

Segera Atasi Baby Blues Syndrome

Sebaiknya segera periksakan diri ke rumah sakit terdekat saat ibu mengalami gejala awal baby blues syndrome. Jangan sampai gangguan kesehatan berubah menjadi postpartum depression. Setelah melahirkan, kenali lebih dalam kondisi yang dialami. Baby blues syndrome normal dialami oleh ibu yang baru menjalani persalinan dan umumnya hanya berlangsung selama beberapa minggu saja. Berikut ini beberapa langkah sederhana untuk mengatasi baby blues syndrome:

  • Bicarakan dengan orang-orang terdekat yang dapat ibu percaya. Dengan menceritakan apa yang dirasakan, maka kondisi ini membuat ibu menjadi lebih lega.
  • Sebaiknya penuhi kebutuhan asupan nutrisi dan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Setelah menjalani persalinan, ibu membutuhkan lebih banyak asupan bernutrisi untuk menjaga tubuh tetap sehat.
  • Jika ibu merasa bosan, tidak ada salahnya untuk beristirahat sejenak dengan keluar rumah dan menikmati udara segar. Meskipun sejenak, tetapi hal ini dapat mengubah suasana hati menjadi lebih baik.
  • Mintalah bantuan pada keluarga terdekat untuk meringankan pekerjaan yang perlu ibu lakukan berkaitan dengan mengurus bayi.

Baca juga: Bagaimana Baby Blues Pengaruhi Kesehatan Bayi?

Tentu semua orangtua ingin yang terbaik untuk anaknya. Namun, jangan berharap ibu bisa melakukan semua hal dengan sempurna. Lakukan yang terbaik dan biarkan diri sendiri untuk mencoba terbiasa dengan rutinitas baru yang dimiliki. Jangan lupa untuk melakukan berbagai hal yang menyenangkan lainnya agar kesehatan mental tetap terjaga dengan baik.

Referensi:
American Pregnancy Association. Diakses pada 2021. Baby blues syndrome
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Postpartum Depression
National Health Service UK. Diakses pada 2021. Feeling Depressed After Childbirth