Kenali Perbedaan Alergi dan Intoleransi Makanan

Kenali Perbedaan Alergi dan Intoleransi Makanan

Halodoc, Jakarta - Banyak orang yang masih belum mengerti perbedaan antara alergi makanan dan intoleransi makanan. Meskipun kedua hal tersebut terlihat sama, alergi makanan dan intoleransi makanan adalah dua hal yang sangat berbeda.

Tidak sedikit orang yang menyangka apabila dirinya alergi terhadap suatu makanan, ternyata tubuhnya hanya tidak toleran terhadap suatu zat makanan. Perbedaan utama dari kedua hal tersebut adalah alergi makanan melibatkan sistem kekebalan tubuh, sedangkan intoleransi makanan tidak.

Intoleransi makanan membuat tubuh tidak nyaman, tetapi tidak mengancam nyawa. Gejala dari gangguan tersebut umumnya terjadi beberapa jam setelah makanan dikonsumsi, yang berbeda dengan alergi makanan dengan gejala yang bereaksi lebih cepat dan terkadang dapat mengancam nyawa.

Pada alergi makanan, gangguan tersebut bereaksi terhadap sistem imun dikarenakan suatu makanan yang tidak berbahaya. Sistem imun tubuh akan menganggap makanan yang masuk tersebut sebagai racun dan langsung memicu reaksi alergi.

Gejala Alergi Makanan dan Intoleransi Makanan

Gejala dari alergi makanan umumnya langsung berkembang setelah beberapa detik atau beberapa menit kamu mengonsumsi makanan tersebut. Gejala yang mungkin terlihat, yaitu:

  • Kesemutan atau gatal di mulut.
  • Ruam merah dan gatal.
  • Pembengkakan pada wajah, mulut, tenggorokan atau area tubuh lainnya.
  • Kesulitan menelan.
  • Mengi atau sesak napas.
  • Merasa sakit atau muntah.
  • Sakit perut atau diare.
  • Gejala menyerupai demam, seperti bersin atau mata gatal.

Beberapa orang mungkin mengembangkan reaksi alergi yang parah, yang dapat mengancam jiwa.

Sementara itu, gejala dari intoleransi makanan terkadang tidak jelas tetapi bisa meliputi:

  • Kembung dan masuk angin.
  • Mual dan/atau diare.
  • Gangguan pencernaan dan sakit pada perut.
  • Peningkatan eksim atau asma.

Timbulnya gejala tersebut bisa langsung terjadi, tetapi umumnya ditunda hingga 20 jam setelah makanan tersebut masuk ke dalam tubuh.

Baca Juga : Ini Bedanya Intoleransi dan Alergi Makanan

Rentang Umur yang Dapat Terserang Alergi Makanan dan Intoleransi Makanan

Sebagian besar alergi makanan dimulai pada masa anak-anak dan paling umum terjadi pada anak kecil yang berusia kurang dari 5 tahun. Bahkan bayi yang belum lama lahir dapat mengalami gejala alergi makanan. Alergi makanan memengaruhi hingga 10 persen bayi, 6 persen anak-anak, dan 2 persen orang dewasa.

Selain itu, seseorang yang mengidap alergi makanan tidak umum terjadi pada orang dewasa. Intoleransi makanan jauh lebih umum pada orang dewasa dan dapat disebabkan oleh berbagai sebab.

Penyebab Alergi Makanan dan Intoleransi Makanan

Reaksi alergi sering disebabkan oleh jenis makanan tertentu. Hanya 9 makanan yang menyebabkan 90 persen alergi, makanan tersebut adalah kacang tanah, kacang-kacangan, telur, susu, biji wijen, ikan, kerang, kedelai dan gandum. Namun, setiap makanan mungkin saja dapat menjadi penyebab reaksi alergi.

Selain itu, makanan apa pun juga dapat menyebabkan intoleransi makanan. Hal yang umum adalah intoleransi laktosa, artinya kamu tidak dapat mencerna gula yang ditemukan dalam produk susu.

Baca Juga : Benarkah Alergi Makanan Bisa Mengintai Seumur Hidup?

Alergi Makanan dan Intoleransi Makanan Dapatkah Mengancam Nyawa?

Dalam beberapa kasus, alergi makanan yang terjadi dapat mengancam jiwa. Seseorang dapat mengalami syok anafilaksis, yang berarti orang tersebut mungkin mengalami kesulitan bernapas dan/atau penurunan tekanan darah secara tiba-tiba. Hal ini bisa mengancam jiwa dan kamu harus segera mencari bantuan medis.

Walau begitu, intoleransi makanan tidak dapat mengancam nyawa seseorang. Gejala yang timbul dari gangguan ini hanya bersifat ringan dan mungkin terjadi dalam waktu yang sebentar.

Baca Juga : Ini Dampak Alergi Makanan Paling Fatal

Itulah perbedaan antara alergi makanan dan intoleransi makanan. Jika kamu ingin memastikan diri kamu mengidap alergi makanan atau intoleransi makanan, kamu dapat membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan melalui Halodoc. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!