• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Sighing, Kebiasaan Menghela Napas saat Stres
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Sighing, Kebiasaan Menghela Napas saat Stres

Kenali Sighing, Kebiasaan Menghela Napas saat Stres

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 04 November 2022

“Menghela napas alias sighing bisa menandakan stres. Sebab, ini merupakan bentuk refleks tubuh untuk menenangkan diri.”

Kenali Sighing, Kebiasaan Menghela Napas saat StresKenali Sighing, Kebiasaan Menghela Napas saat Stres

Halodoc, Jakarta – Sighing atau menghela napas adalah hal yang kerap dilakukan saat seseorang merasa lelah. Sebagian orang merasa tindakan ini bisa menenangkan pikiran dan membuat tubuh lebih rileks.

Namun, terlalu sering menghela napas juga bisa menjadi tanda bahwa kamu sedang tidak baik-baik saja.  Hal ini bisa menandakan stres atau bahkan masalah kesehatan mental lainnya

Kaitan Sighing dengan Stres

Sighing adalah cara tubuh untuk meredakan emosi dalam waktu singkat. Melansir dari Prvention, Karl Halvor Teigen, dosen psikologi di Universitas Oslo, menyebutkan  sighing sudah diartikan sebagai tanda kekecewaan, kekalahan, frustrasi, bosan, kekesalan, sampai kerinduan sejak zaman dahulu.

Menghela napas ternyata juga berkaitan dengan stres hingga depresi. Dilansir dari Normal Breathing, terlalu sering menghela napas bisa menjadi pertanda kalau seseorang sedang berada di bawah tekanan berat, penyakit kardiovaskular, gangguan saraf, dan gangguan pernapasan.

Hal senada juga diungkapkan oleh penelitian dari University of Leuven. Menghela napas adalah bentuk ungkapan frustrasi dan kekesalan saat sedang stres atau kelelahan. Studi tersebut meneliti pola pernapasan peserta yang sedang stres selama 20 menit. Hasilnya, peserta cenderung refleks bernapas sangat lambat atau bahkan jadi sangat cepat.

Ketika dihadapkan dengan situasi yang penuh tekanan, otak merangsang produksi hormon stres kortisol dan adrenalin untuk meningkatkan denyut jantung dan aliran darah menuju organ-organ penting. Alhasil, laju napas semakin meningkat drastis untuk mencukupi kebutuhan oksigen.

Di waktu yang bersamaan, hormon stres mempersempit otot-otot saluran pernapasan dan pembuluh darah paru-paru. Karenanya, pola pernapasan menjadi terganggu sehingga seseorang cenderung menarik napas dengan pendek dan cepat alias sesak napas.

Sighing Sebagai Upaya Menenangkan Diri

Stres bisa membuat paru-paru menjadi kaku sehingga pertukaran gas menjadi kurang optimal. Melansir dari The Guardian, menghela napas adalah refleks untuk menjaga fungsi paru-paru tetap optimal sehingga mampu menopang keberlangsungan hidup manusia.

Dikutip dari Psychology Today, otak secara ilmiah mengirimkan sinyal ke seluruh tubuh yang menandakan kelelahan. Tangkapan sinyal tersebut kemudian memicu paru-paru untuk menarik napas dalam-dalam supaya pasokan oksigen tetap terjaga.

Setiap helaan napas merupakan hal yang normal. Sebab, paru-paru manusia dipenuhi oleh ratusan juta alveoli yang mengembang setiap kali menarik napas. Alveoli bertugas mengirimkan oksigen ke darah dan dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh. 

Gelembung alveoli tersebut bisa mengempis ketika seseorang tidak menghela napas. Gelembung akan terangkat kembali seperti balon yang ditiup ketika tubuh menghela napas. Nah, menghela napas panjang saat kelelahan dan mengalami stres amat membantu paru-paru untuk membuka seluruh alveoli. 

Pertukaran oksigen dan karbondioksida saat menarik napas dapat memperlambat detak jantung dan menstabilkan tekanan darah. Saat mengembuskan napas, alveoli  meregang dan menciptakan rasa lega. Dengan demikian, menghela napas saat stres membantu kamu untuk bernapas lebih lega.

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental juga tak kalah penting untuk diperhatikan. Bila kamu mengalami masalah yang berhubungan dengan mental, jangan ragu untuk menemui psikolog. Segera buat janji medis dengan psikolog di aplikasi Halodoc. Jangan tunda sebelum kondisinya semakin memburuk, download Halodoc sekarang juga!

banner download aplikasi halodoc
Referensi:
Prevention. Diakses pada 2022. 3 Reasons You Sigh So Much.
The Guardian. Diakses pada 2022. A sigh’s not just a sigh – it’s a fundamental life-sustaining reflex.
Psychology Today. Diakses pada 2022. Why Do We Sigh?
Normal Breathing. Diakses pada 2022. The sigh and meaning of sighing.