• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Diabetes

Diabetes

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Diabetes

Diabetes adalah penyakit kronis atau yang berlangsung jangka panjang yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa) hingga di atas nilai normal. Ada dua jenis utama diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2.

 

Faktor Risiko Diabetes

Faktor risiko diabetes tipe 1, antara lain:

  • Faktor riwayat keluarga atau keturunan, yaitu ketika seseorang akan lebih memiliki risiko terkena diabetes tipe 1 jika ada anggota keluarga yang mengidap penyakit yang sama, karena berhubungan dengan gen tertentu.

  • Faktor geografi, orang yang tinggal di daerah yang jauh dari garis khatulistiwa, seperti di Finlandia dan Sardinia, berisiko terkena diabetes tipe 1. Hal ini disebabkan karena kurangnya vitamin D yang bisa didapatkan dari sinar matahari, sehingga akhirnya memicu penyakit autoimun.

  • Faktor usia. Penyakit ini paling banyak terdeteksi pada anak-anak usia 4-7 tahun, kemudian pada anak-anak usia 10-14 tahun.

  • Faktor pemicu lainnya, seperti mengonsumsi susu sapi pada usia terlalu dini, air yang mengandung natrium nitrat, sereal dan gluten sebelum usia 4 bulan atau setelah 7 bulan, memiliki ibu dengan riwayat preeklampsia, serta menderita penyakit kuning saat lahir.

Faktor risiko diabetes tipe 2, antara lain:

  • Berat badan berlebih atau obesitas.

  • Distribusi lemak perut yang tinggi.

  • Gaya hidup tidak aktif dan jarang beraktivitas atau berolahraga.

  • Riwayat penyakit diabetes tipe 2 dalam keluarga.

  • Ras kulit hitam, hispanik, Native American, dan Asia-Amerika, memiliki angka pengidap lebih tinggi dibandingkan dengan ras kulit putih.

  • Usia di atas 45 tahun, walaupun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi sebelum usia 45 tahun.

  • Kondisi prediabetes, yaitu ketika kadar gula darah lebih tinggi dari normal, tapi tidak cukup tinggi untuk diklasifikasikan sebagai diabetes.

  • Riwayat diabetes saat hamil.

  • Wanita dengan sindrom ovarium polikistik, yang ditandai dengan menstruasi tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebihan, dan obesitas.

 

Penyebab Diabetes

Diabetes disebabkan karena adanya gangguan dalam tubuh, sehingga tubuh tidak mampu menggunakan glukosa darah ke dalam sel, sehingga glukosa menumpuk dalam darah. Pada diabetes tipe 1, gangguan ini disebabkan karena pankreas tidak dapat memproduksi hormon tertentu. Sedangkan pada diabetes tipe 2, gangguan ini terjadi akibat tubuh tidak efektif menggunakan hormon tertentu atau kekurangan hormon tertentu yang relatif dibandingkan kadar glukosa darah. Kadar glukosa yang tinggi ini dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal, jantung, mata, dan sistem saraf, sehingga mengakibatkan berbagai macam komplikasi.

 

Gejala Diabetes

Beberapa gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2, antara lain:

  • Sering merasa haus.

  • Frekuensi buang air kecil meningkat, terutama pada malam hari.

  • Rasa lapar yang terus-menerus.

  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.

  • Lemas dan merasa lelah.

  • Pandangan yang kabur.

  • Luka yang lama sembuh.

  • Sering mengalami infeksi pada kulit, saluran kemih, gusi, atau vagina.

 

Diagnosis Diabetes

Dokter akan mendiagnosis diabetes pada seseorang dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah dan urine.

Baca juga: Cek Diabetes Mellitus dengan Pemeriksaan Ini

 

Komplikasi Diabetes

Baik diabetes tipe 1 maupun 2 dapat menyebabkan komplikasi berupa kerusakan retina mata, kerusakan saraf, penyakit stroke dan jantung koroner, kerusakan ginjal, disfungsi seksual, keguguran, atau bayi lahir mati dari ibu yang mengidap diabetes.

Baca juga: Diabetes Bisa Sebabkan Katarak, Ini Alasannya

 

Pengobatan Diabetes

Pengobatan diabetes tipe 1, antara lain:

  • Hormon tertentu untuk mengontrol glukosa darah. Pemberian hormon ini dengan cara disuntikkan pada lapisan di bawah kulit sekitar 3-4 kali sehari sesuai dosis yang dianjurkan dokter.

  • Pola makan sehat dan olahraga teratur untuk membantu mengontrol tingkat glukosa darah.

  • Merawat kaki dan memeriksakan mata secara berkala untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Pengobatan diabetes tipe 2, antara lain:

  1. Perubahan pola hidup sehat, antara lain:

    • Menghindari makanan berkadar glukosa tinggi atau berlemak tinggi.

    • Meningkatkan makanan tinggi serat.

    • Melakukan olahraga secara teratur, minimal 3 jam setiap minggu.

    • Menurunkan dan menjaga berat badan tetap ideal.

    • Menghindari atau berhenti merokok.

    • Menghindari atau berhenti mengonsumsi minuman beralkohol.

    • Menjaga kesehatan kaki dan mencegah kaki terluka.

    • Memeriksa kondisi kesehatan mata secara rutin.

  1. Pemberian obat-obatan diabetes di bawah pengawasan dokter.

Baca juga:  Tak banyak yang Tahu, Ini Manfaat Okra untuk Atasi Diabetes

 

Pencegahan Diabetes

Pada diabetes tipe 1, antara lain:

  • Menjalani pengobatan intensif jika terdapat anggota keluarga yang mengidap diabetes tipe 1.

  • Menjalami tes DNA untuk mengetahui adanya gen pembawa atau penyakit diabetes tipe 1.

Pada diabetes tipe 2, antara lain:

  • Mempertahankan berat badan ideal dengan mengonsumsi makanan rendah lemak.

  • Mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah dan sayur.

  • Mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis.

  • Berolahraga secara rutin dan banyak melakukan aktivitas fisik.

  • Mengurangi waktu duduk diam terlalu lama, seperti ketika menonton televisi.

  • Menghindari atau berhenti merokok.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter untuk mendapatkan solusi terbaik jika mengalami gejala-gejala di atas.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2019. Diabetes: Symptoms, Treatment, and Early Diagnosis.
WebMD. Diakses pada 2019.Diabetes Center: Types, Cause, Symptoms, Test, and Treatments.

Diperbarui pada 3 September 2019

Showing response for:

Jul 7, 2020
Dok kan saya doyan yang manis-manis, nah saya jadi suka khawatir kena diabetes. Kira-kira ada gak gejala awal yang perlu diwaspadai? Apakah kalau ngidap diabetes gak boleh sama sekali makan makanan manis?
Beberapa gejala diabetes melitus atau kencing manis, antara lain:

- Sering merasa haus.
- Sering merasa lapar.
- Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
- Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
- Massa otot berkurang.
- Sering merasa lemas.
- Pandangan kabur.
- Luka yang sulit sembuh.
- Sering mengalami infeksi, seperti pada gusi, kulit, vagina, atau saluran kemih.


Pengidap diabetes sebetulnya masih diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan manis, namun dengan aturan yang ketat, seperti:

- Batasi hanya sesekali saja dan dalam porsi kecil. Batasi konsumsi makanan manis hanya pada momen khusus saja.
- Seimbangkan dengan makanan lain seperti sayur, kacang-kacangan, dan protein sehat seperti ikan.
- Konsumsi makanan tinggi serat, seperti kedelai yang tinggi protein dan serat, yang lambat dicerna sehingga membuat kenyang lebih lama.
- Kurangi konsumsi sumber karbohidrat dari nasi putih, pasta terigu, roti putih, kentang, dan jagung.
- Periksa label nutrisi pada kemasan makanan untuk mengetahui berapa jumlah gula dan karbohidrat yang terkandung di dalamnya.
Jul 7, 2020
Selain jaga makanan, apa ada cara lain buat cegah diabetes dok? Apa olahraga ampuh buat nyegahnya?
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah diabetes, antara lain:

- Menerapkan pola makan sehat bergizi seimbang. Batasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, serta perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan.
- Melakukan olahraga secara rutin, minimal 30 menit setiap harinya.
- Menjaga berat badan ideal dengan konsumsi makanan sehat dan berolahraga rutin.
- Mengelola stres dengan baik untuk membantu hormon tetap seimbang dan tidak melampiaskan stres dengan makan berlebihan.
- Melakukan pemeriksaan gula darah puasa secara rutin.
- Menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi minuman beralkohol atau bersoda.
- Tidur malam dengan cukup setidaknya 7 jam setiap hari.
Jul 7, 2020
Halo dok, saya mau nanya. Beberapa waktu ini saya baru tau saya kena diabetes, sebenarnya ini diabetes masih bisa disembuhin gak sih dok?
Sangat disayangkan, diabetes tidak dapat disembuhkan, sehingga penyakit ini akan berlangsung seumur hidup. Namun demikian, diabetes dapat ditangani dan dikontrol. Pengidapnya dapat mempertahankan kadar gula darah tetap dalam kadar normal, sehingga tidak menyebabkan komplikasi (penyakit lanjutan yang lebih berat dari penyakit awal), dengan rutin memeriksakan kadar gula darah, serta minum obat sesuai dengan anjuran dokter.