• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Gejala Gangguan Kecemasan Sosial pada Anak

Kenali Gejala Gangguan Kecemasan Sosial pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Menjaga kesehatan mental anak tetap optimal menjadi salah satu hal yang perlu dilakukan oleh orangtua agar tumbuh kembang anak dapat berjalan dengan baik. Tidak hanya orang dewasa, nyatanya anak-anak pun dapat mengalami berbagai gangguan kesehatan mental, salah satunya adalah gangguan kecemasan sosial. Sebaiknya orangtua kenali lebih banyak mengenai kondisi ini agar gangguan yang dialami anak dapat diatasi dengan baik.

Baca juga: Mitos atau Fakta Perundungan Picu Gangguan Kecemasan Sosial

Gangguan kecemasan sosial yang dialami anak bukan hanya membuat anak kesulitan untuk membangun hubungan sosial. Lebih dari itu, kondisi ini menyebabkan anak menghindari situasi sosial akibat ketakutan akan dikritik, dipermalukan, serta dihakimi oleh orang lain. Tidak hanya hubungan sosial, kondisi ini dapat mengganggu tumbuh kembang anak serta prestasinya di sekolah. 

Kenali Gejala dari Gangguan Kecemasan Sosial pada Anak

Saat anak mengalami rasa cemas ketika memasuki lingkungan yang baru, tentunya hal ini merupakan kondisi yang wajar dan normal. Umumnya, kecemasan ini tidak akan berlangsung lama setelah anak menemukan teman bermain yang membuatnya senang. Namun, jika anak mengalami rasa cemas dan takut berlebihan selama beberapa hari, sebaiknya perhatikan kondisi anak.

Anak yang mengalami gangguan kecemasan sosial umumnya akan mengalami rasa cemas dan takut yang berlebihan. Tidak hanya itu, biasanya kondisi ini akan disertai dengan beberapa gejala fisik, seperti bicara terlalu pelan, postur tubuh kaku, keringat berlebih, jantung berdebar, dan anak mengalami mual.

Baca juga: Benarkah Gangguan Kecemasan Sosial Diturunkan dari Keluarga?

Melansir Psycom, kondisi ini juga dapat menyebabkan anak merasa tertekan sehingga mengganggu nilai prestasi di sekolah dan kesulitan mencari teman baru. Anak dengan kondisi ini juga memiliki rasa percaya diri yang sangat rendah. Selain itu, mereka biasanya senang untuk menghindari berbagai aktivitas yang dilakukan dengan banyak orang.

Gangguan yang dialami anak nyatanya sulit untuk dideteksi. Bertanya langsung dengan psikolog mengenai sifat dan karakter anak melalui aplikasi Halodoc menjadi pilihan yang tepat agar ibu dapat mengetahui kondisi kesehatan mental anak. Melansir Very Well Mind, gangguan kecemasan sosial yang tidak diatasi dengan baik dapat tingkatkan risiko gangguan kesehatan mental lainnya, seperti depresi, gangguan pola makan, hingga keinginan untuk bunuh diri.

Lalu, apa penyebab gangguan kecemasan sosial pada anak? Hampir sama dengan orang dewasa, faktor genetik, faktor lingkungan, kejadian traumatis, dan pola asuh yang terlalu mengekang menjadi pemicu anak alami kondisi ini.

Atasi Gangguan Kecemasan Sosial yang Dialami Anak

Pengobatan yang dilakukan pada anak-anak dengan gangguan kecemasan sosial ditujukan untuk menurunkan risiko munculnya gejala dan membantu pengidap mengontrol rasa cemas yang dialami. Berbagai perawatan dapat dilakukan, seperti:

  1. Terapi perilaku kognitif yang dapat membantu anak-anak untuk mengenali faktor pemicu dan mampu mengontrol pikiran negatif yang muncul.
  2. Keluarga juga memerlukan terapi untuk mengetahui tindakan-tindakan yang perlu dilakukan dalam membantu anak mengatasi gejala yang dialami. Dukungan keluarga menjadi peran penting dalam pengobatan untuk mengatasi kondisi ini dengan baik.
  3. Penggunaan obat digunakan untuk mengurangi rasa cemas dan takut berlebihan yang dialami anak.

Baca juga: Benarkah Spotlight Effect Picu Gangguan Kecemasan Sosial?

Itulah beberapa pengobatan dan perawatan yang dapat dilakukan untuk membantu anak mengatasi gangguan kecemasan sosial yang dialami. Melansir Raising Children, dukungan orangtua begitu berperan dalam penanganan kondisi ini. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan orangtua untuk membantu anak mengurangi rasa cemas atau takutt berlebihan secara mandiri di rumah.

Berikan pengertian mengenai situasi sosial yang akan dihadapi agar anak dapat mempersiapkan kondisi mental. Selain itu, jangan paksa anak untuk tampil di depan banyak orang, sebaiknya lakukan ini secara perlahan sampai anak merasa nyaman dengan kondisi situasi sosial.

Referensi:
Psycom. Diakses pada 2020. How to Help Kids with Social Anxiety.
Very Well Mind. Diakses pada 2020. Social Anxiety Disorder in Children.
Raising Children. Diakses pada 2020. Social Anxiety Children.