• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Biduran

Biduran

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Biduran

Biduran atau urtikaria merupakan reaksi kulit yang menyebabkan timbulnya bilur berwarna merah atau putih. Bilur yang timbul ini juga disertai dengan rasa gatal. Awalnya bilur ini muncul hanya di satu bagian tubuh, tapi lama-kelamaan bilur ini akhirnya menyebar. Salah satu penyebab umumnya adalah alergi, tetapi ukuran dan bentuk bilur bisa berbeda-beda.

Ketika seseorang terserang biduran, tak menutup kemungkinan dirinya juga akan terserang angioedema. Penyakit agiondema merupakan pembengkakan pada lapisan kulit yang lebih dalam. Pembengkakan ini biasanya terjadi pada bagian mata, bibir, dan alat kelamin.

Dalam beberapa kasus, masalah pada kulit ini juga bisa terjadi atau menjadi bagian dari gejala anafilaksis. Kondisi ini merupakan sebuah reaksi alergi yang parah dan terjadi secara tiba-tiba hingga dapat menyebabkan kematian. Kondisi ini dianggap sebagai keadaan darurat karena beberapa gejalanya yang ekstrem. Berikut ini adalah gejala-gejala anafilaksis lainnya:

  • Pembengkakan pada kelopak mata, bibir, tangan dan kaki.
  • Sesak napas yang disebabkan oleh penyempitan saluran udara.
  • Sakit perut dan muntah-muntah.

 

Faktor Risiko Biduran

Biduran sendiri terbagi menjadi dua, yaitu akut dan kronis. Namun, untuk biduran kronis tidak diketahui penyebab pastinya. Namun, ada beberapa faktor risiko bisa memicu munculnya biduran atau memperburuk gejala yang ada. Contohnya, mengonsumsi minum minuman beralkohol atau minuman berkafein, merasa stres, dan suhu udara yang panas.

Baca juga: Gangguan Gigi Bisa Sebabkan Biduran, Benarkah?

 

Penyebab Biduran

Munculnya bilur pada kulit ini dipicu oleh tingginya kadar histamin yang dilepaskan ke kulit. Histamin inilah yang bisa membuat menyebabkan pembuluh darah melebar, sehingga aliran darah meningkat. Dengan banyaknya darah yang mengalir di bawah permukaan kulit, kulit pun terlihat memerah. Kelebihan cairan ini jugalah yang menyebabkan pembengkakan pada kulit dan rasa gatal-gatal.

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa menyebabkan terjadinya biduran:

  • Terjadi kontak dengan pemicu atau penyebab alergi, misalnya lateks dan bulu binatang.
  • Makanan penyebab biduran yang paling umum adalah kacang, cokelat, makanan laut, telur, gandum, dan susu.
  • Hampir semua obat-obatan bisa menyebabkan urtikaria.
  • Zat aditif atau bahan tambahan dalam makanan seperti pemanis, pengawet, penguat rasa, pewarna, pengental, dan lain-lain.
  • Infeksi, seperti hepatitis dan demam kelenjar.
  • Gigitan serangga.
  • Faktor lingkungan, seperti pajanan terhadap kondisi atau cuaca panas maupun dingin, pajanan terhadap air tertentu, atau bahkan sinar matahari.

 

Gejala Biduran

Ketika seseorang terserang biduran, ruam yang muncul pada kulitnya akan terasa gatal, bahkan perih atau menyengat. Gejala biduran ini bisa bertahan berjam-jam hingga beberapa hari. Biduran yang terjadi selama kurang dari enam minggu disebut sebagai biduran akut atau jangka pendek. Namun, ada juga kasus urtikaria yang bertahan lebih dari enam minggu atau bersifat kambuhan selama beberapa bulan atau bahkan tahun. Kondisi yang disebbut biduran jangka panjang (kronis) ini merupakan kondisi yang jarang terjadi.

Biduran kronis bisa diartikan sebagai pertanda dari penyakit lain yang sedang diderita. Misalnya karena penyakit tiroid, diabetes tipe 1 atau lupus. Dalam kebanyakan kasus biduran, penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak dan wanita pada usia 30 sampai 60 tahun. Selain itu, orang yang memiliki alergi juga lebih berisiko untuk mengalaminya.

Baca juga: Biduran Pada Anak? Ini Faktor Penyebabnya

 

Diagnosis Biduran

Untuk mendiagnosis biduran, di tahap awal dokter akan melakukan wawancara medis seputar keluhan dan riwayat penyakit yang pernah dialami, hingga makanan atau aktivitas yang baru dilakukan.

Setelah itu, dokter baru melakukan pemeriksaan fisik pada yang mengalami bentol-bentol. Dalam beberapa kasus dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang seperti tes alergi, tes darah, dan tes kulit. Namun, pemeriksaan ini umumnya dilakukan pada kasus biduran yang terjadi berulang, bukan pertama kali.

 

Komplikasi Biduran

Biduran yang tak ditangani bisa menyebaban komplikasi dan mengganggu aktivitas pengidapnya sehari-hari. Komplikasi biduran bisa berupa angiodema dan anafilaksis. Angiodema ini merupakan pembekakan kulit di kelopak mata, bibir, tangan, kaki, hingga sekitar area kelamin. Angiodema sendiri disebabkan oleh penumpukan cairan tubuh.

 

Pengobatan Biduran

Sebenarnya kebanyakan kasus biduran tak membutuhkan pengobatan khusus, sebab gejala yang muncul biasanya akan mehillang dalam hitungan hari atau jam. Namun, apabila terasa sangat menganggu, maka obat yang disarankan untuk dikonsumsi adalah antihistamin untuk mengatasi rasa gatalnya.

 

Pencegahan Biduran

Biduran umumnya terjadi akiba reaksi alergi oleh sebab itu, bagi dirimu yang mengidap alergi tertentu, cobalah hindari hal-hal yang bisa memicunya agar biduran tidak muncul.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Andaikan gejala biduran yang dialami sudah sangat mengganggu, segera temui dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapat penanganan yang tepat. Penanganan segera bisa membantu mencegah kondisi semakin parah.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Hives and Angioedema.
NHS UK. Diakses pada 2019. Health A-Z. Hives.
WebMD. Diakses pada 2019. What Are Hives and Angioedema?

Diperbarui pada 26 November 2019

Showing response for:

Jul 7, 2020
Sudah beberapa waktu ini saya ngalamin biduran dan gak kunjung sembuh. Ini kenapa ya dok dan gimana cara ngatasinnya? Ini bisa diobatin secara alami ga ya dok?
Biduran atau urtikaria terjadi saat tubuh bereaksi alergi terhadap bahan-bahan kimia pada makanan, sengatan serangga, paparan sinar matahari, atau obat-obatan. Reaksi ini menyebabkan tubuh mengeluarkan senyawa kimia yang disebut histamin. Histamin mengakibatkan pelepasan plasma dalam darah, sehingga memicu timbulnya gatal dan pembengkakan jaringan di sekitarnya.

Beberapa cara untuk mengatasi biduran, antara lain:
- Hindari menggaruk area yang terdapat biduran.
- Hindari menggunakan sabun yang mengandung bahan kimia yang keras, seperti pewangi.
- Jaga area kulit yang terkena biduran agar tetap dingin.
- Gunakan losion kalamin atau beri kompres dingin untuk mengurangi rasa gatal.
- Gunakan pakaian yang longgar dan ringan.
- Hindari faktor pemicu biduran, seperti makanan, minuman beralkohol, obat pereda rasa sakit, stres, serta udara panas atau dingin.
- Amati dan catat aktivitas yang kemungkinan menjadi pemicu biduran.
- Konsultasi dengan dokter jika biduran tidak membaik.

Beberapa cara alami untuk mengatasi biduran secara alami,, antara lain:

- Kompres dingin, dengan cara memasukkan es batu yang telah dihancurkan ke dalam ice bag atau handuk kecil, kemudian meletakkannya dan mendiamkannya selama 10 menit di area biduran. Ulangi sesuai dengan kebutuhan.

-Berendam dengan oatmeal, untuk meredakan gatal dan membantu menormalkan kadar pH kulit. Caranya dengan memasukkan segelas oatmeal ke dalam ember atau bak mandi berisi air hangat. Tambahkan 2 sendok makan baking soda dan beberapa tetes minyak esensial untuk menambah sensasi menenangkan. Kemudian, mandi atau berendam dengan campuran tersebut selama 20 menit. Setelahnya, bilas tubuh dengan air dingin.

- Lidah buaya, untuk mengurangi ruam dan gatal. Caranya dengan mengoleskan gel lidah buaya segar pada area kulit yang biduran sebanyak 3 kali sehari. Namun demikian, jangan terlalu sering, karena dapat membuat kulit kering.

- Daun sirih, untuk meredakan gatal-gatal yang timbul akibat alergi atau biduran. Caranya dengan melumatkan beberapa lembar daun sirih dan sedikit kunyit hingga dirasa cukup halus. Setelah itu, tempelkan pada area kulit yang biduran selama 20 menit. Ulangi 3 kali sehari hingga gejala biduran mereda.

- Lotion kalamin (caladine), untuk membantu meredakan gatal dan memberikan sensasi dingin pada kulit. Caranya dengan mengoleskan lotion kalamin secara langsung pada area kulit yang biduran, setelah mandi pagi dan sore hari.
Jul 7, 2020
Dok saya udah sebulan ini kena biduran. Kalo biduran itu berapa lama ya waktu penyembuhannya?
Biduran pada umumnya bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Biduran terbagi menjadi dua, yaitu biduran akut dan biduran kronik. Biduran akut akan sembuh kurang dari enam minggu, sedangkan biduran kronik akan bertahan lebih dari enam minggu, dan dapat timbul sampai berbulan bahkan tahunan. 

Jika biduran tidak kunjung sembuh setelah beberapa hari, segera periksakan diri ke dokter, untuk mendapatkan penanganan yang akan dokter sesuaikan dengan keparahan gejala dan penyebab biduran. Umumnya, dokter akan meresepkan obat-obatan seperti antihistamin dan kortikosteroid untuk mengatasi biduran.
Jul 7, 2020
Dok udah 10 hari ini anak saya ngalamin biduran, ini baiknya digimanain ya dok? Ini sudah ke dokter dan dikasih antibiotik tapi saya khawatir malah kenapa2
Jika biduran tidak kunjung sembuh setelah beberapa hari, periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang akan dokter sesuaikan dengan keparahan gejala dan penyebab biduran.