Kenali Mitos dan Fakta tentang Menjemur Newborn

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Kenali Mitos dan Fakta tentang Menjemur Newborn

Halodoc, Jakarta - Sinar matahari disinyalir menjadi sumber vitamin D yang baik untuk meningkatkan kesehatan tulang. Ini sebabnya tidak sedikit ibu yang masih percaya untuk menjemur bayi yang baru lahir alias newborn setiap pagi langsung di bawah sinar matahari. Katanya, ini membantu mengurangi tingginya kadar bilirubin yang membuat kulit bayi baru lahir menguning. 

Ada yang mengatakan bahwa bayi baru lahir sudah bisa dijemur satu atau dua hari setibanya di rumah. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa menjemur bayi lebih baik ketika usianya sudah menginjak satu minggu. Sebenarnya, mana yang benar, ya? Nah, supaya ibu tidak salah mengira, ketahui dulu mitos dan fakta cara menjemur bayi baru lahir yang benar.

  • Waktu Menjemur Paling Baik

Kalau ibu menjemur sang buah hati di pagi hari, jam berapa mulai melakukannya? Nih, matahari di siang bolong tidak bagus, lho, buat kulit bayi yang masih sensitif. Tidak hanya itu, Si Kecil juga bisa mengalami hipertermia atau meningkatkan suhu tubuh di atas angka normal. 

Baca juga: 7 Fakta tentang Bayi Baru Lahir

Matahari pagi jelas lebih baik, tetapi waktunya juga tidak sembarangan. Antara pukul 07.00 sampai 09.00, cukup 10 sampai 15 menit saja. Katanya, matahari pagi pada kisaran jam tersebut lebih teduh daripada setelahnya. Vitamin D pada matahari pagi jam tersebut lebih tinggi dan sangat baik untuk kesehatan sang buah hati. 

  • Jemur dalam Keadaan Telanjang

Ketika menjemur, bagaimana sebaiknya? Apakah telanjang atau mengenakan pakaian? Ternyata, cara menjemur bayi baru lahir yang disarankan adalah telanjang atau menggunakan popok saja. Nah, ketika menjemur, ibu juga disarankan untuk membolak-balik tubuhnya. Bukan tanpa alasan, ini supaya paparan sinar matahari tersebar merata ke seluruh tubuh Si Kecil. 

Baca juga: 7 Tips Dasar Merawat Bayi Baru Lahir

  • Waspada untuk Bayi Prematur

Sebenarnya, tidak ada batasan usia untuk menjemur bayi yang baru lahir. Namun, perhatikan untuk bayi prematur. Bayi yang lahir sebelum usia kelahiran yang seharusnya membutuhkan temperatur yang stabil, sementara sinar matahari cenderung memiliki temperatur yang berubah-ubah. Jadi, sebaiknya ibu tidak menjemur bayi yang lahir prematur. Tidak harus setelah umur seminggu, ibu bahkan sudah bisa menjemur sang buah hati keesokan hari setelah ia tiba di rumah. 

  • Menjemur Tidak Perlu di Luar Rumah

Jika ibu tinggal di lingkungan yang padat penduduk, polusi menjadi musuh utama. Lalu, bagaimana menyiasatinya? Tenang saja, cara menjemur bayi baru lahir ternyata tidak selalu harus di luar rumah, lho. Ibu pun bisa melakukan di lingkungan dalam rumah. Asalkan tempatnya mendapatkan cukup sinar matahari. Taman bisa dijadikan pilihan terbaik kala menjemur sang buah hati. 

  • Menjemur sambil Memijat

Saat menjemurnya, ibu juga bisa melakukan pijatan-pijatan agar peredaran darahnya semakin lancar. Bisa juga ibu manfaatkan untuk membersihkan telinganya. Sebelum menjemurnya, mengoleskan minyak bayi atau baby oil tidak ada salahnya, sehingga kulit Si Kecil terlindungi. 

Baca juga: 6 Tes Kesehatan yang Wajib Dilakukan Bayi Baru Lahir

Kalau ibu menemukan masalah pada sang buah hati yang baru dilahirkan, ibu harus segera membawanya ke dokter. Buat janji langsung dengan dokter di rumah sakit saja supaya ibu tidak perlu mengantre. Dengan begitu, pengobatan bisa segera dilakukan. Jangan tunggu sampai parah kondisinya, ya, bu!



Referensi: 
NHS. Diakses pada 2019. Washing and Bathing Your Baby.
Healthy Children. Diakses pada 2019. Bathing Your Baby.
Raising Children Network. Diakses pada 2019. Bathing A Newborn.