22 January 2019

Orangtua Sebaiknya Kenali Gejala Bipolar pada Anak

orangtua sebaiknya kenali gejala bipolar pada anak

Halodoc, Jakarta – Bipolar adalah gangguan suasana hati yang bisa menyebabkan pengidapnya mengalami perubahan emosi yang fluktuatif. Misalnya, dari yang tadinya merasa bahagia tiba-tiba menjadi murung. Ternyata, gangguan ini tidak hanya bisa dialami oleh orang dewasa saja, tapi juga anak-anak. Di Amerika Serikat, gangguan bipolar terjadi pada 1–5 persen dari jumlah penduduk, di mana 1,8 persennya adalah anak-anak. Itulah mengapa para orangtua dianjurkan untuk waspada terhadap kondisi kejiwaan yang juga bisa terjadi pada anak-anak ini. Kenali gejala bipolar pada anak di sini agar bisa ditangani sedini mungkin.

Sebenarnya, gejala bipolar pada anak sama saja dengan gejala yang dialami oleh orang dewasa, hanya tingkat depresinya saja yang berbeda dengan orang dewasa. Anak-anak dengan gangguan bipolar juga akan menunjukkan dua episode, yaitu emosi tertinggi (episode mania atau hipomania) dan emosi terendah (episode depresi). Pada episode mania, anak bipolar akan menjadi sangat bersemangat, enerjik, dan cenderung berbicara dengan cepat. Sedangkan pada fase depresi, ia akan terlihat sangat sedih, lesu, dan kehilangan minat.

Berdasarkan kecepatan pergantian suasana hati, ada sebagian anak pengidap gangguan bipolar yang mengalami keadaan normal di antara episode mania dan depresi. Namun, ada juga yang mengalami perubahan suasana hati yang sangat cepat dari mania ke depresi atau sebaliknya, tanpa ada fase normal. Dan ada juga yang mengalami kedua episode tersebut secara bersamaan. Gejala bipolar ini baru bisa dideteksi saat anak sudah mulai memasuki usia sekolah. Hal ini karena anak yang usianya lebih kecil belum memahami apa arti emosi.

Sayangnya, gangguan bipolar pada anak-anak sering kali sulit dideteksi. Pasalnya, gejala bipolar pada anak berkembang cukup lambat, sehingga sulit untuk membedakan apakah emosinya tersebut merupakan gejala bipolar atau memang sifat normal anak. Namun, ada beberapa tanda yang perlu ibu waspadai karena hal itu bisa menjadi gejala dari gangguan bipolar pada anak:

1. Merasa Sangat Bersemangat

Ketika sedang mengalami episode mania, anak-anak dengan gangguan bipolar bisa merasa sangat berenergi dan tidak mau bila disuruh tidur. Malahan mereka mampu beraktivitas selama berhari-hari tanpa merasa lelah, dan hanya beristirahat sangat sebentar.

Baca juga:  Anak Terlalu Hiperaktif? Waspada ADHD

2. Berbicara dan Berpikir Sangat Cepat

Episode mania pada anak pengidap bipolar juga bisa dikenali bila ia tiba-tiba berbicara lebih cepat dari biasanya, memiliki pikiran yang mudah melompat dari satu topik ke topik lainnya, sehingga sulit berkonsentrasi pada satu hal tertentu, serta mengulangi tindakan tertentu. Jika tidak jeli, orangtua bisa saja menganggap hal itu sebagai perilaku nakal. Padahal, mungkin saja itu merupakan suatu tanda adanya gangguan kejiwaan pada anak. Terutama bila Si Kecil pada dasarnya bukan tipe anak yang aktif.

3. Merasa Seperti Superhero

Saat mengalami episode mania, anak yang mengidap bipolar juga akan memiliki perasaan bahagia yang berlebihan. Bahkan, hal ini sering disertai dengan perasaan bahwa ia memiliki kekuatan superhero khusus.

Baca juga: Hati-Hati Pola Asuh Seperti Ini Bisa Picu Peter Pan Syndrome

4. Kehilangan Minat

Ketika memasuki episode depresi, anak dengan bipolar akan mengalami penurunan tingkat energi, sehingga merasa lelah, lesu, tidak napsu makan, dan kehilangan semangat. Si Kecil juga akan kehilangan minat untuk melakukan aktivitas yang disukai atau yang biasanya ia lakukan. Namun, kebanyakan orangtua sering salah mengartikan hal ini sebagai perubahan hobi belaka. Padahal, bisa jadi anak mengidap gangguan bipolar.

5. Kemarahan yang Tidak Wajar

Marah adalah emosi yang wajar yang bisa ditunjukkan oleh semua anak secara berkala. Namun, pada anak-anak dengan gangguan bipolar, mereka cenderung marah di tingkat yang sangat intens. Mereka bisa menunjukkan perilaku yang agresif saat marah, seperti melakukan tindakan kekerasan, mungkin menyerang orang lain, ataupun menghancurkan mainan temannya. Karena kebanyakan anak dengan gangguan ini tidak bisa mengendalikan ledakan emosi mereka, maka akhirnya kemarahan yang intens tersebut bisa berlangsung selama berjam-jam.

Baca juga: Ini Penyebab Anak Suka Marah-Marah

6. Perubahan di Sekolah

Anak dengan gangguan bipolar biasanya juga akan mengalami masalah di sekolah. Hal ini bisa berupa penurunan nilai, berhenti dari tim olahraga atau kegiatan lainnya, diskors dari sekolah, hingga mencoba bunuh diri.

Bila anak menunjukkan gejala bipolar di atas, sebaiknya segera kunjungi psikolog untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sekarang, kamu juga sudah bisa berbicara dengan psikolog lewat aplikasi Halodoc, lho. Hubungi psikolog untuk minta saran kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.