• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Risiko dan Efek Samping dari Transfusi Trombosit

Kenali Risiko dan Efek Samping dari Transfusi Trombosit

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kenali Risiko dan Efek Samping dari Transfusi Trombosit

“Transfusi trombosit sebenarnya cukup aman, tetapi bukan berarti tanpa risiko efek samping. Prosedur ini dilakukan untuk mengatasi kadar trombosit yang terlalu rendah. Namun, risiko dan efek samping yang bisa muncul dari prosedur ini sebenarnya cenderung jarang terjadi dan bersifat ringan, seperti menggigil, ruam merah, dan kulit gatal.

Halodoc, Jakarta – Transfusi trombosit adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengatasi penyakit yang berkaitan dengan penurunan kadar trombosit dalam tubuh. Trombosit sendiri merupakan komponen dalam darah yang berperan dalam proses pembekuan darah serta menghentikan perdarahan. Transfusi trombosit dilakukan untuk meningkatkan jumlah trombosit dan mencegah terjadinya perdarahan. 

Dalam kondisi normal, jumlah trombosit dalam darah berkisar di antara 150.000–450.000 keping per mikroliter darah. Saat jumlah trombosit terlalu rendah atau jauh berada di bawah angka normal, maka orang tersebut bisa dikatakan mengalami trombositopenia. Kondisi inilah yang harus ditangani melalui transfusi trombosit. Lantas, amankah prosedur ini? Apakah ada risiko dan efek samping di baliknya? 

Baca juga: Alasan Trombosit Rendah Bisa Berbahaya bagi Tubuh

Risiko dan Efek Samping dari Transfusi Trombosit 

Trombositopenia atau kondisi di mana kadar trombosit darah terlalu rendah tidak boleh diabaikan begitu saja. Kondisi nini bisa menyebabkan pengidapnya rentan mengalami perdarahan, mudah lebam, mimisan, hingga sering mengalami gusi berdarah. Di dalam tubuh, trombosit diproduksi oleh sumsum tulang belakang untuk kemudian diedarkan ke seluruh tubuh. 

Namun, pada pengidap penyakit trombositopenia proses ini bisa terhambat sehingga jumlah trombosit yang diproduksi tidak mencukupi. Sumsum tulang tidak bisa memproduksi trombosit sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan tubuh. Maka dari itu, dibutuhkan transfusi trombosit untuk membantu memenuhi kadar komponen ini serta menghindari risiko terjadinya gejala penyakit. 

Apa yang dimaksud dengan transfusi trombosit? Apakah berbeda dengan transfusi darah biasa? Kedua hal ini memang berbeda. Pada transfusi darah, seluruh komponen dalam darah dari pendonor akan “disumbangkan” alias dimasukkan ke dalam tubuh penerima donor. Berbeda dengan transfusi trombosit, komponen yang diambil hanya trombosit yang sudah dipisahkan dari komponen lainnya. 

Baca juga: Ini 5 Makanan untuk Tingkatkan Trombosit saat DBD

Apakah Prosedur Ini Aman? 

Kabar baiknya, transfusi trombosit adalah prosedur yang cenderung aman, serta minim risiko dan efek samping. Selain itu, cara yang satu ini sangat ampuh untuk membantu meningkatkan kadar trombosit di dalam darah, sehingga risiko perdarahan bisa dihindari. Sebelum menjalani prosedur ini, calon pendonor sebelumnya akan menjalani serangkaian tes kesehatan. 

Karena itu, sangat minim risiko munculnya efek samping, termasuk infeksi penyakit lain setelah menjalani prosedur ini. Kalaupun ada, efek samping yang muncul biasanya bersifat ringan dan akan segera mereda. Transfusi trombosit bisa memicu ruam kulit, gatal-gatal, suhu tubuh naik, hingga menggigil. Namun jangan khawatir, tim medis biasanya akan berjaga dan rutin melakukan pengecekan selama proses transfusi berlangsung. 

Pada kasus yang jarang, memang ada kemungkinan transfusi memicu terjadinya resistensi trombosit. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak bereaksi terhadap trombosit yang baru saja dimasukkan. Alhasil, tidak ada perubahan maupun peningkatan jumlah trombosit, meskipun sudah menjalani prosedur transfusi. Kalau hal ini yang terjadi, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.

Maka dari itu, jangan ragu untuk menyampaikan kondisi tubuh serta efek samping yang dialami setelah menjalani transfusi trombosit. Jika dibutuhkan, dokter mungkin akan mengulang prosedur dengan mencari pendonor trombosit baru yang lebih cocok.

Baca juga: Tingkatkan Jumlah Trombosit dengan 7 Makanan Ini

Jika masih penasaran tentang prosedur transfusi trombosit ataupun punya pertanyaan seputar penyakit trombositopenia, tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call atau Chat. Sampaikan pertanyaan serta keluhan yang dialami dan dapatkan rekomendasi pengobatan dari ahlinya. Download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play! 

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Thrombocytopenia (Low Platelet Count).
Cancer information and support. Diakses pada 2021. Platelet transfusions. 
The Royal Children’s Hospital Melbourne. Diakses pada 2021. Platelet transfusion.