• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Penyebab Nyeri Haid yang Normal hingga Serius

Kenali Penyebab Nyeri Haid yang Normal hingga Serius

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Dalam medis, nyeri haid disebut dengan dismenore, yang diklasifikasikan dua jenis sesuai intensitasnya, yaitu primer dan sekunder. Dismenore primer, yaitu nyeri haid yang umum terjadi dan dialami hampir semua wanita saat siklus menstruasi tiba. Kondisi ini ditandai dengan nyeri berdenyut di area perut bagian bawah, atau yang dikenal dengan istilah kram perut.

Baca juga: Ini Pentingnya Mencatat Masa Subur Wanita

Nyeri Haid dengan Intensitas yang Normal

Nyeri dengan intensitas ringan hingga sedang tersebut biasanya dimulai dari 1-3 hari sebelum siklus menstruasi tiba, yang akan mengalami puncak rasa nyeri sehari setelah menstruasi, dan akan mereda pada 2-3 hari setelahnya. Nyeri tersebut biasanya muncul setelah wanita buang air kecil atau besar. Intensitas nyerinya sendiri tidak parah, tapi mampu membuat wanita mengalami mual, rasa mulas, hingga sakit kepala.

Nyeri haid sendiri disebabkan oleh rahim yang berkontraksi untuk mengikis lapisan yang disebut dengan endometrium. Saat prosesnya terjadi, rahim akan mengeluarkan senyawa yang disebut dengan prostaglandin, yang berfungsi untuk membantu rahim berkontraksi, agar endometrium dapat meluruh menjadi darah. Prostaglandin sendiri merupakan bagian penting dalam siklus haid. Namun, jika jumlahnya berlebihan, senyawa ini yang menyebabkan rasa sakit berlebihan.

Sebagian orang mengalami nyeri dalam intensitas ringan hingga sedang. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor risiko, seperti:

  • Seseorang di bawah usia 30 tahun.

  • Seseorang yang mengalami haid lebih awal, pada usia 11 tahun atau lebih muda.

  • Seseorang yang mengalami pendarahan hebat saat haid.

  • Seseorang yang haid tidak teratur.

  • Seseorang yang memiliki berat badan tidak normal, kegemukan atau terlalu kurus.

  • Seseorang yang memiliki kebiasaan merokok.

Jika kamu sering mengalami nyeri dan memiliki faktor risiko tersebut, tidak perlu panik, ya! Karena hal tersebut lumrah terjadi. Namun, jika nyeri yang dirasakan sangat menyakitkan hingga menyebabkan kamu kehilangan kesadaran, hal tersebut harus diwaspadai, karena menjadi pertanda jika kamu mengalami dismenore sekunder.

Baca juga: Ini 3 Bagian Tubuh yang Nyeri Akibat Datang Bulan

Nyeri Haid dengan Intensitas yang Parah

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, selain nyeri dengan intensitas ringan hingga sedang, pada beberapa wanita mereka akan mengalami rasa nyeri yang serius. Kondisi tersebut biasanya mengacu pada penyakit yang lebih serius, yang menyebabkan rasa sakit parah saat menstruasi. Berikut beberapa penyakit yang dimaksud:

  • Endometriosis

Endometriosis merupakan kondisi yang terjadi saat sel-sel lapisan rahim tumbuh di bagian lain tubuh selain di rahim. Biasanya sel-sel tersebut tumbuh di tuba falopi, ovarium, kandung kemih, dan jaringan lain yang melapisi panggul. 

  • Fibroid Rahim

Fibroid merupakan tumor non kanker yang ada di dinding rahim. Adanya benjolan tersebut dapat mengganggu proses haid, karena otot rahim harus bekerja dengan ekstra. Benjolan ini akan memberikan tekanan pada kontraksi rahim yang berusaha mengeluarkan gumpalan darah. 

  • Radang Panggul

Peradangan pada panggul akan memicu produksi prostaglandin yang berlebihan, sehingga menyebabkan nyeri haid dengan intensitas parah. Kondisi tersebut biasanya disebabkan oleh penyakit menular seksual yang tidak diobati dengan tepat.

Penyebab nyeri haid dengan intensitas parah yang terakhir adalah stenosis serviks, yaitu penyempitan serviks atau leher rahim. Kondisi tersebut akan menghambat laju darah haid, sehingga menyebabkan peningkatan tekanan dalam rahim. Untuk mengetahui adanya penyakit-penyakit tersebut, dokter akan membutuhkan USG, CT scan, atau MRI untuk memastikannya.

Baca juga: Ini 6 Makanan Pelancar Haid Saat Puasa

Namun, sebelum memutuskan untuk pergi ke dokter, ada beberapa pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri saat haid, yaitu:

  • Mengonsumsi banyak air putih.
  • Kompres hangat.
  • Konsumsi vitamin D.
  • Olahraga yoga.
  • Mandi air hangat.

Beberapa langkah tersebut dapat dilakukan untuk mengurangi rasa sakit, serta menenangkan otot yang tegang. Jika langkah tersebut tidak mampu untuk mengatasi nyeri yang kamu alami, segera diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc guna mendapatkan langkah penanganan yang tepat, ya!

Referensi:

Medline Plus. Diakses pada 2020. Period Pain.

Everyday Health. Diakses pada 2020. 7 Reasons You Have Period Pain.