• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Gejala Awal Diabetes yang Menyerang Anak

Kenali Gejala Awal Diabetes yang Menyerang Anak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Diabetes mellitus atau diabetes pada anak adalah penyakit metabolik yang sifatnya kronik dan potensial mengganggu tumbuh kembang anak. Pengidap diabetes mengalami peningkatan kadar gula darah di atas normal, akibat gangguan pada hormon insulin yang dihasilkan kelenjar pankreas.

Bagi ibu yang menganggap remeh diabetes pada anak, sebaiknya perlu harap-harap cemas. Pasalnya, diabetes yang dibiarkan tanpa penanganan bisa memicu berbagai komplikasi serius. Mulai dari gangguan penglihatan, gagal ginjal, infeksi pada kaki, hingga penyakit jantung. Tuh, seram kan?

Pertanyaannya, seperti apa gejala awal diabetes pada anak? 

Baca juga: Bolehkah Pengidap Diabetes Memakai Behel Gigi?

Gejala Awal Diabetes pada Anak

Berbicara gejala diabetes pada anak, sama halnya membicarakan beragam keluhan. Alasannya, ketika diabetes menyerang tubuh, maka akan timbul sederet keluhan yang dialami pengidapnya. 

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), gejala klinis diabetes yang khas pada anak, yaitu:

  • Cenderung banyak makan.
  • Sering buang air kecil, terkadang hingga mengompol.
  • Disertai dengan penurunan berat badan yang drastis (bisa sampai 6 kg dalam 2 bulan). 
  • Sering lapar.
  • Mudah lelah.
  • Infeksi jamur.
  • Luka yang sulit sembuh.
  • Penglihatan kabur.
  • Kulit yang sering terasa gatal-gatal dan kering.
  • Rasa kebal dan sering merasa kesemutan di kaki. 

Hal yang perlu ditegaskan, menurut IDAI kadang kala gejala-gejala di atas tidak timbul dengan jelas. Diagnosis diabetes pada anak pun terlewatkan. Nah, kondisi ini bisa menyebabkan Si Kecil mengalami ‘Kedaruratan DM’.

Kedaruratan DM ini bisa menimbulkan keluhan, seperti:

  • Nyeri perut;
  • Sesak napas;
  • Muntah berulang;
  • Dehidrasi;
  • Penurunan kesadaran.

Baca juga: Cara Membersihkan Karang Gigi untuk Pengidap Diabetes

Andaikan anak mengalami gejala-gejala di atas, segera temui atau tanyakan pada dokter untuk mendapatkan penanganan atau saran medis yang tepat. Ibu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, ibu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Gegara Genetik Hingga Gaya Hidup

Banyak awam beranggapan kalau diabetes dianggap sebagai penyakit orang dewasa. Faktanya, penyakit kencing manis ini juga bisa terjadi pada anak-anak dan remaja, khususnya diabetes tipe 1. 

Diabetes sendiri terbagi menjadi dua, yaitu diabetes tipe tipe 1 dan tipe 2. Menurut IDAI untuk tipe 1 disebabkan oleh faktor genetik, sementara itu pada diabetes tipe 2 biasanya disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat dan kegemukan.

Nah, menurut keterangan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI (2018), diabetes pada anak usia 0-18 tahun mengalami peningkatan sebesar 700 persen selama jangka waktu 10 tahun. Cukup drastis, bukan? 

Masih menurut Kemenkes, selain faktor genetik penyebab diabetes tipe 1 juga bisa dipengaruhi oleh faktor lingkungan, sistem imun, dan sel β pankreas yang perannya masing-masing terhadap proses diabetes tipe 1 1 belum diketahui. Bagaimana dengan diabetes tipe 2?

Diabetes tipe 2 bisa dipicu oleh gaya hidup tidak sehat seperti berat badan berlebih, obesitas, kurang aktivitas fisik, hipertensi, dislipidemia, dan diet tidak sehat/tidak seimbang, serta merokok.

Baca juga: Ketahui tentang Gangguan Penglihatan pada Diabetes

Tips Cegah Diabetes Tipe 2 pada Anak

Menurut National Institutes of Health (NIH) anak-anak memiliki risiko diabetes tipe 2 yang lebih tinggi jika mereka mengalami kelebihan berat badan atau mengalami obesitas. Di samping itu, risikonya semakin meningkat bila mereka memiliki riwayat diabetes dalam keluarga, atau tidak aktif secara fisik. 

Untungnya, diabetes tipe 2 dapat dicegah. Cara paling mudah tentunya menerapkan gaya hidup sehat. Nah, ibu dapat menerapkan saran dari NIH demi menurunkan risiko diabetes tipe 2 pada anak-anak. Apa saja sarannya? Berikut selengkapnya:

  • Minta mereka menjaga berat badan yang sehat dan ideal.
  • Pastikan mereka aktif secara fisik.
  • Minta mereka mengonsumsi makanan sehat dalam porsi kecil.
  • Batasi waktu dengan TV, komputer, dan video, atau gadget lainnya.

Bagi ibu yang memiliki anak dengan diabetes atau kondisi lainnya, bisa kok memeriksakan diri ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit. Praktis, kan? 

Referensi:
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2021. Diabetes in Children and Teens
IDAI. Diakses pada 2021. Waspadai Diabetes Mellitus pada Anak
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2021. Anak Juga Bisa Diabetes