• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kerontokan Rambut Parah Bisa Disebabkan Depresi

Kerontokan Rambut Parah Bisa Disebabkan Depresi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Rontok pada rambut kepala bisa terjadi karena banyak faktor, mulai dari penuaan, salah menggunakan produk sampo, tanda penyakit tertentu, hingga stres atau depresi. Bukan tanpa alasan, nyatanya stres yang terjadi bisa menyebabkan terjadinya perubahan fisik, termasuk pada rambut. 

Stres berkepanjangan bisa berujung pada depresi. Hal itu yang menjadi alasan mengapa kerontokan rambut yang parah bisa disebabkan depresi. Dalam jangka panjang, perasaan sedih, tertekan, dan masalah mental pengidap stres akan memengaruhi kondisi fisik. Stres pada akhirnya bisa berdampak pada rontoknya rambut dan berujung dengan kebotakan.

Baca juga: 5 Penyebab Depresi yang Sering Diabaikan

Ciri Fisik yang Disebabkan Depresi 

Selain rambut rontok parah, nyatanya ada beberapa ciri fisik lain yang bisa menandakan depresi. Depresi yang ringan biasanya membuat pengidapnya mengalami gangguan mood atau suasana hati, sehingga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan hubungan dengan lingkungan sosial. 

Sementara pada depresi yang lebih parah atau sudah berlangsung dalam jangka panjang, ada beberapa gejala atau perubahan fisik yang mungkin terjadi, di antaranya: 

  • Mudah merasa lelah dan merasa tidak memiliki tenaga untuk melakukan aktivitas, sekalipun untuk hal yang disukai. 
  • Tidak memiliki selera makan, walaupun makan biasanya hanya sedikit untuk mengatasi rasa lapar. 
  • Mengalami gangguan tidur pada malam hari alias insomnia. Hal ini harus dihindari, sebab bisa menyebabkan depresi semakin buruk karena tubuh kurang istirahat. 
  • Pusing atau muncul nyeri tidak jelas pada anggota tubuh. 
  • Penurunan gairah seksual, bahkan tidak ada sama sekali. 
  • Gerak tubuh dan cara bicara lebih lambat dari biasanya. Terkadang disertai perubahan perilaku. 
  • Berat badan turun secara drastis atau naik drastis.

Secara umum, depresi dimaknai sebagai gangguan suasana hati alias mood. Kondisi ini ditandai dengan muncul perasaan sedih yang mendalam dan berkepanjangan. Orang yang mengidap gangguan mental ini juga cenderung menjadi tidak peduli pada kondisi sekitar atau hal-hal yang terjadi dalam hidupnya.

Pada dasarnya, semua orang pasti pernah mengalami rasa sedih atau murung. Namun, hal ini bisa berubah dan dikatakan sebagai depresi jika terjadi dalam jangka waktu panjang, yaitu selama 2 minggu berturut-turut. Perasaan yang muncul dan dialami pengidap depresi adalah perasaan sedih, terasing, putus harapan, dan menganggap diri tidak berharga. 

Baca juga: Depresi Tersembunyi, Menutupi 4 Gangguan Psikologi Ini

Kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele, apalagi dibiarkan tanpa penanganan. Ada sejumlah komplikasi yang bisa muncul akibat depresi yang dibiarkan berkelanjutan dan tidak mendapat penanganan. Dampak dari depresi bahkan bisa lebih parah dibandingkan kerontokan pada rambut. 

Gangguan mental yang satu ini bisa menyebabkan pengidapnya mengalami penurunan kualitas hidup. Depresi bisa menyebabkan terjadinya penurunan produktivitas kerja, gangguan hubungan sosial , hingga munculnya keinginan untuk bunuh diri.

Dukungan keluarga dan orang terdekat sangat penting untuk pengidap depresi. Selain mendukung secara moral dan memberi perhatian, kamu bisa membantu pengidap depresi untuk mendapat bantuan dari ahli psikologi. 

Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk menghubungi psikolog atau psikiater. Sampaikan gejala yang dialami dan riwayat depresi pada ahlinya. Lebih mudah menghubungi psikolog melalui Video/Voice Call dan Chat. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi 
WHO. Diakses pada 2020. Depression. 
Anxiety and Depression Association of America. Diakses pada 2020. Depression. 
Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Want to Know About Depression. 
Healthline. Diakses pada 2020. Does Stress Cause Hair Loss?