• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Gejala Awal Kanker Darah yang Umum Terjadi

Kenali Gejala Awal Kanker Darah yang Umum Terjadi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Kenali Gejala Awal Kanker Darah yang Umum Terjadi

Halodoc, Jakarta - Mau tahu berapa banyaknya kematian akibat penyakit kanker secara global? Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 9,6 juta jiwa meninggal dunia akibat kanker pada 2018. Nah, dari beragamnya jenis kanker, kanker darah adalah salah satu yang mesti diwaspadai.

Meski kanker darah tak setenar kanker payudara, paru-paru, atau kanker serviks, tapi kanker darah tak kalah mematikannya. Bila tak ditangani dengan tepat kanker darah bisa mengancam nyawa pengidapnya. 

Kanker darah terdiri dari beberapa macam, yaitu leukemia, limfoma, dan multiple myeloma. Ketiganya bisa menimbulkan gejala yang berbeda-beda pada pengidapnya. Mau tahu seperti apa gejala kanker darah ketika menyerang seseorang? Yuk, simak ulasan selengkapnya di bawah ini. 

Baca juga: Kenali Lebih Jauh Perbedaan antara Limfoma dan Leukemia

Gejala Awal Kanker Darah

Membicarakan gejala kanker darah, sama halnya membicarakan berbagai keluhan. Pasalnya, kanker darah bisa menimbulkan berbagai gejala dan keluhan pada pengidapnya. Gejala yang muncul ini bergantung dari jenis kanker yang diidap. 

Dalam beberapa kasus gejala kanker darah sulit dikenali, sebab mirip dengan gejala kondisi lain, contohnya flu. Singkatnya, gejala kanker darah tidak spesifik, dan bisa menyerupai gejala penyakit lain. 

Akan tetapi, terdapat berbagai gejala kanker darah yang umumnya dialami oleh pengidapnya, yaitu:

  • Nyeri pada tulang atau sendi.
  • Penurunan berat badan.
  • Keringat berlebihan, terutama pada malam hari.
  • Sakit kepala.
  • Sakit tenggorokan.
  • Muncul bintik-bintik merah pada pada kulit.
  •  Lemas atau kelelahan yang berkelanjutan.
  • Muntah-muntah.
  • Mudah mengalami pendarahan (misalnya, sering mimisan) atau memar.
  • Demam.
  • Berat badan menurun drastis.
  • Sesak napas.
  • Menggigil.
  • Pembengkakan pada limfa noda, hati, ataupun limfa.
  • Muncul infeksi yang parah atau sering terjadi.

Nah, itulah gejala kanker darah yang perlu diwaspadai. Untuk menegakkan diagnosis kanker darah, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, wawancara medis, dan beberapa tes. Contohnya seperti tes darah, aspirasi sumsum tulang, atau biopsi kelenjar getah bening.

Bagi kamu atau terdapat anggota keluarga yang mengalami gejala-gejala di atas, tanyakan pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Baca juga: Ini Hubungan Kanker Darah dan Sumsum Tulang

Awasi Penyebab Kanker Darah

Sebenarnya, penyebab kanker darah belum diketahui secara persis. Akan tetapi, faktor genetik memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap penyakit ini. Dengan kata lain, seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan kanker darah, lebih berisiko mengalami penyakit tersebut.

Meski begitu, kanker darah tidak hanya dipicu oleh masalah “warisan keluarga” saja. Kanker darah juga bisa dipicu oleh faktor lain, seperti:  

  • Pernah mengalami pajanan terhadap radiasi tingkat tinggi atau zat-zat kimia tertentu. 
  • Merokok. Rokok dapat meningkatkan risiko kanker darah (terutama leukemia mielogen akut).
  • Terpapar senyawa kimia, misalnya pestisida.
  • Terinfeksi virus Epstein-Barr.
  • Memiliki riwayat sistem imun, seperti transplantasi organ.
  • Mengidap down syndrome atau gangguan genetika lain yang langka meningkatkan risiko mengalami leukemia akut. 
  • Mengonsumsi obat imunosupresan.
  • Mengidap penyakit autoimun, seperti HIV atau AIDS. 
  • Berusia di atas 55 tahun.

Baca juga: Penerapan Hidup Sehat Bisa Mencegah Kanker Darah

Hati-hati, jangan sekali-kali meremehkan kanker darah. Alasannya kanker darah bisa menimbulkan beragam komplikasi bisa tak segera ditangani. Sebut saja penurunan fungsi ginjal, gagal ginjal, tubuh sering terkena infeksi, hingga perdarahan yang bisa mengancam nyawa (terutama bila terjadi di otak atau paru-paru). 

Nah, bagi ibu atau terdapat anggota keluarga yang mengalami keluhan kesehatan, bisa memeriksakan diri ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit.



Referensi:
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2021. Leukemia
Web MD. Diakses pada 2021. Signs of Blood Cancer
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Multiple Myeloma.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Diseases & Conditions. Lymphoma.