• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Sisi Negatif dan Positif Gangguan Narsistik

Kenali Sisi Negatif dan Positif Gangguan Narsistik

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Memerhatikan kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik dengan baik. Faktanya, keduanya bisa saling berhubungan. Sebaiknya kamu juga mengetahui beberapa gangguan mental yang bisa terjadi pada seseorang. Berbagai gangguan mental bisa saja dialami, seperti gangguan kecemasan, depresi, gangguan bipolar, hingga gangguan narsistik.

Baca juga: Benarkah Kepribadian Narsistik Dipengaruhi Oleh Usia?

Pernahkah kamu mendengar gangguan narsistik? Gangguan narsistik atau dikenal dengan narcissistic personality disorder adalah jenis gangguan mental ketika pengidapnya kerap merasa dirinya jauh lebih penting dan lebih baik dibandingkan dengan orang lain. Jika tidak segera diatasi, berbagai kondisi negatif kerap menjadi risiko bagi seseorang yang mengalami gangguan narsistik. Namun, siapa sangka bahwa gangguan narsistik terkadang memberikan sisi baik yang jarang disadari.

Negatif dan Positif dari Gangguan Narsistik

Selain memiliki perasaan bahwa dirinya jauh lebih penting dan lebih baik dari orang lain, seseorang yang mengalami gangguan narsistik nyatanya juga selalu butuh pujian. Jenis gangguan mental ini dapat dialami oleh siapa saja, namun, laki-laki lebih banyak mengalami gangguan narsistik dibandingkan wanita.

Ada beberapa kondisi negatif yang akan dirasakan orang lain ketika kamu mengalami gangguan narsistik. Melansir Psychology Today, terkadang pengidap gangguan narsistik hanya mementingkan dirinya sendiri. Gangguan narsistik yang dialami juga dapat meningkatkan sikap sombong yang terdapat dalam diri pengidapnya karena ia selalu merasa lebih baik dari orang lain.

Selalu merasa lebih unggul dibandingkan yang lain akan membuat pengidap mengalami emosi yang meledak-ledak saat ia mengalami kekalahan dari orang lain. Selain itu, mereka juga akan sulit untuk menerima masukan atau kritikan yang membangun akibat adanya perasaan yang selalu benar.

Baca juga: 5 Gejala Gangguan Kepribadian Narsistik yang Tak Disadari

Dalam kehidupan sosial, pengidap gangguan narsistik sulit membangun hubungan yang baik akibat kurangnya rasa empati dan lebih sering mengacuhkan orang lain. Namun, tahukah kamu bahwa gangguan narsistik memiliki sisi positif yang sering tidak disadari? Melansir BBC, perasaan superior yang mereka miliki dapat membuat mereka memiliki mental yang lebih tangguh untuk tidak menyerah.

Bahkan beberapa penelitian mengatakan, pengidap gangguan narsistik cenderung lebih unggul dalam dunia pendidikan dan juga dunia pekerjaan. Hal ini disebabkan akibat harga diri mereka yang tinggi menyebabkan rasa kepercayaan diri yang sangat tinggi untuk selalu mencoba tantangan baru.

Menurut Dr. Kostas Papageorgiou dari Queen's University Belfast mengatakan, pengidap gangguan narsis tidak akan terpengaruh dengan penolakan yang ia terima. Hal ini membuat pengidap gangguan narsistik umumnya memiliki motivasi yang sangat tinggi.

Kenali Penyebab Gangguan Narsistik

Penyebab gangguan narsistik hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Melansir Mayo Clinic, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan narsistik, seperti faktor lingkungan keluarga yaitu orangtua kerap memberikan pujian atau kritikan secara berlebihan, faktor genetika, dan adanya gangguan neurobiologi.

Gejala gangguan narsistik sendiri kerap terlihat ketika anak beranjak remaja. Bagi orangtua, tidak ada salahnya perhatikan pola asuh dan perilaku anak agar anak dapat terhindar dari gangguan narsistik. Berbagai cara untuk menjaga kesehatan mental anak dapat ibu cari tahu dengan bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Baca juga: 7 Cara Hadapi Pasangan Gangguan Kepribadian Narsistik

Meskipun ada sisi positif dari gangguan narsistik, sebaiknya atasi kondisi ini dengan tepat agar tidak menimbulkan gangguan dengan hubungan sosial, pekerjaan maupun dalam keluarga. Gangguan narsistik yang semakin buruk juga dapat memicu terjadinya depresi hingga adanya gangguan kesehatan fisik lainnya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Narcissistic Personality Disorder
Psychology Today. Diakses pada 2020. Narcissistic Personality Disorder
BBC News. Diakses pada 2020. Narcissists “Iritating but Successful”