Abses Hati

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Abses Hati

Abses hati adalah kumpulan nanah di  dalam kantung-kantung yang berada di dalam parenkim (jaringan) hati. Penyakit ini paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri, tetapi dapat juga disebabkan oleh jamur atau parasit. 

Gejala Abses Hati

Gejala yang paling sering dirasakan pada pengidap abses hati adalah demam, menggigil, nyeri pada perut kanan atas, tidak nafsu makan, lemas, batuk atau cegukan (akibat iritasi diafragma), turun berat badan, dan anemia. 

Penyebab Abses Hati

Terdapat tiga penyebab utama abses hati, yaitu abses piogenik, amebik, dan abses fungal.  Abses piogenik merupakan penyebab paling sering dari abses hati. Sumber bakteri terutama berasal dari kondisi peradangan di tempat lain, seperti penyakit pada saluran empedu (paling sering), apendisitis/peradangan usus buntu (pada kurang dari 10% kasus). Sedangkan Abses amebik, biasanya disebabkan oleh Entamoeba Histolytica, merupakan penyebab dari 10 persen kasus. Abses fungal paling sering disebabkan oleh spesies candida, dan merupakan penyebab kurang dari 10 persen kasus abses hati

Faktor Risiko Abses Hati

Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko terkena abses hati, di antaranya:

  1. Mengidap diabetes melitus.
  2. Mengidap sirosis atau pengerasan hati.
  3. Kondisi daya tahan tubuh yang rendah (immunocompromise).
  4. Menggunakan obat-obatan untuk gangguan lambung.
  5. Peningkatan usia, dimulai dari usia 60-an tahun.
  6. Abses hati pada bayi terkait dengan tindakan kateterisasi vena umbilikus dan sepsis.
  7. Berjenis kelamin laki-laki.

Diagnosis Abses Hati

Penegakkan diagnosis abses hati dilakukan oleh dokter berdasarkan hasil wawancara dari keluhan yang dirasakan pengidap. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan fisik untuk membedakan gejala abses hati dengan kemungkinan lain, seperti gastritis akut, pneumonia bakterial penyakit empedu, peradangan batu empedu, keganasan, kista, ataupun efusi pleura. 

Untuk memastikan diagnosis, kemungkinan akan dilakukan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan laboratorium, yaitu pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan fungsi hati, kultur darah, dan kultur cairan abses. Selain itu, dapat juga dilakukan pemeriksaan pencitraan dengan  rontgen, USG, CT Scan, aspirasi jarum perkutan, atau drainase kateter perkutan.

Pengobatan Abses Hati

Pengobatan pada abses hati terbagi menjadi dua, yaitu dengan obat-obatan dan pembedahan. Terapi abses hati tidak dianjurkan hanya dengan pengobatan antibiotik, tetapi juga memerlukan tindakan drainase (pengeluaran cairan abses), dengan cara perkutan ataupun pembedahan. Akan tetapi, pada kasus-kasus dimana kondisi pengidap tidak memungkinkan untuk dilakukan pembedahan, misalnya pada kondisi tidak stabil atau kegagalan multiorgan, terapi antibiotik saja dapat diberikan terlebih dahulu. 

Efek samping dari pengobatan dengan antibiotika yang mungkin dapat terjadi, antara lain reaksi alergi. Efek samping lainnya tergantung pada jenis antibiotika yang diberikan. Biasanya dokter akan menanyakan terlebih dahulu apakah ada riwayat alergi pada obat-obatan. Bila terjadi gangguan medis setelah mengonsumsi antibiotik, maka segera konsultasikan kepada dokter.

Komplikasi Abses Hati

Komplikasi yang dapat terjadi pada abses hati, antara lain sepsis, empiema (terkumpulnya nanah di ruang antara paru-paru dan dinding dada), ruptur abses  (pecahnya kantong nanah), dan endoftalmitis (pada  abses yang disebabkan oleh klebsiella pneumoniae). Abses hati, terutama yang disebabkan oleh bakteri, memiliki risiko yang tinggi untuk berakibat fatal jika tidak diterapi dengan segera dan tepat. 

Pencegahan Abses Hati

Oleh karena abses hati terutama disebabkan oleh infeksi atau peradangan dari tempat lain, maka pencegahan dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti:

  1. Menjaga kebersihan.
  2. Pola makan dan hidup yang teratur, agar daya tahan tubuh selalu terjaga.
  3. Jika mengidap suatu penyakit, segera diterapi dengan berkonsultasi langsung dengan dokter dan diterapi hingga benar-benar sembuh.
  4. Hindari konsumsi alkohol dan obat-obatan yang tidak perlu.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami keluhan yang mengarah pada abses hati, seperti demam, nyeri di perut kanan atas, tidak nafsu makan, mual dan muntah, segera bicarakan pada dokter.
Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit sesuai domisili kamu di sini.