• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Alergi Dingin
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Alergi Dingin

Alergi Dingin

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Alergi Dingin - Pengertian, Gejala, dan Cara Mengobatinya | HalodocAlergi Dingin - Pengertian, Gejala, dan Cara Mengobatinya | Halodoc

Pengertian Alergi Dingin

Tidak semua orang dapat tetap merasa nyaman saat menghadapi udara dingin. Beberapa orang mengalami masalah alergi dingin, atau dalam istilah medis adalah urtikaria. Masalah ini dapat menyebabkan munculnya bilur yang terasa gatal dan kulit menjadi kemerahan dalam beberapa menit setelah terpapar dingin. 

Alergi dingin yang dialami oleh setiap orang dapat berbeda-beda gejalanya, mulai dari reaksi yang ringan hingga parah. Bagi beberapa orang, berenang di air dingin dapat menyebabkan kehilangan kesadaran, tekanan darah turun, hingga berakibat fatal. Gangguan ini paling sering terjadi pada remaja dan dapat menghilang sepenuhnya setelah beberapa tahun. Selain itu, langkah pencegahan sangat penting agar masalah ini tidak kambuh.

 

Gejala Alergi Dingin

Pertanda atau gejala yang dapat timbul saat seseorang mengalami alergi dingin dapat dalam kisaran ringan hingga parah. Untuk gejala yang ringan mungkin termasuk:

  • Bintik-bintik kemerahan sementara diserta bilur yang gatal pada area kulit yang terkena dingin.
  • Reaksi kulit yang buruk saat rasa dingin menghilang.
  • Alami pembengkakan pada tangan saat memegang benda yang dingin.
  • Adanya pembengkakan pada bibir karena mengonsumsi makanan atau minuman dingin.

Lalu, untuk reaksi yang parah, antara lain:

  • Alami anafilaksis yang dapat menyebabkan pingsan, jantung berdebar, pembengkakan badan, dan syok.
  • Pembengkakan pada lidah dan tenggorokan yang menyulitkan untuk bernapas.
  • Palpitasi jantung.
  • Penurunan tekanan darah.
  • Pingsan.

Gejala urtikaria ini dimulai segera saat kulit alami penurunan suhu udara atau air dingin secara tiba-tiba. Setiap episode yang terjadi dapat bertahan sampai sekitar dua jam. Masalah yang paling parah terjadi adalah saat alami paparan dingin di seluruh tubuh, seperti berenang di air dingin. Jika tidak segera diatasi, pengidapnya dapat hilang kesadaran dan tenggelam.

Penyebab Alergi Dingin

Alergi dapat muncul saat kulit berada dalam cuaca dingin dan berisiko muncul dalam kondisi yang berangin dan lembab. Penelitian menemukan bahwa alergi dingin disebabkan oleh pelepasan histamin dan zat kimia dalam aliran darah yang dipicu oleh udara dingin. 

Selain itu, ada juga sumber yang menyebutkan jika pengidap alergi dingin memiliki sel kulit yang sangat sensitif disebabkan faktor keturunan, virus, atau penyakit. Namun demikian, belum ditemukan secara pasti kenapa tubuh bereaksi demikian terhadap udara dingin.

Faktor Risiko Alergi Dingin

Gangguan yang disebut urtikaria dingin ini paling sering terjadi pada remaja. Sekitar setengah dari pengidapnya dapat menjadi lebih baik atau pun tidak setelah 6 tahun kemudian. Selain itu, alergi dingin dapat diwarisi dari anggota keluarga lainnya meski bisa juga tidak. Masalah ini juga dapat terjadi akibat penyebab sekunder, seperti:

  • Kondisi autoimun.
  • Infeksi virus yang menyebabkan mononukleosis.
  • Cacar air.
  • Hepatitis virus.

Diagnosis Alergi Dingin

Urtikaria dingin dapat didiagnosis dengan menempatkan es batu pada kulit selama lima menit. Jika benar mengidap penyakit ini, benjolan merah dapat terbentuk setelah beberapa menit es batu disingkirkan. Selain itu, gangguan ini juga dapat dipengaruhi oleh sistem kekebalan tubuh. Maka dari itu, dokter mungkin perlu untuk melakukan tes darah atau tes pendukung lainnya.

Pengobatan Alergi Dingin

Pada kasus alergi dingin yang parah bisa berakibat fatal seperti pembengkakan pada tenggorokan dan lidah sehingga menyebabkan kesulitan bernapas, reaksi anafilaksis penyebab tekanan darah turun, jantung berdebar, pingsan, hingga pembengkakan lengan dan kaki (torso).

Umumnya, alergi dingin dapat menghilang dengan sendirinya dalam kurun waktu mingguan hingga bulan, tetapi ada pula yang bertahan cukup lama. Untuk itu, jika tiba-tiba merasa muncul tanda-tanda alergi dingin, sebaiknya langsung periksakan ke dokter.

Tergantung pada tingkat keparahan dari kondisinya, pengidapnya mungkin perlu mengelola kondisi yang ada sebelum atau sesudah paparan. Dokter mungkin juga memberikan obat-obatan seperti antihistamin untuk meminimalisir pelepasan zat tersebut. Beberapa obat lainnya yang dapat diberikan adalah kortikosteroid, antibiotik, dan imunosupresan lainnya.

Pencegahan Alergi Dingin

Bagi pengidap alergi dingin, disarankan untuk tidak berenang di air dingin. Saat seluruh permukaan kulit terpapar dingin dapat menimbulkan reaksi parah, sehingga menyebabkan pengidap kehilangan kesadaran hingga tenggelam. Nah, ada beberapa cara lainnya yang bisa dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya gejala urtikaria dingin, yaitu:

  • Kenakan pakaian pelindung saat cuaca sedang dingin, seperti jaket, topi, sarung tangan, hingga syal. Pastikan semua bagian kulit tertutupi.
  • Periksa suhu air sebelum berendam dan pastikan menghindari air dingin. Jika kamu suka berenang, pastikan memilih kolam dengan pemanas dan cuaca yang hangat.
  • Mandi dengan air hangat.
  • Tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang dingin.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami tanda dan gejala alergi dingin di atas, segera bicarakan dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat. Segera cari perawatan darurat jika terpapar dingin secara tiba-tiba dan mengalami respons berupa anafilaksis atau kesulitan bernapas.

Untuk melakukan pemeriksaan terkait alergi dingin, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit sesuai domisili kamu melalui aplikasi Halodoc. Maka dari itu, segera download aplikasi Halodoc sekarang!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Cold urticaria.
Healthline. Diakses pada 2021. Can You Be Allergic to the Cold?
Diperbarui pada 30 November 2021