• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Tanda saat Serangan Panik Menyerang

Kenali Tanda saat Serangan Panik Menyerang

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kenali Tanda saat Serangan Panik Menyerang

Halodoc, Jakarta - Pernah merasa takut dan gelisah berlebihan dan terjadi secara tiba-tiba? Mungkin kamu mengalami serangan panik. Kondisi yang disebut juga dengan serangan kegelisahan ini biasanya dimulai dengan napas yang menjadi pendek sementara detak jantung bertambah cepat, otot menegang, sakit kepala, hingga gemetar. 

Serangan panik bisa terjadi selama beberapa menit hingga setengah jam dan umumnya terjadi sekali seumur hidup. Biasanya, serangan ini akan mereda atau menghilang dengan sendirinya ketika hal yang menjadi pemicunya berakhir. Namun, apabila serangan panik terjadi lebih dari sekali atau berulang kali dan berulang dalam jangka waktu yang panjang, hal ini bisa mengarah pada gangguan panik. 

Apa Saja Tanda ketika Serangan Panik Menyerang?

Serangan panik bisa berlangsung antara 5 hingga 10 menit, tetapi bisa juga berlangsung lebih lama dan secara berkelanjutan hingga dua jam. Setelah serangan panik mereda atau berkurang, kamu bisa saja mengalami kelelahan. 

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Bedanya Serangan Panik dan Serangan Kecemasan

Tidak hanya itu, kondisi ini juga bisa memicu terjadinya ketakutan akan terjadinya serangan berulang, sehingga banyak yang memilih untuk menjauh dari berbagai hal yang menjadi pemicunya. 

Lalu, apa saja tanda yang muncul jika serangan panik menyerang? Berikut ini beberapa di antaranya yang bisa kamu kenali:

  • Nyeri pada dada;
  • Pusing hingga pingsan;
  • Merasakan ketakutan yang berlebihan;
  • Berkeringat berlebihan;
  • Mulut kering;
  • Merasakan gelisah berlebihan atau berpikir tidak masuk akal;
  • Sesak napas;
  • Tubuh gemetar;
  • Kram pada perut;
  • Mual;
  • Otot menegang;
  • Detak jantung bertambah cepat.

Baca juga: Gangguan Panik dan Serangan Panik, Apa Bedanya?

Apabila kamu mengalami gejala tersebut, segera lakukan penanganan ke rumah sakit terdekat. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc agar berobat lebih mudah dan tidak perlu lagi mengantre. Pun, jika kamu punya pertanyaan seputar masalah kesehatan atau ingin membeli obat tanpa perlu ke apotek, kamu bisa juga pakai aplikasi Halodoc.

Sebenarnya, Apa yang Menyebabkan Serangan Panik?

Ketika serangan panik terjadi, otak akan memberikan perintah pada sistem saraf untuk merepsons dengan menghindar atau memberikan perlawanan. Kemudian, tubuh akan merilis adrenalin yang memicu terjadinya peningkatan pada detak jantung, aliran darah, dan frekuensi otot. 

Sebenarnya, kondisi ini terjadi untuk menyiapkan tubuh agar bisa memberikan perlawanan atau pertahanan ketika berada pada situasi yang menekan. Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami serangan panik termasuk:

  • Stres;
  • Perubahan suasana atau kondisi yang terjadi secara mendadak;
  • Faktor keturunan atau genetik;
  • Adanya trauma atau pengalaman hidup yang membuat diri menjadi sangat tertekan;
  • Mengonsumsi kafein, alkohol, dan penyalahgunaan narkoba.

Baca juga: Trauma Bisa Sebabkan Orang Kena Serangan Panik

Adakah Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat Serangan Panik?

Sebenarnya, serangan panik maupun gangguan panik bisa sembuh asalkan mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat. Apabila kondisi ini tidak ditangani, gejala akan bertambah parah dan semakin sulit dikendalikan, bahkan bisa saja mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain merasakan takut dan gelisah berlebihan, serangan panik yang tidak mendapatkan penanganan juga bisa berujung pada kondisi:

  • Fobia atau ketakutan berlebihan pada hal tertentu;
  • Tidak adanya keinginan untuk bersosialisasi;
  • Adanya masalah pada aktivitas dan pergaulan;
  • Depresi;
  • Kecanduan mengonsumsi minuman beralkohol atau penggunaan narkoba;
  • Keinginan untuk mengakhiri hidup.

Sayangnya, tidak ada cara yang bisa mencegah terjadinya serangan panik atau gangguan panik. Kesadaran dari diri sendiri untuk segera melakukan penanganan ketika kondisi ini terjadi adalah cara terbaik yang bisa dilakukan untuk mencegah memburuknya gejala serangan panik. 

Referensi: 
Mind. Diakses pada 2020. Anxiety and Panic Attacks.
Patient. Diakses pada 2020. Panic Attacks and Panic Disorder.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Panic Attacks and Panic Disorder.