• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Jenis Masalah Haid dan Penyebabnya yang Perlu Diwaspadai
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Jenis Masalah Haid dan Penyebabnya yang Perlu Diwaspadai

Kenali Jenis Masalah Haid dan Penyebabnya yang Perlu Diwaspadai

5 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 22 Juli 2022

“Umumnya gangguan haid muncul karena adanya perubahan hormon. Namun, selain itu gangguan haid juga bisa ditimbulkan oleh hal lain termasuk gangguan medis.”

Kenali Jenis Masalah Haid dan Penyebabnya yang Perlu DiwaspadaiKenali Jenis Masalah Haid dan Penyebabnya yang Perlu Diwaspadai

Halodoc, Jakarta – Setiap wanita memiliki siklus haid yang berbeda. Sebagian di antaranya mengalami  menstruasi selalu tepat waktu, sementara beberapa wanita lainnya memperoleh haid tidak teratur. Haid tidak teratur ada banyak macamnya. Haid bisa datang terlambat atau terlalu cepat, berlangsung   terlalu lama atau terlalu singkat. Perdarahan saat haid juga bisa lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya. 

Siklus haid rata-rata berkisar antara 21–35 hari dengan lama perdarahan 2–8 hari. Siklus haid menjadi tidak teratur bila terjadi ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron.

Lantas, apa saja sih jenis masalah haid dan penyebabnya yang perlu diwaspadai?

Jenis-Jenis Gangguan Haid

Ada beragam gangguan menstruasi yang bisa dialami wanita. Beberapa jenis gangguan haid mungkin harus segera mendapatkan penanganan medis agar terhindar dari komplikasi, termasuk risiko masalah kesuburan. Berikut ini beberapa masalah haid yang perlu segera diperiksakan : 

  1. Dismenorea

Gangguan haid bisa ditandai dengan nyeri yang terasa sangat parah. Kondisi ini disebut   dengan dismenorea. Nyeri biasanya akan terasa pada hari pertama dan hari kedua menstruasi dan disertai dengan gejala kram di perut bawah, hingga ke punggung dan paha. Gejala sakit  kepala, mual, dan muntah juga bisa muncul. 

  1. Menorrhagia 

Darah haid bisa keluar secara berlebihan, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi di mana darah menstruasi yang keluar dalam jumlah terlampau banyak disebut dengan menorrhagia. Selain darah yang berlebih, kondisi ini juga menyebabkan haid  berlangsung  dalam waktu lama, yaitu lebih dari 7 hari serta berisiko menimbulkan gejala anemia, seperti lemas  dan pucat.

  1. Amenorea 

Amenorea merupakan  kondisi yang menyebabkan wanita berhenti haid padahal tidak sedang hamil. Penyakit ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu amenorea primer yang menyebabkan wanita belum pernah menstruasi sama sekali hingga 16 tahun. Sementara itu amenorea sekunder membuat wanita tidak haid selama 3 bulan atau lebih, padahal tidak sedang hamil dan sudah pernah haid sebelumnya. Pemeriksaan ke dokter perlu segera dilakukan untuk mengetahui penyebab penyakit ini.

  1. Premenstrual dysphoric disorder (PMDD)

Nyeri atau kram perut ringan adalah hal yang normal muncul menjelang menstruasi. Kondisi  ini dikenal dengan istilah premenstrual syndrome (PMS), gejala lain yang bisa muncul adalah sakit kepala, tubuh lemas, hingga keluhan psikologis, seperti gelisah, merasa cemas, mudah  marah, serta perubahan suasana hati alias mood yang terjadi tiba-tiba. 

Gejala PMS biasanya akan mereda dan hilang saat menstruasi tiba atau pada hari-hari pertama haid. Namun, jika kondisi ini berlanjut dan gejala yang muncul cukup parah serta mengganggu, maka kondisi ini disebut Premenstrual dysphoric disorder (PMDD). 

Penyebab Masalah Haid yang Perlu Diwaspadai

Untuk mengatasi masalah haid, sebaiknya pahamilah penyebab yang dapat menimbulkan hal tersebut.  Menstruasi tidak lancar juga bisa disebabkan oleh sejumlah kondisi medis. Berikut macam-macam penyebab haid tidak teratur yang perlu kamu tahu:

  1. Perubahan Hormon

Penyebab menstruasi tidak teratur adalah perubahan hormon. Ketidakseimbangan kadar hormon umum terjadi pada tahun-tahun awal menstruasi atau saat kamu mengalami pubertas. Siklus haid bisa memanjang atau memendek. Darah haid yang keluar pun bisa sedikit atau banyak.

  1. PCOS

PCOS adalah gangguan hormonal yang ditandai dengan sel-sel telur yang tidak matang dan berukuran kecil. Sel sel telur yang tidak matang bisa membuat haid tiap bulan beda tanggal. Nah, sel-sel telur yang tidak berkembang ini bentuknya menyerupai kista. Karenanya, banyak orang salah kaprah mengira PCOS menimbulkan kista, padahal tidak sama sekali. Oleh karena itu, PCOS tidak berbahaya. Namun, PCOS dapat menyebabkan pengidapnya sulit hamil. 

  1. Kanker Indung Telur

Kanker indung telur alias kanker ovarium dapat menyebabkan haid tidak teratur. Keganasan ini juga bisa menyebabkan darah menstruasi lebih banyak dari biasanya. Meski begitu, kanker indung telur tidak dapat didiagnosis dari perubahan menstruasi saja. Onkolog perlu mengawasi kemunculan faktor lainnya. Gejala lain dari kanker indung telur adalah adanya nyeri saat berhubungan seks dan benjolan pada perut.

  1. Kista

Tanggal haid tidak teratur juga bisa disebabkan oleh kista ovarium. Sebagian besar kista ovarium terbentuk karena pengaruh hormon siklus haid bulanan. Kista bisa menimbulkan gejala lainnya, seperti rasa nyeri berlebih saat kamu menstruasi. Kendati demikian, kista sering kali juga tidak menimbulkan gejala apa pun, sehingga pengidapnya tidak mengetahui keberadaan tumor jinak ini.

  1. Penggunaan Kontrasepsi

Kontrasepsi hormonal baik dalam bentuk pil, suntikan, dan implan dapat mengganggu siklus haid. Karenanya, produk pencegah kehamilan ini bisa jadi penyebab haid tidak teratur  tanggalnya. Misalnya, di antara dua periode haid, darah menstruasi tidak keluar dan hanya menimbulkan flek. 

Sedangkan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) alias spiral tidak mengganggu siklus datang bulan. Namun, perdarahan bisa menjadi lebih banyak atau menimbulkan nyeri saat haid.

  1. Obesitas

Kegemukan bisa menjadi penyebab masalah haid tidak teratur. Soalnya, wanita gemuk memiliki lemak yang banyak. Lemak adalah salah satu sumber hormon estrogen. Lemak berlebih dapat meningkatkan produksi estrogen. Estrogen ekstra bisa mengganggu proses ovulasi. Akibatnya, siklus haid menjadi tidak teratur.  Untuk membuat siklus haid kamu menjadi normal, turunkan berat badan dengan olahraga dan pola makan sehat, ya!

  1. Gangguan Hormon Tiroid

Tiroid adalah kelenjar pada leher yang berbentuk seperti kupu-kupu. Tiroid berperan dalam pengaturan hormon. Gangguan pembentukan hormon tiroid atau hipotiroid bisa membuat produksi hormon berkurang. Hal ini menyebabkan durasi menstruasi jadi lebih panjang dan volume darahnya jadi lebih banyak. 

Sebaliknya, produksi hormon tiroid berlebih atau hipertiroid bisa mempersingkat durasi menstruasi. Hipertiroid juga membuat volume darah haid jadi lebih sedikit.

  1. Stres

Berdasarkan penelitian yang dimuat International Journal of Medical Health Research, stres berat dapat mengganggu siklus haid. Saat stres, tubuh akan melepaskan hormon kortisol. Lonjakan kadar hormon kortisol bisa menekan fungsi indung telur dan pada akhirnya membuat haid tidak lancar. Peningkatan hormon kortisol juga menyebabkan efek domino pada organ-organ lainnya seperti kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, dan hipotalamus. Hal ini menyebabkan menstruasi terganggu, bahkan bisa tidak terjadi sama sekali.

  1. Premenopause

Premenopause adalah tahap sebelum terjadinya menopause, yaitu kondisi berakhirnya siklus menstruasi secara alami. Tahap ini biasanya dimulai 4-8 tahun sebelum menopause terjadi. Premenopause umumnya dimulai pada pertengahan usia 40 tahun. Ketika premenopause terjadi, kamu akan semakin jarang menstruasi hingga akhirnya mengalami menopause dan berhenti haid selamanya. 

Nah, bagi kamu yang memiliki masalah haid atau keluhan kesehatan lainnya, segeralah tanyakan pada dokter melalui Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
MedlinePlus. Diakses pada 2022. Premenstrual Dysphoric Disorder.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Abnormal Menstruation (Periods).
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Menstrual Cycle: What’s Normal, What’s Not.
Healthline. Diakses pada 2022. Menstrual Problems.
NHS UK. Diakses pada 2022. Irregular Periods.
Medical News Today. Diakses pada 2022. What to Know About Irregular Periods.
Healthline. Diakses pada 2022. What Causes Menstrual Irregularity?
Ditulis oleh: dr. Fadli Rizal