• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Tanda-Tanda Akan Melahirkan Secara Prematur

Kenali Tanda-Tanda Akan Melahirkan Secara Prematur

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kenali Tanda-Tanda Akan Melahirkan Secara Prematur

“Kelahiran prematur bisa membahayakan kesehatan bayi dan umumnya mereka harus menerima perawatan khusus di rumah sakit. Oleh karena itu, kamu wajib mewaspadai beberapa tanda tanda akan melahirkan secara prematur. Sebab, kamu jadi paham kapan perlu khawatir dan segera memeriksakan diri ke dokter atau bidan untuk mendapat pertolongan”

Halodoc, Jakarta – Persalinan prematur terjadi saat kontraksi teratur yang kemudian mengakibatkan pembukaan serviks setelah minggu ke-20 dan sebelum minggu ke-37 kehamilan. Semakin dini kelahiran prematur terjadi, semakin besar risiko kesehatan bagi bayi. Selain itu, banyak bayi prematur membutuhkan perawatan khusus di unit perawatan intensif neonatal. Bayi prematur juga dapat memiliki cacat mental dan fisik jangka panjang.

Selagi hamil, kamu harus mewaspadai tanda tanda akan melahirkan, bahkan tanda melahirkan secara prematur. Dengan begini, kamu bisa lebih siap dan lebih tahu apa saja yang harus dilakukan jika gejala terjadi. 

Baca juga: Ketahui Kondisi Kesehatan Bayi Lahir Prematur 

Tanda-Tanda Akan Melahirkan Secara Prematur

Ada beberapa tanda-tanda akan melahirkan secara prematur yang perlu diwaspadai oleh ibu hamil dan pasangannya. Beberapa gejala tersebut, antara lain: 

  • Sensasi perut (kontraksi) yang teratur atau sering.
  • Sakit punggung rendah dan tumpul yang konstan.
  • Sensasi tekanan panggul atau perut bagian bawah.
  • Kram perut ringan,
  • Bercak vagina atau perdarahan ringan.
  • Ketuban pecah dini, yaitu saat adanya semburan atau tetesan cairan terus-menerus setelah selaput di sekitar bayi pecah atau robek
  • Perubahan jenis keputihan, mulai encer, seperti lendir atau berdarah.

Jika ibu hamil mengalami tanda-tanda akan melahirkan tersebut atau khawatir tentang gejala yang ibu rasakan, segera hubungi dokter atau bidan. Meskipun ternyata kontraksi tersebut palsu, tetapi tidak apa untuk segera bertanya pada ahlinya mengenai apa yang harus dilakukan demi menghindari komplikasi yang tidak diinginkan.

Baca juga: Ini 3 Masalah Kesehatan Umum pada Kelahiran Prematur

Penyebab dan Faktor Risiko Kelahiran Prematur

Penyebab spesifik persalinan prematur seringkali tidak jelas. Faktor risiko tertentu dapat meningkatkan kemungkinan persalinan prematur, tetapi persalinan prematur juga dapat terjadi pada wanita hamil tanpa faktor risiko yang diketahui. Ada banyak faktor yang dikaitkan dengan peningkatan risiko persalinan prematur, termasuk:

  • Persalinan prematur sebelumnya, terutama pada kehamilan terakhir atau lebih dari satu kehamilan sebelumnya.
  • Kehamilan dengan anak kembar, kembar tiga atau kelipatan lainnya.
  • Serviks memendek.
  • Adanya masalah pada rahim atau plasenta.
  • Merokok atau menggunakan obat-obatan terlarang.
  • Infeksi tertentu, terutama pada cairan ketuban dan saluran genital bawah.
  • Beberapa kondisi kronis, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit autoimun, dan depresi.
  • Peristiwa kehidupan yang penuh tekanan, seperti kematian orang yang dicintai.
  • Terlalu banyak cairan ketuban (polihidramnion).
  • Perdarahan vagina selama kehamilan.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kelahiran prematur, salah satunya adalah menjaga asupan nutrisi tetap baik selama kehamilan. Jika ibu alami hipertensi, diabetes, atau penyakit lain, ada baiknya tetap berdiskusi dengan dokter mengenai konsumsi obat yang diperlukan. Kamu pun bisa pesan suplemen atau vitamin kehamilan di Halodoc untuk memastikan kebutuhan nutrisi selama hamil. Apalagi dengan layanan antar, kamu jadi tak perlu lagi repot keluar rumah untuk beli obat atau vitamin.

Baca juga: Hal yang Harus Diperhatikan pada Kelahiran Prematur

Obat untuk Cegah Tanda-Tanda akan Melahirkan Prematur

Jika kamu memiliki riwayat kelahiran prematur, dokter atau bidan mungkin menyarankan suntikan mingguan bentuk hormon progesteron yang disebut hidroksiprogesteron kaproat. Obat ini akan diberikan dimulai selama trimester kedua dan berlanjut hingga minggu ke-37 kehamilan.

Selain itu, dokter atau bidan juga akan menawarkan progesteron yang dimasukkan ke dalam vagina, sebagai tindakan pencegahan terhadap kelahiran prematur. Jika ibu didiagnosis dengan serviks pendek sebelum minggu ke-24 kehamilan, dokter mungkin juga merekomendasikan penggunaan progesteron hingga minggu ke-37 kehamilan.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa progesteron vagina sama efektifnya dengan serviks dalam mencegah kelahiran prematur bagi beberapa wanita yang berisiko. Obat ini memiliki keuntungan karena tidak memerlukan pembedahan atau anestesi. 

Referensi:
March of Dimes. Diakses pada 2021. Signs and Symptoms of Preterm Labor.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Preterm Labor.
National Health Service UK. Diakses pada 2021. Premature Labour and Birth.