• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Tahap Pemasangan Implan Gigi dan Risikonya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Tahap Pemasangan Implan Gigi dan Risikonya

Kenali Tahap Pemasangan Implan Gigi dan Risikonya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 22 November 2021
Kenali Tahap Pemasangan Implan Gigi dan Risikonya

“Setelah evaluasi menyeluruh sudah dijalani, maka pemasangan implan gigi dapat dilakukan. Dimulai dengan pencabutan gigi yang rusak, dan diakhiri dengan pemasangan mahkota gigi buatan. Layaknya operasi pada umumnya, implan gigi juga dapat menimbulkan beberapa risiko. Salah satunya adalah risiko terjadinya infeksi pada area pemasangan implan gigi.”

Halodoc, Jakarta – Implan gigi merupakan prosedur penanaman akar gigi buatan yang umumnya terbuat dari titanium, pada rahang. Prosedur tersebut kini menjadi salah satu tren sekaligus solusi. Terutama bagi mereka yang kehilangan gigi tetapi tidak mau memakai gigi palsu. 

Sebab, implan gigi dapat bersifat permanen dan juga disinyalir dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut lebih baik. Nah, bagi kamu yang ingin mencoba implan gigi, tentu kamu harus mengetahui tahap pemasangan implan gigi dan apa saja risikonya. Agar dapat mengetahuinya lebih dalam, yuk simak informasinya di sini!

Ini Tahap Pemasangan Gigi Implan

Dilansir dari Mayo Clinic,  karena implan gigi memerlukan satu atau lebih prosedur bedah, kamu harus memiliki evaluasi menyeluruh untuk mempersiapkan prosesnya, yaitu:

  1. Pemeriksaan gigi menyeluruh: dapat menggunakan rontgen gigi.
  2. Pemeriksaan riwayat medis: terkait penyakit yang diidap maupun obat yang tengah dikonsumsi.  
  3. Rencana perawatan: terkait berapa banyak gigi yang perlu diganti dan kondisi tulang rahang atau gigi.

Bila evaluasi sudah dilakukan, maka operasi implan gigi dapat dilakukan. Nah, berikut adalah beberapa tahap proses pemasangan implan gigi, antara lain:

  1. Pencabutan Gigi yang Rusak

Apabila gigi yang rusak masih tertancap pada gusi, maka gigi tersebut akan dicabut terlebih dahulu. Pencabutan gigi yang rusak tersebut dapat dilakukan dengan cara sederhana atau dengan pembedahan apabila dibutuhkan.

  1. Pencangkokan Tulang Rahang

Pencangkokan tulang rahang hanya akan dilakukan bila tulang rahang kamu tidak cukup tebal atau terlalu lunak. Tulang yang dicangkok dapat berupa tulang alami yang diambil dari bagian tubuh lain atau tulang buatan. Tujuannya, agar tulang rahang yang tidak cukup tebal atau terlalu lunak dapat membuat dasar yang lebih kokoh untuk dipasang implan gigi.

  1. Pemasangan Implan Gigi di Tulang Rahang

Saat operasi pemasangan implan gigi pada tulang rahang, dokter akan membuat sayatan untuk membuka gusi dan mengekspos tulang. Setelahnya, dokter akan mengebor tulang rahang untuk melubanginya. 

Lubang tersebut kemudian dipasangi tiang implan yang berfungsi sebagai akar gigi. Pada titik ini, kamu masih memiliki celah di mana gigi hilang belum tertutup. Jika diperlukan, gigi tiruan dapat dipasang sementara.

  1. Menunggu Pertumbuhan Tulang

Setelah proses pemasangan tiang implan, maka proses osseointegrasi dimulai. Selama proses tersebut, kamu perlu menunggu tumbuhnya tulang rahang ke dalam dan menyatu dengan permukaan implan gigi. Perlu diketahui bahwa proses osseointegrasi dapat memakan waktu hingga beberapa bulan. Sebab, proses tersebut terjadi layaknya apa yang akar gigi lakukan terhadap gigi asli pada gusi.

  1. Pemasangan Abutment (Penyangga)

Setelah proses osseointegrasi, pemasangan abutment atau penyangga penghubung implan dengan mahkota gigi perlu dilakukan. Untuk melakukannya, dokter akan kembali membuka gusi, kemudian penyangga akan dipasangkan pada permukaan implan.

Setelahnya, gusi akan kembali ditutup dengan meninggalkan penyangga yang terlihat pada permukaan gusi. Setelah abutment dipasang, proses penyembuhan gusi akan memakan waktu sekitar dua minggu, sebelum gigi tiruan dapat dipasang.

  1. Pemasangan Mahkota Gigi Buatan

Setelah gusi sembuh, maka langkah selanjutnya adalah pemasangan mahkota gigi. Pertama-tama, dokter gigi akan membuat mahkota gigi serupa dengan gigi lainnya menggunakan cetakan gigi.  Mahkota gigi buatan yang akan dipasang juga dapat dipilih sesuai keinginan. Ada mahkota gigi buatan yang permanen, ada juga yang bersifat sementara. 

Risiko dari Prosedur Implan Gigi

Layaknya segala jenis operasi, pemasangan implan gigi juga dapat menimbulkan beberapa risiko kesehatan. Berita baiknya, risiko tersebut jarang terjadi, dan bila terjadi, biasanya mudah diobati. Berikut adalah beberapa risiko tersebut, antara lain:

  1. Terjadi infeksi pada area pemasangan implan gigi, terutama gusi.
  2. Adanya cedera atau kerusakan pada struktur di sekitar area implan gigi, seperti gigi sebelahnya atau pembuluh darah.
  3. Kerusakan saraf, sehingga menimbulkan rasa sakit, mati rasa, atau kesemutan pada gigi, gusi, bibir maupun dagu.
  4. Masalah sinus juga dapat terjadi bila pemasangan implan gigi pada rahang atas terlalu menonjol ke salah satu rongga sinus.

Nah, itulah tahap pemasangan implan gigi dan apa saja risikonya. Secara garis besar, implan gigi merupakan prosedur operasi yang aman untuk dilakukan. Terutama bagi mereka yang kehilangan beberapa gigi. 

Meski begitu, mencegah terjadinya kerusakan gigi sedari dini merupakan langkah yang paling penting untuk dilakukan. Selain rutin menyikat gigi, kamu juga perlu memenuhi asupan kalsium dari mengonsumsi suplemen agar kekuatan gigi terjaga dengan baik.

Melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa cek kebutuhan suplemen sesuai dengan pilihanmu. Tentunya tanpa perlu keluar rumah atau mengantre berlama-lama. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download Halodoc sekarang!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2021. Dental Implants
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Dental implant surgery
Healthline. Diakses pada 2021. Everything to Know About a Dental Implant Procedure