Kenali Langkah-Langkah untuk Mengobati Tinea Barbae

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Kenali Langkah-Langkah untuk Mengobati Tinea Barbae

Halodoc, Jakarta – Umum terjadi pada pria dewasa dan tidak pernah terjadi pada anak-anak, tinea barbae adalah infeksi jamur kulit yang menyerang area berambut pada wajah dan leher. Jamur yang menjadi penyebab tinea barbae biasanya ditemukan pada hewan ternak yang terinfeksi. Itulah sebabnya penyakit kulit ini kerap dialami oleh peternak, karena sering melakukan kontak langsung dengan hewan ternak.

Untuk mengobatinya, dokter akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kerokan kulit di bawah mikroskop, dengan menggunakan larutan kalium hidroksida. Cairan ini digunakan karena dapat memperlihatkan elemen jamur pada sampel. Selain pemeriksaan melalui mikroskop, pemeriksaan kultur sampai bagian tubuh yang terinfeksi juga dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis. 

Baca juga: Selain Tinea Pedis, Kenali 3 Jenis Tinea Lainnya

Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan media agar-agar untuk melihat pertumbuhan jamur. Namun, pemeriksaan kultur biasanya membutuhkan waktu sekitar 3 minggu hingga hasilnya bisa diketahui. Pada beberapa kasus, dibutuhkan juga beberapa pemeriksaan tambahan meliputi biopsi kulit, dengan mengamati perubahan yang terjadi pada kulit di bawah mikroskop, karena kadang elemen jamur sulit terlihat. 

Berbagai pemeriksaan tersebut sangat penting dilakukan, agar dokter bisa menentukan jenis pengobatan yang tepat. Pada kasus yang ringan, tinea barbae dapat diobati dengan pemberian obat-obatan antijamur topikal, seperti krim, losion, atau sampo antijamur. Namun sebelum mengaplikasikannya, pengidap dianjurkan untuk mencukur rambut di bagian yang terinfeksi terlebih dahulu.

Sementara itu, pada kasus yang cukup parah, dokter biasanya juga akan meresepkan obat-obatan tablet untuk dikonsumsi. Jenis obat yang biasa diberikan adalah griseofulvin, yang perlu dikonsumsi selama 2–3 minggu. Obat ini dapat membantu hambat perkembangan sel jamur. Selain griseofulvin, obat jenis terbinafine dan itraconazole juga dapat digunakan untuk mengatasi tinea barbae.

Baca juga: Enggak Cuma Rambut, Alopecia Areata Bikin Kumis dan Alis Rontok

Kenali Gejala yang Ditimbulkan Tinea Barbae

Jika diobati dengan benar, tinea barbae umumnya dapat sembuh secara total. Lesi yang muncul biasanya akan mereda dalam waktu beberapa bulan, sehingga pengidapnya memang perlu bersabar dan telaten. Namun, jika penyakit ini tidak diobati, pengidapnya dapat mengalami komplikasi berupa kebotakan dengan luka parut.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala yang ditimbulkan tinea barbae, dan segera memeriksakan diri ke dokter jika menemukannya. Gejala yang ditimbulkan tinea barbae adalah peradangan parah pada area wajah yang berambut, seperti janggut dan kumis, berupa benjolan merah, bengkak, serta bernanah dan berkerak.

Benjolan tersebut umumnya tidak terasa gatal atau sakit, tetapi rambut pada area yang terinfeksi dapat rontok dengan mudah. Jika menemukan gejala tersebut, segera foto dan diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc lewat Chat, atau bisa juga tunjukkan langsung melalui Video Call. Jika ingin melakukan pemeriksaan langsung, kamu bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit, melalui aplikasi Halodoc juga. Mudah, bukan? Jadi jangan lupa download aplikasinya, ya. 

Baca juga: Inilah Pengobatan Ampuh untuk Menangani Tinea Capitis

Bagaimana Cara Mencegah Tinea Barbae?

Seperti telah disebutkan di awal, tinea barbae disebabkan oleh jamur Trichophyton verrucosum yang berasal dari hewan ternak, atau Trichophyton mentagrophytes var equinum yang berasal dari kuda. Selain kedua jenis jamur tersebut, jamur Trichophyton rubrum dan Trichophyton violaceum juga bisa menyebabkan tinea barbae.

Berdasarkan hal itu, pencegahan yang bisa dilakukan untuk tinea barbae adalah menyingkirkan sumber penyebabnya. Karena rentan menyerang peternak, maka sebaiknya lakukan pemeriksaan terhadap semua hewan ternak. Jika menemukan hewan ternak yang terinfeksi, segera pisahkan dengan yang lain dan lakukan pengobatan. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut. 

Referensi:
Doctor Fungus. Diakses pada 2019. Tinea Barbae.
MSD Manual. Diakses pada 2019. Tinea Barbae.