• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Gejala Awal Parkinson yang Perlu Diwaspadai

Kenali Gejala Awal Parkinson yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Kenali Gejala Awal Parkinson yang Perlu Diwaspadai

“Penyakit Parkinson menjadi penyakit penurunan fungsi saraf progresif yang menyebabkan ketidakmampuan gerak. Gejala penyakit ini cukup beragam. Namun, ada beberapa gejala utama yang bisa membantu dokter untuk mendiagnosis penyakit tersebut.”

Halodoc, Jakarta – Sudah familiar dengan penyakit Parkinson? Penyakit saraf ini dapat memburuk secara bertahap, dan memengaruhi bagian otak yang berfungsi mengoordinasikan tubuh. Gejala Parkinson cukup beragam, tapi tremor menjadi salah satu gejala yang sering dialami pengidapnya. 

Pada kebanyakan kasus, penyakit ini terjadi pada orang di atas 60 tahun. Akan tetapi, bukan berarti parkinson tidak bisa terjadi pada orang yang berusia lebih muda.

Penyakit ini terkait dengan kerusakan sel saraf di bagian otak yang memproduksi dopamin. Senyawa kimia ini bertugas mengirim pesan dari otak ke sistem saraf, dan membantu mengontrol gerak. Selain tremor, apa saja gejala awal Parkinson yang umumnya dialami oleh pengidapnya? 

Baca juga: Pernah Diidap Legenda Tinju Muhammad Ali, Ini 5 Fakta Penyakit Parkinson

Kenali Gejala Awal Parkinson

Seseorang yang mengalami penyakit Parkinson bisa mengalami berbagai gejala pada tubuhnya. Menurut pakar di National Health Service – UK dan American Parkinson Disease Association, ada empat gejala utama parkinson yang perlu diwaspadai, yaitu:

  • Gemetar yang tidak disengaja pada bagian tubuh tertentu (tremor)
  • Bradikinesia atau pergerakan yang melambat.
  • Otot kaku dan tidak fleksibel.
  • Ketidakstabilan postural atau masalah keseimbangan.

Akan tetapi, hal yang perlu digarisbawahi tidak semua gejala di atas harus ada agar diagnosis penyakit Parkinson dapat dipertimbangkan. Faktanya, orang yang lebih muda mungkin hanya mengalami satu atau dua dari gejala motorik di atas, terutama pada tahap awal penyakit.

Oleh sebab itu, mengamati dua atau lebih gejala ini adalah cara utama dokter mendiagnosis Parkinson. Sebenarnya gejala Parkinson tidak hanya empat gejala di atas. Masih ada berbagai gejala lainnya yang mungkin dialami pengidapnya.

Nah, berikut ini beberapa gejala Parkinson lainnya, yaitu: 

  • Depresi atau serangan kecemasan.
  • Kehilangan indra penciuman (anosmia).
  • Masalah tidur (insomnia).
  • Masalah memori.
  • Distonia (otot bergerak sendiri tanpa sadar).
  • Masalah pada penglihatan.
  • Perubahan cara dan nada bicara menjadi lambat dan tidak jelas.
  • Masalah gastrointestinal.
  • Sulit menahan buang air kecil. 
  • Keringat berlebih atau hiperhidrosis. 
  • Produksi air liur berlebih.

Nah, itulah beberapa gejala Parkinson yang mungkin dialami oleh pengidapnya. Oleh sebab itu, bila dirimu atau terdapat anggota keluarga yang mengalami gejala-gejala di atas, segera temui atau tanyakan pada dokter. 

Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Baca juga: Apakah Penyakit Parkinson Termasuk Berbahaya?

Atasi Segera, Cegah Komplikasi

Penyakit Parkinson bukan sebuah kondisi yang bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, bila dibiarkan tanpa penanganan maka penyakit ini bisa menimbulkan berbagai komplikasi yang merugikan pengidapnya. Nah, berikut ini beberapa komplikasi yang perlu diwaspadai:

  • Kesulitan berpikir. Pengidapnya mungkin mengalami masalah kognitif (demensia) dan kesulitan berpikir. Biasanya terjadi pada tahap akhir penyakit Parkinson. 
  • Depresi dan perubahan emosi. Pengidapnya mungkin mengalami depresi, terkadang pada tahap yang sangat awal. 
  • Masalah menelan. Mengalami kesulitan menelan ketika kondisi Parkinson makin berkembang. Air liur dapat menumpuk di mulut  karena proses menelan yang lambat.
  • Masalah mengunyah. Penyakit Parkinson stadium akhir dapat memengaruhi otot-otot di mulut, sehingga membuat mengunyah menjadi sulit. Hal ini dapat menyebabkan tersedak dan gizi buruk.
  • Gangguan tidur. Pengidap Parkinson sering mengalami masalah tidur, termasuk sering terbangun sepanjang malam, bangun lebih awal atau tertidur di siang hari.
  • Masalah kandung kemih. Parkinson bisa menyebabkan masalah kandung kemih, termasuk tidak dapat mengontrol urine atau mengalami kesulitan buang air kecil.

Baca juga: Benarkah Penyakit Parkinson Tidak Dapat Disembuhkan?

Tuh, tidak main-main bukan dampak dari penyakit parkinson? Oleh sebab itu, segeralah periksakan diri ke rumah sakit bila mengalami penyakit tersebut.

Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk mendaftarkan diri ke rumah sakit terdekat, sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di sana. Praktis, kan?

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Parkinson’s disease.
American Parkinson Disease Association. Diakses pada 2021.  Understanding the Basics of Parkinson’s Disease.
National Health Service – UK. Diakses pada 2021. Parkinson’s disease