• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kepribadian Ganda dan Bipolar, Apa Perbedaannya?

Kepribadian Ganda dan Bipolar, Apa Perbedaannya?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kepribadian Ganda dan Bipolar, Apa Perbedaannya?

Halodoc, Jakarta - Sekilas, memang tidak mudah membedakan gangguan bipolar dengan kepribadian ganda. Hal ini menyebabkan orang sering kali salah kira bahwa keduanya adalah kondisi gangguan kejiwaan yang sama. Padahal, nyatanya tidak demikian. 

Ya, gangguan bipolar bukan kepribadian ganda, begitu pula sebaliknya. Memang benar, kedua masalah psikologis ini punya gejala yang begitu mirip. Nah, agar tidak lagi salah persepsi, simak perbedaan antara kepribadian ganda dengan gangguan bipolar pada ulasan berikut ini. 

Baca juga: Bisakah Gangguan Bipolar Disembuhkan?

Perbedaan Bipolar dengan Kepribadian Ganda

Secara sederhana, gangguan bipolar adalah gangguan suasana hati. Pengidap gangguan mental ini akan mengalami perubahan mood atau suasana hati yang terbilang ekstrem. Pengidap bisa mengalami rasa sedih dan depresi akut juga rasa bahagia yang amat sangat dalam satu waktu.

Namun, perlu diperhatikan bahwa pengidap gangguan bipolar tidak pernah memiliki masalah terhadap identitas diri seperti pada kondisi kepribadian ganda. Artinya, seseorang yang mengalami gangguan bipolar tetap akan menjadi dirinya sendiri, meski mengalami kesulitan mengendalikan perubahan emosi yang terjadi secara drastis dan signifikan. 

Saat merasakan kesedihan dan gejala yang mengarah pada depresi, pengidap gangguan bipolar akan memiliki keinginan kuat untuk mengakhiri hidup atau bunuh diri. Ia pun akan merasakan putus asa, mengalami kesulitan berkonsentrasi, dan rasa bersalah. Sementara itu, saat merasakan senang, pengidap akan sangat energik, percaya diri, dan kurangnya keinginan untuk tidur. 

Berbeda dengan kepribadian ganda yang terjadi ketika seseorang memiliki kepribadian lebih dari satu di dalam dirinya. Tentu saja, perbedaan kepribadian ini akan memengaruhi perilaku, perasaan dan pikiran pengidapnya. Ketika kondisi ini terjadi, pengidap akan mengalami gangguan pada identitas dirinya, ingatan, dan kesadaran. 

Baca juga: Kepribadian Ganda, Satu Tubuh tapi Punya Ingatan Berbeda

Penyebab Kepribadian Ganda dan Gangguan Bipolar

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan bipolar, seperti genetik, kelainan zat kimia pada otak, dan lingkungan. Namun, belum diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan gangguan jiwa ini terjadi. Diyakini, terjadi ketidakseimbangan pada senyawa yang bertugas mengatur fungsi otak. 

Beberapa hal yang diduga menjadi pemicu terjadinya gangguan bipolar, antara lain:

  • Trauma karena pernah mengalami kekerasan fisik, emosi, atau seksual.
  • Trauma karena merasakan kesedihan yang begitu dalam, seperti anggota keluarga meninggal.
  • Trauma karena merasakan kehilangan orang yang dikasihi.

Sementara itu, kepribadian ganda muncul karena adanya masalah terhadap identitas diri sendiri. Penyebab utamanya hingga kini, yaitu traumatis yang terjadi pada masa lalu. Guna menghadapi kondisi tersebut, pengidap lantas menciptakan identitas baru sebagai bentuk pertahanan dan perlindungan diri. 

Baca juga: 5 Kasus Kepribadian Ganda Paling Terkenal di Dunia

Adakah Cara Mengatasinya?

Pemberian obat bisa membantu mengurangi gejala dari gangguan bipolar. Akan tetapi, kamu tentu tidak disarankan untuk mengonsumsinya tanpa arahan dokter. Jadi, tanyakan dulu pada dokter melalui aplikasi Halodoc semua gejala yang kamu rasakan, agar penanganan dan obat yang diberikan pun sesuai. 

Sementara untuk kasus kepribadian ganda, kamu disarankan untuk melakukan terapi. Melalui cara ini, kamu akan diajarkan menerima trauma yang kamu alami dengan cara yang lebih sehat. Terkadang, pemberian obat juga dibutuhkan jika ternyata ada kondisi gangguan jiwa lain yang turut muncul saat terapi. 



Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Dissociative Identity Disorder (Multiple Personality Disorder).
Healthline. Diakses pada 2021. Everything You Need to Know About Bipolar Disorder.