Kenali Prosedur dan Efek Samping dari Peeling Wajah

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   05 September 2022

“Sebelum mencoba peeling wajah, ada baiknya untuk mengetahui prosedurnya terlebih dahulu. Pasalnya, ada beberapa efek samping dari prosedur ini yang mungkin saja terjadi,”

Kenali Prosedur dan Efek Samping dari Peeling WajahKenali Prosedur dan Efek Samping dari Peeling Wajah

Halodoc, Jakarta – Peeling wajah atau chemical peeling adalah tindakan pengaplikasian bahan kimia tertentu pada kulit wajah untuk mengelupas kotoran dan sel kulit mati.

Selain wajah, tindakan ini bisa diaplikasikan pada tangan dan leher. Perawatan wajah ini dapat memperbaiki penampilan kulit sehingga membuat kamu jadi lebih percaya diri. 

Umumnya, prosedur peeling wajah dilakukan dengan mengoleskan larutan kimia ke kulit sehingga membuat kulit “melepuh” dan akhirnya terkelupas. Kulit baru ini biasanya lebih halus dan tidak berkerut dibandingkan kulit lama. 

Tindakan ini dapat mengobati kerutan, kulit yang berubah warna, dan bekas luka di wajah atau kulit lainnya. Ini juga dapat dikombinasikan dengan prosedur kosmetik lainnya.

Prosedur Peeling Wajah

Peeling wajah biasanya tersedia di klinik dokter kecantikan atau di rumah sakit. Perawatan ini merupakan prosedur rawat jalan dan tidak rawat inap.

Sebelum prosedur, rambut dan mata akan ditutup terlebih dahulu. Kemudian, dokter memulai prosesnya dengan membersihkan wajah. Nah, begini prosedur lengkapnya:

1. Peeling Dangkal (Light Chemical Peel)

Pertama, dokter akan mengoleskan larutan kimia dengan sikat, bola kapas, kain kasa atau spons.

Sesudah dioles, kulit akan memutih dan terasa sedikit perih. Setelah didiamkan beberapa saat, dokter mengoleskan larutan penetral untuk menghilangkan larutan kimia.

Setelah prosedur, kulit akan tampak merah, kering dan iritasi. Dokter biasanya mengoleskan salep pelindung, seperti petroleum jelly, untuk menenangkan kulit. 

2. Peeling Sedang (Medium Chemical Peel)

Dalam prosedur ini, dokter juga akan mengoleskan larutan kimia dengan aplikator berujung kapas atau kain kasa. Setelah beberapa menit, dokter memberikan kompres dingin untuk menenangkan kulit. Setelah 20 menit, kulit mungkin terasa perih dan terbakar.

Usai prosedur, kulit akan tampak merah, bengkak, dan terasa menyengat. Sama seperti peeling dangkal, dokter meresepkan salep pelindung dan pelembap untuk membuat kulit lebih rileks. Kamu pun baru bisa memakai make-up setelah 5 hingga 7 hari. 

3. Peeling Dalam (Medium Chemical Peel)

Kamu akan diberikan cairan intravena (IV), dan detak jantung akan dipantau secara ketat. Kemudian, Dokter akan menggunakan aplikator berujung kapas untuk mengoleskan asam karbol (fenol) ke kulit.

Kulit yang dirawat akan mulai berubah menjadi putih atau abu-abu. Untuk membatasi kamu dari paparan terhadap fenol, dokter akan melakukan prosedur dalam porsi dengan interval sekitar 15 menit. Prosedur wajah penuh mungkin memakan waktu sekitar 90 menit.

Setelah prosedur, kulit akan menjadi merah, kencang, teriritasi atau bengkak. Ikuti petunjuk dokter untuk mendapatkan pemulihan, pembersihan, pelembab dan menerapkan salep pelindung untuk kulit kamu.

Hindari mencabut, menggosok atau menggaruk kulit kamu. Untuk mencapai warna kulit yang kembali normal, kamu mungkin memerlukan beberapa bulan hingga bisa melihat hasil lengkap dari kulitnya.

Efek Samping dari Tindakan Peeling Wajah

Peeling wajah juga dapat menyebabkan berbagai efek samping, antara lain:

  • Kemerahan dan Bengkak 

Penyembuhan normal dari chemical peeling bisa menyebabkan kemerahan pada kulit. Bahkan setelah prosedur peeling sedang atau dalam, kemerahan mungkin bisa berlangsung selama beberapa bulan.

  • Jaringan Parut atau Bekas Luka

Tidak jarang, tindakan ini dapat menyebabkan jaringan parut yang biasanya ada di bagian bawah wajah. Antibiotik dan obat steroid dapat digunakan untuk menutupi bekas luka ini.

  • Perubahan Warna Kulit

Peeling wajah dapat menyebabkan kulit menjadi lebih gelap dari biasanya (hiperpigmentasi) atau lebih terang dari biasanya (hipopigmentasi).

Hiperpigmentasi lebih sering terjadi setelah pengelupasan dangkal, sedangkan hipopigmentasi lebih sering terjadi setelah pengelupasan dalam. 

Selain itu, masalah-masalah ini lebih sering terjadi pada orang dengan kulit coklat atau hitam dan bisa berpotensi permanen.

  • Infeksi

Tindakan peeling juga dapat menyebabkan infeksi bakteri, jamur atau virus, seperti penyebaran virus herpes.

  • Kerusakan Jantung, Ginjal, atau Hati 

Penggunaan asam karbol (fenol) dapat merusak otot jantung dan menyebabkan jantung berdetak tidak teratur. Fenol juga dapat membahayakan ginjal dan hati.

Untuk membatasi paparan terhadap fenol, lakukan deep chemical peel sebagian pada satu waktu, dalam jarak 10 hingga 20 menit.

Jika kamu memiliki pertanyaan terkait peeling wajah, kamu bisa bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan masukan dan solusi yang tepat untuk masalahmu. Yuk, segera download aplikasi Halodoc melalui Play Store maupun App Store. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Chemical Peeling.
WebMD. Diakses pada 2022. Chemical Peels and Your Skin.

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan