• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Pemeriksaan yang Bisa Mendeteksi Rabun Jauh

Kenali Pemeriksaan yang Bisa Mendeteksi Rabun Jauh

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Rabun jauh alias miopi dideteksi dengan melakukan beberapa pemeriksaan. Tujuan dilakukannya pemeriksaan adalah untuk mengetahui apakah gejala yang muncul memang merupakan tanda dari gangguan mata tersebut. Rabun jauh merupakan gangguan penglihatan yang menyebabkan mata bisa melihat objek yang letaknya dekat dengan jelas.

Sementara untuk objek yang berada sedikit lebih jauh, pengidap gangguan ini biasanya tidak bisa dilihat dengan jelas. Kondisi ini juga sering disebut dengan istilah myopia. Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui apa yang menjadi penyebab pasti kerusakan pada mata yang bisa berujung pada rabun jauh. Namun, ada beberapa pendapat yang menyebut bahwa rabun jauh dapat dipicu oleh dua faktor, yaitu faktor keturunan dan pengaruh lingkungan. 

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Penyebab Mata Minus (Rabun Jauh)

Pemeriksaan untuk Rabun Jauh 

Rabun jauh nyatanya bisa menyerang siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. Pada anak-anak, risiko penyakit ini meningkat jika ada faktor genetik. Dengan kata lain, rabun jauh lebih rentan menyerang anak yang memiliki orangtua dengan kondisi yang sama. Selain itu, rabun jauh juga bisa terjadi dan disebabkan oleh faktor eksternal, yaitu lingkungan dan kebiasaan tertentu.

Faktor eksternal yang bisa meningkatkan risiko penyakit ini, di antaranya terlalu sering menonton televisi, menggunakan komputer, membaca buku dengan cara yang salah, atau dengan penerangan redup. Kebiasaan-kebiasaan tersebut nyatanya bisa membuat mata harus bekerja lebih keras dan rentan mengalami kerusakan. 

Pemeriksaan dilakukan jika seseorang mulai menunjukkan gejala yang dicurigai sebagai tanda rabun jauh. Berikut jenis-jenis pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi rabun jauh, di antaranya: 

1.Riwayat Gejala 

Pemeriksaan pertama yang dilakukan adalah menanyakan riwayat gejala yang muncul. Dokter juga akan mencari tahu sejak kapan gejala muncul serta tingkat keparahannya. Selanjutnya, pemeriksaan fisik pada mata akan dilakukan untuk menentukan apakah gejala yang muncul merupakan tanda penyakit rabun jauh atau bukan. 

2.Tes Ketajaman Mata 

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan ketajaman mata. Tes ini dilakukan dengan menggunakan diagram huruf dan angka. Kamu akan diminta untuk mencoba membaca huruf-huruf atau angka yang berada pada diagram. Jarak diagram dan tempat duduk pasien adalah 6 meter. Angka dan huruf dalam diagram akan tersusun mulai dari ukuran besar hingga paling kecil. Tujuannya untuk mengukur ketajaman mata melihat objek dan mengetahui tingkat keparahan rabun yang dialami. 

3.Pemeriksaan Pupil 

Setelah kedua pemeriksaan tersebut, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan jika dibutuhkan. Pemeriksaan dimulai dengan pupil, tujuannya untuk melihat respon pupil terhadap cahaya. Tes ini dilakukan dengan menyinari cahaya senter atau lampu khusus pada mata. 

Baca juga: Penyebab Rabun Jauh yang Perlu Diketahui dan Pencegahannya

4.Gerakan Mata 

Pemeriksaan juga dilakukan pada gerakan mata. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah mata bergerak secara selaras atau tidak. Pemeriksaan juga dilakukan untuk melihat kemampuan penglihatan samping pasien. 

5.Bagian Depan Bola Mata 

Pemeriksaan juga dilakukan untuk memeriksa bagian depan bola mata. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat kemungkinan adanya luka atau katarak pada bagian kornea, iris, lensa, dan kelopak mata.

Seluruh pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui kemungkinan ada gangguan mata lain yang menyertai rabun jauh. Tes ini juga bisa dilakukan untuk mengetahui penyebab gejala yang muncul. Untuk menghindari gangguan pada mata, pastikan untuk menjaga kesehatan mata.

Selain menghindari hal yang bisa merusak mata, kamu juga bisa mengonsumsi suplemen khusus yang disarankan oleh dokter. Agar lebih mudah, beli suplemen atau produk kesehatan lain di aplikasi Halodoc saja! Pesanan akan dikirim ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2020. Nearsightedness: Myopia Diagnosis and Treatment.
NHS UK. Diakses pada 2020. Short-sightedness (myopia).
Healthline. Diakses pada 2020. Nearsightedness (Myopia).