• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Seksomnia, Gangguan Tidur Lakukan Perilaku Seksual
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Seksomnia, Gangguan Tidur Lakukan Perilaku Seksual

Kenali Seksomnia, Gangguan Tidur Lakukan Perilaku Seksual

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 08 Agustus 2022

“Seksomnia termasuk jenis parasomnia yang ditandai dengan perilaku atau sensasi tidak normal saat sedang tidur. Karena terjadi di luar kesadaran, gangguan tidur ini bisa merugikan pengidapnya sendiri maupun pasangannya.”

Kenali Seksomnia, Gangguan Tidur Lakukan Perilaku SeksualKenali Seksomnia, Gangguan Tidur Lakukan Perilaku Seksual

Halodoc, Jakarta – Gangguan tidur ternyata bisa muncul dalam berbagai macam bentuk. Salah satunya yang mungkin belum diketahui banyak orang adalah seksomnia, yakni gangguan tidur yang membuat pengidapnya melakukan aktivitas seksual saat tertidur!

Sama seperti sleep walking, seksomnia juga termasuk dalam jenis gangguan tidur yang dikenal sebagai parasomnia. Istilah tersebut mengacu pada sensasi dan perilaku yang tidak biasa, seperti berjalan atau melakukan seks dalam tidur yang mungkin dialami atau ditunjukkan seseorang saat tertidur. Yuk, kenali lebih jauh tentan seksomnia di sini.

Apa Itu Seksomnia?

Seksomnia atau dikenal juga sebagai seks tidur adalah jenis gangguan tidur langka yang kebanyakan dialami oleh pria. Diperkirakan hanya sebanyak 7 persen kasus seksomnia yang dilaporkan ke klinik gangguan tidur, tapi presentase sebenarnya mungkin bisa lebih tinggi dari itu karena beberapa orang mungkin malu untuk mencari bantuan.

Dalam kasus seksomnia, seseorang bisa terlibat perilaku seksual tertentu saat ia tertidur. Contohnya, masturbasi, gerakan seksual, agresi seksual atau memulai hubungan seks dengan orang lain. 

Namun, meskipun mata pengidap mungkin terbuka dan ia mungkin membuat suara-suara seksual, pengidap tertidur selama aktivitas tersebut dan biasanya tidak ingat akan perilakunya tersebut begitu ia bangun.

Menurut sebagian besar penelitian, episode seksomnia biasanya terjadi selama non-rapid eye movement (NREM), yaitu tahap siklus tidur terdalam tanpa mimpi. Perlu diketahui, mimpi seksual tidak dianggap sebagai jenis seksomnia karena tidak melibatkan tindakan atau perilaku fisik, selain dari gairah dan ejakulasi.

Ketahui Penyebabnya

Penyebabnya masih belum diketahui secara pasti, tapi gangguan tidur ini dimulai setelah masa pubertas dan orang yang mengidap sleepwalking atau mengigau saat tidur lebih berisiko mengalami seksomnia daripada mereka yang tidak.

Selain itu, kondisi ini juga bisa dipicu oleh faktor-faktor berikut:

  • Depresi, stres dan kecemasan.
  • Kurang tidur sebelumnya.
  • Praktik sleep hygiene yang buruk.
  • Mengonsumsi alkohol atau obat-obatan yang berlebihan.
  • Konsumsi obat tidur.

Dengan begitu, mengubah gaya hidup dan kebiasaan tidur menjadi lebih baik bisa mengurangi kejadian seksomnia.

Gejala Seksomnia

Gejalanya bisa melibatkan mulai dari sentuhan kepada diri sendiri atau gerakan seksual, hingga mencari keintiman seksual dengan orang lain tanpa sadar. 

Jenis gangguan tidur ini juga bisa terjadi bersamaan dengan aktivitas parasomnia lainnya, seperti berjalan sambil tidur atau mengigau.

Nah, berikut gejala umum yang bisa terjadi: 

  • Membelai atau menggosok.
  • Mengerang
  • Napas berat dan detak jantung meningkat.
  • Masturbasi.
  • Dorongan panggul.
  • Memulai foreplay dengan orang lain.
  • Melakukan hubungan seksual.
  • Orgasme spontan.
  • Tatapan kosong selama aktivitas.
  • Tidak responsif terhadap lingkungan luar selama aktivitas.
  • Tidak ingat tentang peristiwa seksual yang dilakukan setelah bangun tidur.

Dampak Seksomnia

Seksomnia bisa berdampak besar pada orang yang mengidapnya maupun pasangannya. Sebab, orang-orang dengan parasomnia tersebut bisa melakukan perilaku seksual  di luar kendali sadar mereka dan tidak mengingatnya.

Pada beberapa pasangan, seksomnia mungkin bisa menjadi salah satu bagian aktivitas seksual yang dinikmati. Namun, pengidap juga bisa menjadi sangat agresif saat episode gangguan tidur tersebut berlangsung, sehingga mungkin menyakiti pasangan. Dalam kasus ekstrem, seksomnia bisa menyebabkan seseorang mendapat tuduhan penyerangan seksual, termasuk pemerkosaan.

Oleh karena itu, bagi kamu yang mengidap seksomnia dan pasanganmu, penting untuk berbicara dengan spesialis tidur dan terapis untuk memastikan diagnosis dan mendapatkan perawatan yang tepat.

Cara Mengatasi Sexomnia

Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi sexsomnia:

  • Hindari pemicu gangguan tidur ini, seperti konsumsi alkohol berlebihan dan obat-obatan terlarang.
  • Coba atasi sleep apnea yang mendasarinya. Misalnya, dengan menurunkan berat badan dan berhenti merokok.
  • Hati-hati bila ingin mengonsumsi obat tidur, karena bisa mengaktifkan parasomnia.

Itulah penjelasan mengenai sexsomnia. Nah, kamu bisa coba periksa kesehatan kamu untuk menemukan faktor yang kira-kira bisa menjadi penyebab sexsomnia. 

Untuk memeriksakan kesehatan, kamu cukup  buat janji medis di rumah sakit pilihan kamu saja melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Referensi

Medicine Net. Diakses pada 2022. Sex While Asleep.

Sleepstation. Diakses pada 2022. Sexsomnia: a contentious diagnosis

Medical News Today. Diakses pada 2022. Sexsomnia: What is sleep sex?.